arifin62

Archive for Januari, 2010|Monthly archive page

KELUARGA SAKINAH

Dalam 1 di Januari 25, 2010 pada 8:16 am

M

Keluarga Sakinah adalah sebuah keluarga yang senantiasa diliputi kebahagiaan, ketenteraman karena kebutuhan hidupnya tercukupi secara wajar dan anggota keluarganya senantiasa melaksanakan ajaran agama serta hubungan sosial dan lingkungan yang baik.

Untuk mewujudkan keluarga yang sakinah, maka ada beberapa hal yang harus dipahami dan dilaksanakan dalam berumah tangga.

hak dan Kewajiban suami istri.

Hak dan kewajiban suami istri menurut UU Nomor : 1 tahun 1974 tentang perkawinan tercantum pada pasal 30 dan 31 adalah pada pasal 30 dinyatakan bahwa : Suami  istri memikul kewajiban yang luhur untuk menegakkan rumah tangga yang menjadi sendi dasar susunan masyarakat .

Kemudian dalam pasal 31 menyatakan  :

Hak dan Kedudukan Istri adalah seimbang dengan kedudukan suami dalam kehidupan rumah tangga dengan pergaulan hidup  bersama dalam masyarakat.

  1. Masing- masing pihak berhak untuk   melakukan perbuatan hukum.
  2. Suami adalah kepala keluarga dan     Istri  ibu rumah tangga .

Mengenai kewajiban Suami Istri selanjutnya dijelaskan dalam Pasal 33  :

“Suami Istri wajib saling cinta mencintai hormat menghormati, setia dan memberi bantuan lahir bathin yang satu kepada yang lain” .

Dalam pasal :34 menyatakan   :

  1. 1.    Suami wajib melindungi  Istri nya dan         memberikan segala sesuatu keperluan hidup            berumah tangga  sesuai dengan kemampuannya.
  2. 2.    Istri wajib mengatur selaku rumah tangga sebaik-baiknya .
  3. 3.    Jika suami atau Istri melalaikan kewajibannya masing-masing dapat mengajukan gugatan ke Pengadilan .

Dan mengenai rumah tangga sebagai tempat kediaman suami istri dijelaskan dalam Pasal 32 sebagai berikut  :

  1. Suami istri harus mempunyai  tempat kediamannya yang tetap .
  2. Rumah tempat kediaman yang dimaksud dalam Ayat (1 ) pasal ini ditentukan oleh Suami Istri bersama .

Didalam ajaran Islam  hak dan kewajiban Suami Istri  adalah  :

  1. Hak Istri
    1. Hak mengenai harta yaitu Mahar

atau

Maskawin dan Nafkah .

  1. Hak mendapat perlakuan yang baik dari suami .

Sesuai dengan Firman Allah dalam Surah An-Nisa Ayat :

وعا شرواهن بالمعروف فإن كرحتمواهن فعسى أن تكرهوا شيئا ويجعل الله فيه خيرا كثيرا

Artinya : Dan pergaulah dengan mereka secara patut, kemudian jika kamu   tidak       menyukai   mereka                ( maka bersabarlah ) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak .

  1. Agar suami menjagia dan meme-lihara istrinya. Maksudnya ialah menjaga kehormatan istri, tidak menyianyiakannya dan menajaga-nya agar selalu melaksanakan perintah Allah dan menghentikan segala yang dilarang oleh Allah.

يا ايها الذين امنوا قوا انفسكم واهليكم نارا

Artinya : Hai orang orang uyang beriman, peliharalah dirimu dirimu dan keluargamu dari api neraka.

1.Hak istri HH

1.Hak

  1. Hak suami.

Istri haruslah taat atas ist adalah :

  1. kepada suami melaksanakan urusan rumah tangga, selama suami menjalankan ketentuan ketentuan Allah yang berhubungan dengan kehidupan suami istri.
  2. Mengurus dan menjaga rumah tangga suami, termasuk didalamnya memelihara anak.
  1. Hak bersama suami istri .

Hak hak bersama diantara suami istri adalah :

  1. Halalnya pergaulan sebagai suami istri, dan kesempatan saling menikmati atas dasar kerja sama dan saling memerlukan.
  2. Sucinya  hubungan   perbesanan  ( dalam hal ini ) istri bagi pihak keluarga laki laki / suami, sebagaimana suami haram bagi pihak keluarga perempuan/istri.
  3. Berlaku hak pusaka mem-pusakai apabila salah seaorang dari suami istri meninggal, maka salah satu berhak mewarisi walaupun keduanya belum bercampur.
  4. Perlakuan dan pergaulan yang baik menjadi kewajiban suami istri untuk saling berlaku dan bergaul dengan baik, sehingga suasananya menjadi tentram, rukun, dan penuh dengan perdamaian.

4.  Kewajiban istri.

a.  Hormat dan   patuh kepada suami dalam batas batas yang boleh ditentukan oleh norma agama dan sosial, Mengatur dan mengurus rumah tangga, menjaga keselamatan dan mewujudkan kesejahteraan Memelihara, memimpin dan membimbing keluarga lahir dan bathin, serta menjaga dan bertanggung jawab atas keselatan dan kesejahteraannya keluarga.

  1. Memelihara dan menjaga kehormatan serta melindungi harta benada keluarga.
  2. Memelihara dan mendidik anak amanah Allah.
  3. Menerima dan menghgai pemberian suami serta mencukupkan nafkah yang diberikan dengan baik, hormat, cermat dan bijaksana.
  1. Kewajiban suami.
    1. Memelihara, memimpin dan membimbing keluarga lahir dan bathin, serta menjaga dab bertanggung jawab atas keselamatan dan kesejahtera annya.
    2. Memberi nafkah sesuai dengan kemampuan serta mengusaha- kan keperluan keluaraga terutama sandang, pangan,dan papan.
    3. Membantu tugas tugas istri terutama dalam hal memelihara dan mendidik anak dengan penuh rasa tanggung jawab.
    4. Memberi kebebasan berpikir dan bertindak kepada istri sesuai dengan ajaran agama, tidak mempersulit apalagi membuat istri menderita lahir batin dan dapat mendorong istri berbuat salah.
    5. Dapat mengatasi keadaan, mencari penyelesaian secara bijaksana dan tidak sewenang wenang.

6. Kewajiban bersama suami istri.

  1. Saling menghormati orang tua dan keluarga kedua belah pihak..
  2. Memupuk rasa cinta dan kasih sayang, masing masing harus menyesuaikan diri, seiya sekata percaya mempercayai serta selalu bermusdyawarah untuk kepentingan bersama.
  3. Hormat menghormati, sopan santun, saling pengertian serta bergaul dengan baik.
  4. Matang dalam berpikir, bijak dalam bertindak serta tidak bersikap emosional dalam memecahkan persoalan yang dihadapi.
  5. Memelihara kepercayaan dan tidak saling membuka aib yang menjadi rahasia pribadi masing-masing.
  6. Sabar dan rela atas kekurangan kekurangan dan lemahan masing   masing.
  1. Beberapa Hal Yang Harus Diperhatikan Masing masing Pasangan
  1. Suami harus sayang kepada isterinya.

Seorang suami hendaknya bermuka manis, suka senyum, suka bergurau kepada istrinya dengan tertawa kecil, Rasulullah SAW. Sendiri sebagai panutan manusia telah memberi contoh dengan maksud agar diikuti oleh pengikutnya, dalam  satu sabdanya yang diriwayatkan oleh Ibnu  Mas’ud dan Ibnu Asakir dari Aisyah yang maksudnya “Nabi Muhammad SAW apabila berduaan dengan istrinya, beliau selalu lemah lembut, halus,   tertawa dan tersenyum (H.R..Ibnu Asakir).

Begitulah akhlaq Rasulullah  yang ditampilkan kepada istrinya, yang patut kita contoh selaku umatnya.

Seorang suami jangan sekali kali menunjukan sikap marah, bermuka masam dan mengeluarkan kata kata yang dapat menyakiti hati seorang istri, sekalipun ada sesuatu kesalahann kecil yang telah dilakukan, seperti lambat masak, terlambat menyediakan makan dan minum karena ada suatu hal, tapi diberi nasehat dengan baik dengan melihat moment pada tempat yang pantas,  tidak didengar oleh orang lain sekalipun orang tuanya sendiri . Dengan demikian istri tidak ada merasa dipermalukan, sebab seorang istri jika diperlakukan kasar, ditambah dengan kata kata yang dapat menyakiti hati, maka kata kata itu selalu tergiang -ngiang yang mengakibatkan dia tidak dapat menjalankan tugas kewajibannya sebagai ibu rumah tangga yang baik, ibarat cermin yang retak, walaupun dapat disatukan namun bekasnya masih nampak juga. Untuk itu tunjukkanlah sikap yang manis dan murah senyum kepada istri.

2. Isteri menghindari kehadiran laki-laki asing.

Untuk menghindari fitnah, Isteri tidak menerima tamu laki laki, baik dikenal apabila lagi tidak dikenal, apabila saat itu suaminya tidak ada di rumah, Cara begitu lebih baik dari pada dipersilahkan masuk. Dan si tamu ahrus menyadari dan mengerti bahwa agama mengajarkan demikian agar jangan terjadi fitnah yang dapat mengacaukan rumah tangga seseorang, lebih lebih di zaman sekarang bahwa sering terjadi perampokan, penodongan, pe-merkosaan, pengambilan barang dengan cara hipnotis kepada tuan rumah oleh  orang yang datang bertamu.

3.  Isteri berhias untuk suami.

Seorang istri yang baik harus pandai menghias dirinya, pandai berdandan saat berada didalam rumah terutama  sewaktu suaminya berada di rumah. Maksudnya ialah agar sisuami merasa senang melihat  istrinya yang cantik dlam keadaan rapi, jangan hanya ketika mau pergi keluar saja. Hal ini dapat menimbulkan fitnah dan  dapat merusak keharmonisan rumah tangga. Oleh karena itu jika seorang istri keluar rumah hendaklah berpakaian secara  wjar, sopan dan menutup aurat, jangan memakai pakaian yang menyolok, apalagi yang memper-tontonkan  anggota        tubuh ( aurat ) yang . Dan jangan pula memakai per-hiasaaan yang berlebihan yang dapat memancing seseorang untuk berbuat jahat ketika melihatnya.

Berhias untuk suami adalah suatu perintah dari Rasulullah Saw. Sebagaimana salah satu hadist beliau yang artinya  “Dari Jabir ia berkata, kami bersama Nabi SAW. Pada suatun perperangan tatkala kami kembali ke Madinah, kami hendak pergi masuk (kerumah rumah kami) maka Rasul bersabda : Sabarlah, supaya kami masuk pada waktu malam yakni waktu isya’ supaya wanita bersisir yang rambutnya kusut, dan berhais wanita yang telah      lama ditingalkan oleh suaminya                   ( Mutafaq alaih).

Menurut hadist tersebut bila seorang istri akan menyambut kedatangan suaminya dan berpergian hendaknya dengan pakaian yang rapi, dandanan yang menawan, senyuman yang menarik untuk menambah kebahagiaan dan kasih sayang. Apa lagi jika dilengkapi dengan harum haruman akan menambah sejuk suasana. Dan hal ini dilakukan bukan dikala menyambut waktu datangnya saja, tapi setiap waktu bila suami ada di rumah. Jangan sebaliknya , jika suami tidak ada di rumah istri berdandan dengan indah dan dibuat buat, tapi bila suaminya berada di rumah pakaiannya sembarangan dan berbau  kurang sedap. Untuk itu Nabi SAW persabda yang artinya “ Sebaik baiknya istri itu ialah yang menyenangkan kamu apabila engkau memandangnya, dan taat kepadamu apabila kamu perintah dan memelihara dirinya dan hartamu sewaktu kamu jauh dari sisinya                          ( diriwayatkan oleh Thabrani).

Untuk itu jadilah seorang istri yang pandai yang menyenangkan hati suami, agar suami merasa betah bersama isteri, sehingga tidak akan mudah berputar haluan kepada perempuan  lain yang dapat menarik perhatiannya.

4.   Suami isteri harus pandai memuaskan pasangannya.

Kita ketahui bahwa makhluk yang bernyawa dihiasi dengan libido           ( gairah seks ) seabagai tanda dari normalnya makhluk, seperti halnya manusia bahkan  jika manusia itu tidak dapat memenuhi kebutuhan seksnya, maka akan terjadi hal hal yang dapat merusak moral nya, begitu puala halnya dengan seorang wanita, jika seorang suami tidak dapat memenuhi atau memuaskan kebutuhan seksnya maka kesehatannya jiwa isterinya bisa terpengaruh karenanya.

Dengan demikian seorang suami hendaknya dapat memberikan kepuas- an dalam menggauli istrinya. Sebagaimana Rasullullah menagajar-   kan kepda setiap suami yang hendak menggauli istrinya agar terlebih dahulu mendahuluinya dengan  cumbu rayu berupa  kata kata indah dan manis disertai belaian lembut yang dapat membangkitkan gairah atau   syahwat istrinya. Dalam sebuah sabdanya Rasulullah SAW. yang  artinya” janganlah ada diantara kamu yang mencampuri istrinya  seperti kelakuan binatang, tetapi  berikanlah lebih dahulu semacam isyarat,  salah seorang diantara yang hadir bertanya,, Abagimana isyaratnya itu Ya Rasulullah. Rasulullah menjawab, ciuman dan kata-kata yang manis.      ( Diriwayatkan Mansur Ad Dailami).

Dalam, hadits lain dari Siti Aisyah berkata bahwa Rasulullah pernah mengecupnya dan menghisap lidahnya.( Diriwayatkan An Nasai ).

Dari kedua hadits ini kita dapat mengerti bahwa, apabila seorang suami akan menggauli isterinya, terlebih dahulu melakukan senda gurau, cumbu rayu dan belaian yang mesra, jika ada gunung didaki, jika ada lembah dituruni.  sebagai pemanasan, ( warming up ) dengan maksud untuk membangkitkan syahwat/ gairah seks istrinya. Dengan cara demikiann kedua belah pihak (suami dan istri) sama dapat merasakan kenikmatan / kepuasan dalam hubungan seksual (orgasme)

Dalam melakukan hubungan seksual dengan istrinya hendaknya dilakukan denagana rasa senang hati,. Apakah dengan cara berhadapan, bergantuian dibawah atau diatas, duduk, berbaring atau miring bahkan berdiri asal ditempat yang telah spesial yaitu pada lobang faraj ( vagina ).

Allah telah menjelaskan dalam Al Qur’an surah Al Baqarah ayat 223.

نسائكم حرس لكم فأتوا حرسكم أنى شئتم وقدموا للأنفسكم واتقوا الله واعلمواأنكم ملقواه وبشر المؤمنين

ِِArtinya; Istri istri kamu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok taman, maka datangilah tanah tempat kamu bercocok tanam itu, bagaimana saja kamu hendaki. Dan kerjalanlah (amal) yang baik untuk dirimu, dan bertaqwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemuiNya. Dan berilah kabar gembira kepada orang orang yang beriman.

Perlu diingat, jangan sekali kali menggauli istri melalui lobang dubur, karena dubur bukan tempat untuk melakukan seks, baik pemanasan apalagi yang sebenarnya. Sebab Rasulullah telah melaknat orang yang melakukan hubungan melalui dubur, sebagaimana sabda Rasulullah Saw, yang Artinya :  dari Abi Hurairah ia berkata : telah bersabda Rasulullah Saw. Dilaknat seseorang yang men-campuri istrinya di duburnya (diriwayatkan oleh Abu Daud.

C.  Mandi Wajib

Mandi wajib yaitu membasuh seluruh                             tubuh mulai ujung rambut kepala hingga ujung kaki.

1. Yang menyebabkan wajib mandi :

a. Melakukan hubungan seksual (bersetubuh), keluar mani atau tidak.

b.  Keluar mani disebabkan karena    lain    ( mimpi, menghayal dll ).

  1. Selesai Nifas ( bersalin), setelah berhenti keluar darah sesudah melahirkan.

d.  Wiladah (setelah melahirkan) .

  1. setelah haid.
  2. Nomor : 1  dan 2  dinamakan juga   jenabah / Junub.

2. Rukun mandi.

  1. Berniat, artinya melakukan mandi itu dengan sengaja.
  2. membasuh (menyiram), seluruh tubuh dengan air, artinya itu rata mengenai kulit dan rambut.
  3. Menghilangkan najis .

1.  Sunat mandi

a.   Membersihkan segala kotoran dan najis         dari seluruh badan.

  1. membaca Bismillahirrahmanirrahim, pada permulaan mandi.
  2. Berwudhu sebelum mandi dilakukan
  3. Menghadap kiblat sewaktu mandi dan mendahulukan bagian yang kanan dari yang kiri.
  4. Membasuh badan sampai 3 (tiga) kali.
  5. Membaca Do’a sebagaimana membaca Do’a sesudah berwudhu.

5. Cara mandi Wajib.

  1. Dahulukan kaki kiri saat masuk kamar mandi.
  2. Berniat dengan berbarengan menyiram tubuh.

Lapaz niat :

نويت الغسل لرفع الحدث الا كبر لله تعالى

Artinya : Aku niat mandi  untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah ta’ala.

  1. Siramlah seluruh tubuh dengan air, jangan ada yang ketinggalan , seperti daun telingan bagian dalam sela sela jari tangan dagu, jari kaki dan rambut disisir sisir sehingga air rata kena sampai kekulit kepala.
  2. Setelah selesai keluarlah dari kamar mandi dengan melangkahkan kaki kiri.
  1. Mewujudkan Keturunan Yang Baik.

Untuk mewujudkan keturunan yang baik, maka, kehadiran anak tentunya merupakan suatu hal yang sangat diharapkan, dan karenanya kehadiran akan mesti disyukuri, diperlakukan dengan baik dan dididik dengan sebaik-baiknya.

Untruk itu da beberapa hal yang harus dilakukan oleh suami isteri baik sebelum anak itu lahir maupun sesudah anak itu ada.

  1. Hubungan intim suami isteri hendaknya didahului dengan do’a, agak aktifitas itu bebas dari pengaruh syaithan, sehingga  anak yang dikandung dari hasil hubungan itupun mendapat barakah dari Allah SWT.

Do’a yang diajarkan oleh Rasulullah berbunyi

اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان عنما رزقتنا

  1. Apabila si isteri telah mengandung, maka suami isteri masti rajin beribadah, berdo’a, berzikir,  serta membaca Alqor’an. Menghindari perbuatan ter-  cela, menyakiti manusia atau binatang.
  2. Bila si isteri  akan melahirkan, maka ia membaca do’a sbb

اعيذه بالواحد الصمد الذى لم يلد ولم يولد ولم يكن له كفوا احد من شر كل ذى حسد

Aku mohonkan perlindungan bagi anak ini, kepada Allah yang Esa, tempat kami menggantungkan segala nasib, Yang tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, tidak pula ada yang menyamai Nya, agar terlindung dari kejahatan orang yang dengki.

  1. Mensyukuri kehadiran anak.

Untuk mensyukuri kehadiran anak, terutama suami isteri menerima kehadiran anak itu dengan senang hati, meski bagaimanapun kondisi anak yang telah dianugerahkan kepada mereka. Disamping itu, maka seharusnya;

  1. Sang ayah mengumandangkan azan di telingan kanan anaknya dan iqamah di telingan kiri, dengan cara itu maka anak itu insyaallah tidak akan diganggu oleh syaithan yang bernama “ Ummus Sibyan”

b.  Memberikan nama yang. Nama yang terbaik ialah yang mengggunakan kata ‘ Abd… yang disandingkan dengan nama-nama Allah ( Asma ul Husna ) atau dengan kata ‘ Muhammad….. ‘ Bahkan Imam Gazali menganjurkan bahwa anak yang mati dalam kandungan atau keguguranpun juga di beri nama.

  1. Melakukan ‘ Aqiqah’, yaitu menyembelihkan kambing. Islam menganjurkan aqiqah jika mampu,  untuk bayi itu laki-laki dua ekor kambing, jika perempuan satu ekor kambing, dagingnya disedeqahkan dalam bentuk masak atau siap santap. Disamping itu, rambut anak dicukur habis agar pori-pori kulit kepalanya terbuka dan menjadi sehat, dan bersedaqah senilai emas seberat rambut anak itu  (jika mampu) Aqiqah dapat dilakukan sejak anak lahir sampai anak belum mancapai akil baligh.
  2. Menyusui anak.

Bayi mesti disusukan oleh ibunya, sejak awal. Anak belum boleh diberi makanan padat selain air susu ibu sampai usia paling kurang enam bulan karena organ pencernaan anak baru siap menerima makanan padat setelah usia tiga bulan. Bila makanan padat diberikan sebelum usia tiga bulan maka kemungkinan besar lambung ataupun usus perut anak anak menjadi tidak baik, sehingga anak mudah terserang diare atau murus-murus dsb.

Anak harus tetap mendapat susu ibunya sampai usia dua tahun, itu sangat bermanfaat bagi kesehatan dan pertumbuhan kecerdasan anak, karena itulah allah mengajarkan kepada kita ;

والوالدات يرضعن أولادهن حولين كاملين

Perempuan yang melahirkan itu menyusukan anaknya dua tahun penuh.

  1. Khitan.

Untuk anak laki-laki khitan itu wajib, dengan memotong kulit yang menutupi kerpala zakarnya. Sedangkan untuk anak perempuan, Menurut Syafi’iyah hukumnya wajib, tapi menurut Hanafiyah, sunnat ( mandub )

5. Mendidik anak .

Suami siteri, apabila telah mendapat keturunan, maka keduanya memikul tanggung selaku orang tua yang berkewajiban mendidik anak-anaknya, baik pendidikan dalam keluarga maupun dalam lingkungan pergaulan dan sekolah.

Dalam hal mendidik anak dalam keluarga, maka orang dapat melakukan nya dengan peranan ;

  1. Sebagai pengatur

Pengertian  mengatur menyangkut segi kebersihan, kesehatan dan keserasian keluarga maupun mengatur dalam menciptakan suasana keagamaan dalam lingkungan keluarga.

b.  Sebagai pengamat.

Orang tua harus mengamati tingkah laku anak sehari hari antara lain : kesehatan, kebersihan, pertumbuhan jasmani dan perkembangan rohani, cara bereaksi, sikap keagamaan, sikap tutur kata dan sebagainya.

  1. Sebagai teladan

Orang tua merupakan tokoh panutan yang ditiru oleh anak.

Apa yang dilakuakan oleh orang tuanya khususnya ibu dalam kehidupan sehari hari dapat membentuk sikap anak dikemudian hari, misalnya dalam beribadah, cara makan minum, cara berpakaian, cara bergaul dan sebagaimnya.

d.  Sebagai pendorong.

Bila mana anak takut, malu, enggan, segan atau malas untuk memulai sesuatu kegiatan , maka orang tua harus dapat memberikan kesempatan dan dorongan agar anak mau mecoba melakukan kegaiatan kegiatan secara positif.

  1. Sebagai guru

Guru kerap kali  dikaitkan sebagai sumber bagi murid dalam memperoleh ilmu pengetahuan. Sehari hari ( ibu ) dirumah dapat bertindak sebagai guru , seperti memberi pengetahuan adab sopan santun, pengetahuan agama dan cara beribadah / berdo’a serta membetulkan kesalahan yang diperbuat anak.

f.Sebagai pembatas.

Perlu diberitahukan kepada anak apa yang boleh  dan pa yang tidak boleh dilakukan. Karena pada masa tersebut anak belum mengerti dan belum mampu memilih perbuatan mana yang baik dan mana yang tidak baik untuk dilakukan.

  1. Sebagai teman bermain.

Orang tua khususnya ibu merupakan teman beramain yang utama bagi anak, kareana bermain merupakan kebutuhan anak yang harus dipenuhi untuk dapat belajar melakukan sebagai kegiatan yang kreatif.

  1. Sebagai teman bicara.

Berbicara meraupakan alat komunikasi, alat mengungkapkan pikiran, alat mengungkap kan perasaan. Ibu/ bapak sebagai orang tua yang terdekat denagan anak dapat menjadi teman bicara yang baik.

Kemampuan berbicara anak dapat dikembangkan sesuai dengan pertumbuhan usia.

  1. Biaya untuk rumah tangga, makan, pakaian dan fasilitas keluarga hendaknya dari rezki dan sumber yang halal. Jangan sampai memberikan nafkah dari sumber yang tidak hala, karena hal itu tidak akan membawa ketenangan dan kebahagiaan dalam berumah tangga, dan cenderung akan menyebabkan pertumbuhan keperibadian anak menjadi negati, karena rasulullah pernah bersabda;

كل لحم نبت من حرام فالنار اولى به

Setiap daging yang tumbuh dari yang haram, maka Neraka lebih berhak pada orang itu

6. Pengelolaan Ekonomi Keluarga

Keluarga yang tentram dan bahagia dengan dasar kasih sayang dan saling mencintai damai sejahtera penuh pengertian satu sama lain sehingga kehidupannya terasa sejuk, gembira, sehat jasmaniah dan rohaniah serta penuh dinamika, adalah gambaran Keluarga Sakinah.  Hal ini dapat terwujud antara lain, bila keadaan ekonomi keluarga stabil.  Kestabilan ekonomi adalah keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran.  Ketidak stabilan ekonomi dapat mempengaruhi keimanan seseorang dan sering kali terjadi kasus keretakan rumah tangga yang disebabkan menipisnya iman.

Dalam hal ini Rasulullah mengajarkan agar kita berdoa :

Yang artinya :

“ Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada – Mu dari kufur dan kafir “.

( H. R. Imam Nasa’i  dan  Ibnu Hibban )

Pada dasarnya kebutuhan setiap keluarga adalah relatif dan tidak terbatas. Untuk menyeimbangkan antara pendapatan dan kebutuhan ada beberapa hal yang dapat dipilih misalnya dengan :

- Merencanakan anggaran rumah tangga.

- Meningkatkan pendpatan.

- Pola hidup sederhana.

Besar kecilnya penghasilan bukan merupakan dasar penentu utama dari cukup tidak-nya uang belanja tiap bulannya, melainkan sifat menghemat lebih penting dan lebih mendasar.  Sebab itu betapapun besarnya pendapatan jika berlaku boros akan terasa serba kurang ( tidak cukup ) uang belanja tiap bulannya.  Oleh karena itu dalam berbelanja dianjurkan secukupnya dan tidak berlebihan sesuai dengan firman Allah dalam surat Al – Furqan ayat  67 :

Yang artinya :

“ Dan ( ialah ) mereka yang apabila berbelanja, tidak boros dan tidak kikir, tetapi adalah ( belanja mereka ) berdiri di antara itu “.

Oleh karena itu perlu pernecanaan anggaran rumah tangga.

A.  Penghasilan Keluraga.

Terbatasnya penghasilan keluarga berpengaruh banyak terhadap suasana keluarga, antar lain :

-   Terbatasnya pemenuhan kebutuhan sehari – hari.

-   Kebutuhan khusus tidak terjangkau.

-   Pendidikan menjadi terhambat.

- Melemahnya iman yang berakibat mudah timbulnya kemarahan, kekecewaan, rendah diri, dan tidak jujur.

-Kesalah pahaman antara suami dan isteri.

Sebaliknya, melimpahnya penghasilan belum tentu menjamin kebahagiaan rumah tangga.  Tanpa landasan iman yang kuat, melimpahnya harta dapat berpengaruh negatif antara lain :

- Keinginan untuk memiliki apa saja yang belum dimiliki.

-    Keinginan untuk memiliki barang yang tidak dipunyai orang lain.

-    Penghasilan dan pengeluaran yang tidak dikontrol.

-    Cenderung membuat pengeluaran yang tidak perlu, bahkan mubazir.

-    Ketidak jujuran antara suami dan isteri dalam hal pengeluaran uang dan tidak ada

permufakatan.

Melimpahnya harta memang menjadi salah satu sebab tegaknya rumah tangga

untuk menuju Keluarga Sakinah, namun tanpa landasan iman yang kuat akan ber    -

akibat kacaunya rumah tangga.  Terbatasnya penghasilan atau melimpahnya harta da

pat mewujudkan Keluarga Sakinah apabila memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Pembinaan iman secara terus menerus.
  2. Musyawarah antara suami isteri untuk merencanakan anggaran rumah tanga dengan membuat prioritas pemenuhan kebutuhan.
  3. Sumber penghasilan dan sasaran pengeluaran secara jujur diketahui keduanya dan suami menyetujui rencana pengeluarannya.
  4. 4. Menghemat dalam setiap pengeluaran dan tidak berlebih-lebihan.

B.  Anggaran Belanja Keluarga.

Anggaran belanja adalah perencanaan pengeluaran disesuaikan dengan besarnya pendapatan sehingga dapat diatur dengan cara yang bijaksana, sesuai firman Allah dalan surat Al – Furqan ayat 67.

Misalnya dalam pengeluaran belanja sehari – hari agar tidak berlebihan sesuai dengan firman Allah dalam Al – Qur’an surat A’ raf ayat  31 : yang artinya  :

“ …….. makan dan minumlah, dan janganlah berlebih – lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang –orang yang berlebih – lebihan.

Juga memperhatikan  Al – Qur’an  surat Al – Maidah ayat  88 :Yang artinya :

“ Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada – Nya “.

Anggaran belanja tidak sama untuk tiap – tiap keluarga.  Masing – masing mempunyai anggaran belanja yang disusun sesuai dengan kebutuhannya.  Perencanaan keuangan dalam keluarga adalah suatu hal yang penting untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup, lebih – lebih untuk penghasilan yang pas – pasan dan tidak pasti.  Usaha untuk mengatasi atau menutup hutang / tunggakan perlu segera direncanakan dan dilaksanakan. Untuk mengatasi semua kesulitan yang mungkin timbul dalam masalah keuangan ini, tidak cukup hanya menyusun anggaran untuk tiap bulannya saja, tetapi perlu dibuat anggaran untuk jangka panjang dalam waktu satu tahun ( anggaran pendapatan dan belanja tahunan ).  Tentunya hal ini  bisa dibuat untuk yang mempunyai penghasilan tetap.

Proses pembuatan anggaran dan belanja keluaraga terdiri dari tahap – tahap :

  1. Mencatat pendapatan keluarga.
  2. Membuat daftar pengeluaran tiap bulan.
  3. Membuat kartu – kartu untuk pos – pos pengeluaran dan mengisinya.

Ad. 1.    Mencatat pendapatan keluarga.

Pendapatan keluarga yang sesungguhnya  ( dari suami isteri )  harus        diketahui dan dicatat sebaik – baiknya.

Pendapatan setiap bulan diisikan dalam tabel – tabel selama satu tahun.  Kemuadian dijumlah dan dibagi  12, sehingga hasilnya adalah rata – rata penghasilan tiap bulannya.

DAFTAR PENDAPATAN

Macam Pendapatan 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 Jumlah
1.  Gaji Suami

2.  Gaji Isteri

3.   Pendapatan sambilan

4.  Lain – lain

J u m l a h

Kolom daftar pendapatan itu diisi dengan ketentuan sbb.

  1. Daftar gaji bersih yang diperoleh secara tetap dan dari pendapatan sambilan dll.
  2. Bila pendapatan sambilan dan lain – lain tidak menentu, diambil jumlah yang mi-

nimum berdasarkan pengalaman yang telah lalu.

c.  Dengan mengetahui berapa banyak yang tersedia untuk stiap bulannya, da   pat di –

rencanakan cara mengaturnya.

-  3  -

Ad. 2.  Menbuat daftar pengeluaran setiap bulannya.

Jenis Uraiana Pengeluaran Jumlah Rp Jumlah seluruhnya

A.

B.

C.

Biaya Tetap

1.  Sewa rumah / angsuran

2.  Listerik dan air

3.  Biaya pendidikan

4.  Belanja sehari – hari

5.  Transfortasi

Biaya Tidak Tetap

1.  Persediaan pakaian

2.  Pajak kendaraan

3.  Biaya kesehatan

1.  Kebutuhan tambahan

( Sumbangan Sosial )

2.  Dana cadangan / dana hari suram

J u m l a h

Keterangan :

  1. Jumlah pendapatan sebulan    Rp ……………
  2. Jumlah pengeluaran sebulan   Rp ……………
  3. Untuk praktisnya dalam mencatat jumlah tiap penggolongan dibulatkan saja.
  4. Bila terdapat sisa dana karena pembulatan tadi , harus dimasukkan dalam pos persediaan kebutuhan tambahan.

Ad.  3.  Membuat kartu untuk pos – pos pengeluaran dan mengisinya dengan tertib.

Kartu ini perlu dibuat untuk semua pos pengeluaran baik yang tetap

maupun yang tidak tetap.  Kartu pengeluaran ini akan membantu dalam

memperhitungkan pengeluaran yang akan dibayarkan tiap bulannya, se-

lain itu juga berguna untuk memeriksa kembali pengeluaran tiap bulan -

nya untuk hal – hal yang dibayar dengan disisihkan.  Misalnya ongkos

pembuatan pakaian, pengobatan, dll.

Contoh :

Kartu pos pengeluaran pajak kendaraan.

No. Jenis Pengeluaran Jumlah
1. Pajak kendaraan

Yang dilunasi

Harus dilunasi tanggal  ………………..

( …………..  kali )

Sisihkan tiap bulan

Rp

Rp

Rp

Rp

-  4  -

No Tanggal Disisihkan Dikeluarkan Sisa
1.

2.

3.

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Rp

Jumlah Rp Rp Rp

BAB  III

MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA

Sebagai penanggung jawab pengelolaan ekonomi keluarga, ibu rumah tangga dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga dengan mengembangkan ketrampilan yang dimilikinya sejauh usaha itu tidak bertentangan dengan ajaran Islam, juga telah diijinkan oleh suaminya.

Firman Allah dlam Al  Qur’an surat Ar Ra’ad ayat 11 :

ﻢﻬﺴﻔﻧﺄﺒﺎﻣﺍﻮﺮﻳﻐﻳﻰﺘﺣﻢﻮﻗﺒﺎﻣﺮﻳﻐﻴﻻﷲﺍﻦﺇ

Yang artinya :

“  Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri “.

Peningkatan Pendapatan.

Untuk meningkatkan pendapatan ada dua alternatif ialah :

1.  Meningkatkan pendapatan dengan bekerja di luar rumah.

2.  Meningkatkan pendapatan dengqn tetap berada di rumah.

Ad. 1.  Bekerja di luar rumah.

Di dalam Hadits riwayat Syaikhani dari ‘Aisyah disebutkan :

ﺐﺴﻜﺎﻣﺒ ﻩﺮﺟﺃﺎﻬﺟﻭﺯﻠﻭ ﺖﻗﻔﻧﺃ ﺎﻣﺒ ﺎﻫﺭﺠﺃﺎﻬﻠ ﻥﺎﻛ ةﺪﺴﻓﻣﺮﻴﻏﺎﻬﺟﻮﺯ ﺖﻴﺒ ﻦﻤ ةﺃﺮﻣﻠﺍﺖﻗﻔﻧﺃﺍﺬﺇ

Yang artinya :

“  Apabila seorang wanita keluar dari rumah suaminya untuk mencari nafkah guna

membantu suaminya dengan tidak menimbulkan kerusakan, maka ia mendapat fa –

hala dari apa yang ia usahakan, dan bagi suaminya juga mendapat fahala dari apa

yang ia usahakan “.

Selain mendapat ijin suaminya, persyaratan lain yang harus dipenuhi ialah :

1.  Pekerjaan yang baik dan halal serta penghasilan yang halal.

Misalnya : berjualan, menjadi buruh, guru, dsb.

2.  Tidak bertentangan dengan harkat dan martabat wanita.

3.  Tidak menimbulkan fitnah.

Misalnya  :   menjadi hostes, pramuria, dsb.

4.  Tidak menelantarkan tugasnya sebagai isteri, ibu rumah tangga, dan pendidik puteranya

5.  Tetap menjaga kesucian dan kehormatan dirinya.

-  5  -

Ad.  2.  Bekerja tetap di dalam rumah, antara lain :

  1. Memanfaatkan limbah rumah tangga untuk pemeliharaan ikan/ lele.
  2. Peternakan ayam.
  3. Memanfaatkan ketrampilan.
  4. Menyewakan alat – alat untuk peralatan.
  5. Katering pesanan makanan dan snack.
  6. Memanfaatkan kebun dan halaman.

Semangat Kerja

Untuk mendukung keberhasilan usaha yang dilakukan, wanita yang bekerja/wanita

karir perlu memiliki semangat kerja.  Adapun rumusan semangat kerja adalah sbb.

a.  Kerja yang diusahakan harus diniatkan sebagai pengabdian kepada Allah, sehingga me-

lahirkan keikhlasan dalam bekerja dan timbul semangat untuk bersungguh-sungguh.

b.  Kerja harus dilengkapi dengan disiplin diri yang kuat, yang dapat mendorong lahirnya

sikap tegar dalam menghadapi hambatan-hambatan yang timbul.

c.  Selalu mawas diri untuk peningkatan kwalitas kerjanya.

d.  Dalam bekerja harus disadari sikap kerja keras untuk mencapai hasil yang optimal.

e.  Rasa cinta pekerjaan harus ditimbulkan supaya ada keinginan untuk selalu mengembang

kan hasil usaha.

f.  Kerja  tidak harus berdasar jumlah  hasil kerja  yang didapat,  tetapi diarahkan  pada ke -

mauan keras/kuat untuk selalu bekerja sehingga dapat menimbulkan suasana damai da –

lam bekerja.

BAB  IV

POLA HIDUP SEDERHANA

1. Menentukan sasaran yang tepat.

Sasaran pengeluaran untuk hal-hal yang diluar pengeluaran bulanan sebaiknya

selalu dibicarakan terlebih dahulu diantara suami dan isteri.  Pembicaraan ini penting

untuk menentukan pilihan terhadap rencana sasaran pengeluaran jangka pendek mau

pun jangka panjang.  Misalnya :   sasaran pengeluaran untuk pembelian perlengkap –

an rumah tangga.

Dengan menentukan skala prioritas,  keputusaan untuk membeli suatu barang diikuti

Penundaan  untuk pembelian barang yang lain.    Untuk menjadi pengelola keuangan

yang baik  harus selalu  mengadakan perhitungan lebih dahulu,   sebelum melakukan

pembelian barang.

2.  Memahami Jenis Kebutuhan Hidup.

Karena kebutuhan hidup yang harus dipenuhi bermacam-macam, maka se –

baiknya mengetahui tentang pengelompokan kebutuhan hidup, yaitu :

  1. Kebutuhan Primer  ( Pokok )

Kebutuhan primer adalah kebutuhan yang tidak bisa ditunda pemenuhannya, sebab bila ditunda akan mengganggu atau mempengaruhi secara langsung kehidupan  manusia.  Yang termasuk kebutuhan primer yaitu ; pangan, sandang, dan papan.

-  6  -

  1. Kebutuhan Sekunder.

Kebutuhan sekunder berfungsi untuk memelihara kelangsungan hidup manusia dan untuk menghindari hal-hal yang mengakibatkan terancamnya kehidupan seseorang.  Misalnya :    pengobatan,  keamanan,  alat pencegah timbulnya bencana, biaya pendidikan, dll.

  1. Kebutuhan Pelengkap.

Kebutuhan ini berfungsi untuk memberi kenikmatan bagi manusia. Kebutuhan akan barang ini tergantung pada pertimbangan dan disesuaikan dengan taraf hidup.  Kebutuhan ini biasanya berupa barang mewah ( sesuai taraf hidupnya ).

Pengeluaran rumah tangga harus diarahkan pada sasaran yang tepat sehingga tidak melebihi pendapatan.  Besar kecilnya pendapatan bukan merupakan faktor utama yang menentukan cukup tidaknya pemenuhan kebutuhan. Yang terpenting adalah adanya program pengatur keuangan yang tepat dan usaha penghematan. Menghindari pemborosan untuk hal-hal yang tidak penting akan sangat membantu terpenuhinya semua kebutuhan hidup sesuai taraf hidup masing-masing.

Adapun yang dimaksud faktor utama pemenuhan kebutuhan adalah :

  1. Mempunyai hasrat yang sangat besar untuk tercukupi dalam hal keuangan.
  2. Mengadakan pengaturan secara hemat, praktis, dan konsekwen.

Untuk melaksanakan tersebut perlu usaha yang mantap, tekun dan sabar.

Anggaran belanja bulanan dihitung secara rata-rata, tapi dalam kenyataannya tidak satu bulanpun yang pengeluarannya sama dengan rata-rata, mungkin di bawah atau di atas rata-rata.  Pada akhir tahun semua anggaran belanja sebaiknya diusahakan  dijumlahkan sesuai dengan jumlah pengeluaran termasuk dana cadangan.

BAB   V

P E N U T U P

IV.  DO’A

Banyak firman Allah dalam Al Qur’an dan Sabda Nabi yang menaganjurkan untuk berdo’a antara lain di dalam surat Al Baqarah ayat 186 sebagai beriku

واذا سألك عبادي عني فاني قريب, اجيب دعوة الداعي اذا دعاني, فاليستجيبوالي واليؤمنوا بي لعلهم يرشدون

Artinya. Dan apabila hamba hambaku bertanya kepadamu tentang aku, maka (jawablah ) bahwasanya bahwa aku sangat dekat aku mengabulkan permohonan orang orang yang berdo’a, apabila ia berdo’a  kepadaku, maka hendaklah mereka itu memenuhi(segala perintah-KU ), agar mereka selalu berada dalam kebenaran.

Manusia sangat dianjurkan untuk berdo’a bahkan tercela manusia apabila tidak mau berdo’a apabila menganggap dirinya sempurna, padahal mansuai memiliki sifat kekurangan.

Do’a juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan ma’unah dan karunia Allah SWT. Didalam meraih keberhasilan dalam setiap ikhtiar manusia, untuk itu ada kami tampilkan beberapa do’a keseharian, yang sangat penting diamalkan.

Soemoga Do’a diterima do’a diterima oleh Allah Swt. Amin.

DO’A DO’A YANG DIAMALKAN SEBELUM BERAKTIFITAS.

  1. Do’a ketika akan melakukan senggama ( Jima) bagi suami istri.

اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان عنما رزقتنا

Artinya; Dengan nama Allah Ya Allah jauhkanlah kami dari godaan setan dan jauhkan pula ya Allah setan itu dari anak yang akan kau anugerahkan kepada kami .

  1. Niat mandi hadast besar setelah jima, haid dan habis melahirkan ( wiladah) .

نويت الغسل لرفع الحدث الأكبر فرضا لله تعالى

Artinya “ Sengaja aku mengangkatkan hadas besar dari pada sekalian badan fardhu atasku karena Allah Ta’ala.

  1. Do’a semoga mendapat anak yang saleh

ربنا هب لنا من أزواجنا وذريتنا قرة أعين واجعلنا للمتقين اماما

Ya Allah yang Tuhan kami, berilah kami istri istri anak cucu kami sebagai penyejuk hati ( kami ) dan jadaikanlah kami sebagai ikutan orang orang yang taqwa.

  1. Do’a semoga mendapat keturunan yang baik baik .

ربنا هب لنا من لدنك ذرية طيبة انك سميع الدعاء

“ Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi engkau seorang anak yang baik, sesungguhnya engkau maha mendengar ( segala ) do’a.

رب اجعلنى مقيم الصلاة ومن ذريتي

“ Ya Tuhanku, jadikanlah aku orang yang menegakkan sholat beserta anak keturunanku.

  1. Doa untuk  Ibu Bapak.

رب اغفرلي ولوالدي وارحمهما كما ربياني صغيرا

Ya Allah ampunilah aku dan kedua orang tuaku (Ibu Bapak) dan kasihanilah keduanya sebagai mana keduanaya telah mengasihiku waktu  kecil.

6.   Do’a akan belajar.

رضيت بااله ربا وبالأسلام دينا وبمحمد نبيا ورسولا رب زدني علما وارزقني فهما.اّمين

“ aku rela Allah Tuhanku, islam agamaku dan Muhammad Nabi dan utusanNYa Ya Allah tambahilah aku ilmu dan berilah aku kepahaman Ya Allah kabulkanlah do’aku.

7.   Do’a sesaudah belajar.

اللهم ارناالحق حقا وارزقنااتباعه وأرنالباطل باطلآ وارزقنااجتنابه

“ Ya Allah tunjukanlah kepadaku bahwa yang benar itu tampak benar dan karuniakanlah kepadaku untuk dapat mengikutinya Tunjukanlah kepadaku yang salah itu tamapak salah dan karuniakanlah kepadaku untuk menjauhinya.

8.  Do’a bepergian

بسم الله توكلت على الله لا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم

‘ Dengan nama Mu Ya allah aku berserah diri (kepadaMu) tidak daya dan kekauatan keacuali atas ijin Allah yang Maha Agung.”

6.  Do’a akan tidur.

باْسمك اللهم أحيا وباسمك اموت

“ Dengan namamu, Ya Allah aku hidup dengan namamu aku mati “

7.  Doa. Bangun tidur..

الحمد لله الذى احيانا بعدما اماتنا واليه النشور

“ Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan kami sesudah mematikan kami dan kepadanyalah kami kembali”.

8.  Do’ akan makan dan minum.

اللهم بارك لنا فيما رزقتنا وقنا عذابالنار

“ Ya Allah berikanlah apa yang rejekikan kepada kami dan jauhkanlah kami dari siksaan dari api neraka’.

  1. Do’a sesuadah makan dan minum.

الحمد لله الذى أطعمنا وسقانا وجعلنا مسلمين

“ Segala puji bagi Allah yang telah memberi kami makan dan minum serta menjadikan kami orang muslim”.

10.  Do’a akan masuk kamar kecil/ WC

اللهم اني اعوذبك من الخبث والخبائث

“ Ya Allah aku berlindung kepadam Mu dari segala kotorana dan perbuatan dosa”.

11.  Do’a keluar dari kamar kecil/ WC.

الحمد لله الذى أذهب عنى الاذى وعافنى

Segala puji bagi Allah yang telah menghilangakan penyakitku dan menyehatkan aku”.

13.  Do’a sesuadah wudhu.

اشهد الااله الاالله وأشهد ان محمدا عبده ورسوله, اللهم اجعلنى من التوابين واجعلنى من المتطهرين

“ Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusannya

Ya Allah jadikanlah aku orang yang suka bertobat, suka membersihkan diri dan jadilkanlah aku termasuk hamba hambamu yang saleh”.

  1. Do’a untuk kebaikan dunia Akhirat.

ربنا اّتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار

Ya Allah berilah kami kebaikan di dunia dan di akhirat dan jauhkanlah kami dari siksan api negara.

MENCARI TIANG JIN

Dalam 1 di Januari 19, 2010 pada 2:45 pm
Mencari ‘Tiang Soko Ungu’ di Masjidilharam
Date: Friday, December 18 @ 16:40:54 MYT
Topic: Pendidikan

Nukilan Haji Kas

Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang, selawat dan salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad s.a.w.

Renungan
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat: dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (Maksud ayat 27 Surah Ibrahim)

KAMI suami isteri sedang berdiri di kawasan lama Masjidilharam yang dibangunkan pada zaman Bani Abasiyah. Pagi itu kami ke masjid seperti biasa untuk beribadat.

Hatiku berasa damai berada dalam Masjidilharam. Melihat Kaabah yang menimbulkan rasa kagum. Melihat orang tawaf yang tidak putus-putus. Melihat jemaah pelbagai bangsa melakukan ibadat.

Suasana itu menimbulkan rasa takwa dalam hati. Sebelum pulang aku ingin menghayati suasana Masjidilharam ini. Entah kapan aku dapat menziarahi lagi Kaabah, aku tak tahu. Dua tiga hari lagi aku akan pulang ke tanah air.

Dalam suasana demikian, tiba-tiba aku didatangi sepasang remaja dari Indonesia. Mereka bertanyakan ‘Tiang Soko Ungu’. Si lelaki memakai kain sarong Pekalongan corak hitam-ungu. Baju putih potongan Cina Betawi. Bersongkok hitam. Si perempuan bajunya kebaya putih pendek. Kain lepas dan bertudung.

Semasa di dataran tawaf tadi, selepas menunaikan tawaf sunat, aku didatangi oleh seorang haji muda dari Pulau Pinang. Dia pakai ihram. Agaknya baru balik dari Tanaim memasang niat umrah. Dia bertanya Multazam. Segera aku terangkan, Multazam terletak di antara penjuru Hajar Aswad dengan pintu Kaabah.

Tempat-tempat bersejarah yang ada hubung kait dengan pekerjaan haji dan umrah, aku pelajari daripada buku sejarah Makkah dan Madinah sebelum ke Tanah Suci.

“Tumpang tanya, pak!” tanya si lelaki remaja dari Indonesia itu dengan sopan. “Bapak tahu ‘Tiang Soko Ungu’? Di mana lekatnya, pak?”

Aku agak terpinga-pinga ditanyai demikian. Tidak ada dalam kamus fikiranku ‘Tiang Soko Ungu’ semasa mengerjakan haji di Makkah ini. Dalam buku ‘Manasik Haji’ tidak ada cerita ‘Tiang Soko Ungu’. Tiang Wahyu ada di Madinah, di kawasan Raudhah, berhampiran makam Nabi saw. Yang aku tahu Masjid Jin ada di Makkah.

Aku pandangi isteriku yang berdiri di sebelahku, kok dia tahu. Tapi dia menggelengkan kepala.

“Tiang Soko Ungu? Maaf dik. Saya ngak tau,” kataku jujur, mengikut loghat mereka.

Dia kelihatan kecewa tapi mengucapkan terima kasih lalu pergi dari situ. Agaknya mereka terus mencari ‘Tiang Soko Ungu’ itu.

“Kenapa mereka mencari ‘Tiang Soko Ungu’?” terbentik pertanyaan ini dalam kepalaku.

“Mana satu ‘Tiang Soko Ungu’? Bukan seribu dua tiang dalam Masjidilharam ini?”

Mataku segera memerhatikan tiang-tiang di hadapanku. Tapi tiada yang ungu. Semuanya sama – putih.

Lantas aku teringat cerita orang tua-tua kampung. Katanya, di Masjidilharam ada sebatang ‘Tiang Soko Ungu’, tempat orang menuntut ilmu pesugehan. Tapi aku tidak pasti kebenaran cerita itu.

Menurutnya, ada orang pergi ke Makkah menunaikan haji sambil mengambil ilmu pesugehan. Mereka ingin cepat kaya seperti Qarun dengan melakukan perbuatan syrik. Mereka minta kekayaan kepada syaitan tidak kepada Tuhan.

Mereka menuntut ilmu pesugehan itu daripada seorang badal di Makkah. Mereka disuruh memeluk ‘Tiang Soko Ungu’ yang ada di Masjidilharam.

Setelah pulang ke negeri asalnya, mereka disuruh belayar ke Tanah Jawa. Katanya Makkah dan Tanah Jawa ialah dua kembaran negeri yang serasi, seperti kapur dengan kunyit, untuk pengeras menuntut ilmu pesugehan itu.

“Apakah budak Indon itu hendak menuntut ilmu pesugehan?” hatiku curiga. “Kan banyak tempat di Kaabah doa kita dikabulkan Tuhan? Contohnya Multazam, Maqam Ibrahim, Hijir Ismail dan banyak tempat lagi. Kenapa ‘Tiang Soko Ungu’ yang dicarinya? Tidakkan dia telah melakukan perbuatan kurafat yang membawa syirik semasa menunaikan haji dan umrah ini?”

Aku perhatikan lagi tiang-tiang di hadapanku. Tapi tidak ada yang ungu. Semuanya kelihatan sama-putih.

Sedang aku tercegat sambil memerhatikan tiang-tiang itu, seolah-olah Tuhan membuka hijab pemandanganku, tiba-tiba aku melihat sebatang tiang ganjil di hadapanku.

Mungkin Tuhan hendak memperlihatkan kebesarannya. Aku diuji dengan diperlihatkan tiang ganjil itu untuk ia menjadi peringatan kepadaku. Seperti Tuhan tunjukkan kepada Adam dan Hawa pohon terlarang di dalam syurga.

“Jangan kedua-dua kamu dekati ke pohon ini, akan jadilah kamu berdua orang yang aniaya.” Surat Al-Baqarah Ayat 35.

Tapi Nabi Adam dan Siti Hawa termakan bujukan syaitan dan mereka terkeluar dari syurga, diturunkan ke bumi.

Tiangnya berwarna kelabu-ungu. Beza dengan tiang-tiang lain yang berwarna putih. Alas tiang daripada batu granit tua dan sudah pecah. Bahagian bawahnya disimpai besi demikian juga atasnya. Besi itu sudah karat, menunjukkan tiang itu sudah tua. Mungkin sudah beribu-ribu tahun usianya.

Aku cuit bahu isteriku.

“Nampak tak tiang di hadapan tu?” aku tunjuk dengan mulut.

“Ia kelihatan ganjil. Warnanya kelabu-ungu. Apakah tiang itu dimaksudkan oleh anak muda dari Indonesia itu?”

Isteriku melihat tiang yang aku tunjuk. Dia perhatikan tiang-tiang lain. Dia hendak mencari kelainannya.

“Ia lain berbanding tiang-tiang yang lain, bang,” katanya kemudian.

“Ganjil. Warnanya pun kelabu-ungu.”

“Nampak tak, ada simpai besi pengikat bahagian bawah dan atas tiang itu. Tiang-tiang lain tidak,” aku memberitahu.

“Apakah itu ‘Tiang Soko Ungu’ bang yang dicari oleh budan Indon tadi?” tanyanya.

“Entahlah. Aku tak tau,” kataku.

“Tak perasan pulak ada tiang ganjil di hadapan kita. Budak Indon tadi pun tak perasan agaknya,” katanya kemudian.

“Mungkin Tuhan hendak memberi peringatan kepada kita. Atau hendak menguji iman kita. Kita diperlihatkan tiang ganjil itu supaya jangan didekati,” aku cuba menerangkan kepada isteriku.

Aku mula muhasabah diri. Andainya aku sudah diperlihatkan Tuhan sebelumnya, ada tiang ganjil dan ungu di hadapanku itu, apakan aku akan tunjukkan kepada mereka?

Ada kemungkinan akan aku tunjukkan. Ini ialah fitrah diriku yang ingin menolong sesama insan. Lebih-lebih lagi di Tanah Suci sewaktu menunaikan fardu haji. Tentunya aku termasuk orang yang bersyubahat.

“Maha Suci Tuhan. Engkau telah menyelamatkan diriku daripada bersyubahat melakukan perbuatan syirik. Sesungguhnya Tuhan telah memberi peringatan,” fikirku dalam hati.

Aku mengucap sykur kepada Tuhan.

Aku tinggalkan tempat itu untuk menunaikan solat dhuha. Kemudian naik ke tingkat atas untuk meninjau tiang ganjil itu.

Dari atas jelas kelihatan tiang ganjil itu. Warnanya kelabu-labuan ungu. Simpai besi di bahagian bawah dan atas sudah karat.

Apakah itu ‘Tiang Soko Ungu’ yang dicari oleh sepasang anak muda dari Indonesia tadi? Aku tidak pasti.

Yang pasti, aku telah diperlihatkan oleh Tuhan sebatang ‘Tiang Ganjil’ di Masjidilharam. Ini seolah-olah menjadi peringatan kepada diriku jangan mendekati tiang ganjil itu.

Nawaitu dari rumah untuk menunaikan fardu haji perlu betul. Ini bagi mendapatkan keampunan daripada Tuhan dan haji yang mabrur. Niat itu tidak akan aku selewengkan dengan mencampur-adukkan perbuatan syrik, bidaah dan kurafat. Maha Suci Tuhan.

http://lanh14.blogspot.com

This article comes from TKOdaily.net

http://www.tkodaily.net/v2

The URL for this story is:

http://www.tkodaily.net/v2/modules.php?name=News&file=article&sid=2405

BEBERAPA KEJANGGALAN DALAM BERHAJI

Dalam 1 di Januari 12, 2010 pada 1:30 pm

BEBERAPA KEJANGGALAN DALAM BERHAJI.

1. Mencium Hajaral Aswad seakan hal yang wajib. Mereka mesti melakukannya meskipun untuk yang sunnat itu mereka dapatkan dengan resiko nyawa sebagai taruhannya, terhimpit dan tersikut, bahkan dengan melakukan yang haram dengan cara; jamaah perempuan membayar ojek yang akan mebantunya sampa ke Hajaral Aswad dengan dipeluk oleh laki laki ojek yang bukan muhrimnya itu.

Padahal saat di Madinah, , Tidak sebanyak di Hajaral Aswad orang berjejal, berebut, tidak ada orang saling himpit dan sikut sikutan untuk I”tikaf di Radloh.

2. Untuk mencium Hajaral Aswad Mereka mesti pergi tengah malam ke Masjidil Haram bahkan bisa lebih awal,
Tapi di Masjid Nabawi, jam tiga dinihari masjid masih lengang.

3. Sholat sunat tahajjud, witir, dhoha, dan taubat selalu dikerjakan, qabliyah dan ba’diyah tidak pernah dilewatkan.
Tapi tidak sedikit yang melakukan sunat ba’diyah subuh. Padahal tidak ada sunat ba’diyah subuh, meski saat itu di Masjidil Haram tidak terlarang sholat sunat.

4. Ada yang sholat subuh tiga rakaat, kejadiannya; subuh Jum’at Imam membaca surah Assajdah, sampai pada ayat sajjadah Imam langusung sujud tilawah ( satu kali ) terus berdiri lagi dan melanjutkan bacaannya, jamaah malah ruku’, baru sujud dua kali, terus berdiri lagi bersama Imam hingga Imam selesai dua rakaat dan jamaah itu pada rakaat ketiga.

5. Ada jamaah yang sholatnya balap balapan, kejadiannya; jamaah terlambat datang, Imam sudah satu rakaat, ia takbiratul Ihram, lalu ruku, sujud, lantas ia ikut Imam sama sama pada rakaat berikutnya hingga salam.

6. Ada jamaah yang memeluk, mengusap dan mencium tiang masdjil Haram Makkah, tiang itu agak sedikit beda karena permukaannya kasar tidak licin seperti tiang lainnya yang berlapis batu pualam. Saya tanya orang Arab yang berjaga disekitar situ, Arab itu malah menceramahi aku, katanya itu syirik, saya katakan saya ini petugas Haji Indonesia, katanya, apalagi petugas, jangan sampai melakukan hal yang salah lalu ditiru jamaah, saya katakan bahwa saya perlu tahu penjelasannya kenapa orang orang begitu, agar saya bisa menjelaskan kepada jamaah Indonesia, Saya tanya, siapa saja yang biasa mencium tiang itu, katanya orang Afganistan, Indonesia sedikit. Katanya lagi, tanya saja pada orang Afganistan itu, Saya dekati dua orang orang afganistan usai ia mencium tiang itu, Isy haza ( apa ini ? ) Haza ‘amud yattaki u alaiha Rasulullah hinal mi’raj, wabihaza bait ummi Hani ( Ini tiang, dimana Rasulullah bersandar saat mi’raj, dan disini rumah Ummi Hani ( binti Abi Thalib; sepupu Rasulullah ) Saya katakan “Waq’atal mi’raj fi palesthin, wahaza ‘amud mafi ( peristiwa mi’raj itu di pallestina dan saat itu tiang ini belum ada ) orang Afganistan itu pergi tanpa bicara. Datanglah dua orang Indonesia, melakukan hal yang sama, saya tanya “ ada apa ini” katanya ini tiang Rasulullah bersandar ketika Mi’raj, dan disini Rasulullah mengikat Borak” saya katakan mi”rajkan itu di Palestina dan saat itu tiang ini belum ada, si Indonesia itu berkata “ kalo nggak percaya, ya sudah, sambil berlalu, pergi dengan nampak kesal atas pertanyaan saya. Si Arab mengatakan, satu satunya riwayat yang sahih berkenaan dengan tiang itu adalah bahwa disitu biasanya Nabi Muhammad saw dahulu mengikatkan ontanya, namun tidak ada penjelasan apakah disitu dulunya berupa pohon ataukah tonggak atau berupa apa tempat mengikat onta yang dimaksud, yang pasti tiang yang mereka cium itu belum ada saat itu. Saat ini sebagian orang mengenal tiang itu sebagai “tiang Jin”.
7. Ada jamaah yang pingsan saat thawaf, pada saat putara ke 47 dari 49 putaran yang ia rencanakan. Hal itu ia lakukan karen a ia ingin thawaf sebanyak 7 kali, jadi 7 kali 7 jumlah 49 putara. Padahal thawaf itu tujuh kali putaran ditutup dengan sholat sunnat thowaf, bahkan dianjurkan untuk minum air zam zam sebelum sholat. Kalau sekaligus 49 putaran, kami belum tahu dalil atau dasarnya.
8. Ada yang melakukan umrah sunnat berulang ulang seusai berhaji, ia rencanakan sebanyak tujuh kali, entah pada umrah yang keberapa ia jatuh sakit setelah berihram dengan mengambil miqat di tan’im. Karena sakit ia langsung istirahat dirumah dan pakaian ihram ia tanggalkan begitu saja. Petugas tahu karena isterinya bercerita kepada petugas medis, petugas medis mengingatkan isterinya itu bahwa Ihram tidak bolleh dilepas begitu saja, kalau umrah tidak diteruskan karena sakit maka harus bayar Dam. Setelah itu baru ia mengurus penyelesaian Dam nya.
Itulah sebabnya kalau ibadah ikut ikutan dan sepertinya terlalu bernafsu, tanpa dilengkapi ilmunya, lebih faham dokter yang biasa dikenal cuma tahunya urusan suntik dan obat batuk semata.
9. Beberapa orang perempuan duduk santai diteras hotel padahal saat itu dimasjid sedang dikumandangkan azan magrib. Seorang jamaah laki laki mengingatkan ibu ibu itu, bahwa ini magrib, di masjid sudah azan, kalau tidak sholat sebaiknya jangan duduk di teras. Para perempuan itu lantas buru buru masuk kedalam sambil meminta maaf kepada yang mengingatkan.
10. Beberapa orang perempuan keluar hotel dengan berpakaian daster, jamaah laki laki mengingatkan ibu ibu itu, bahwa ini di Arab, Makkah mereka akan memandang aneh sekali kejadian itu. Para perempuan itu lantas buru buru masuk kedalam sambil meminta maaf kepada yang mengingatkan.
11. Ada jamaah laki laki keluar kamar dengan berpakaian celana pendek, bergabung dengan jamaah lainnya. Seorang temannya mendekati orang itu dan membisikinya, dengan tersenyum, sambil mengucapkan terima kasih orang itu mamsuk kamar dan keluar lagi dengan pakaian lebih rapi.
Yang dibisikkannya adalah “bercelana pendek itu ditengah umum tidak pantas bagi orang yang sudah haji”

12. Beberapa orang membeli buah, buahnya berwarna oklat, kering dan keras.
Mereka menyebutnya “buah nyaman” pada etnis yang berbeda menyebutnya “buah senang” Saya tanya untuk apa? Katanya disimpan ditempat uang di toko, atau di tempat beras, atau dilemari anak gadis. Maksudnya agar hidup selalu nyaman.
Saya tanya kepada yang menjual. Ini namanya buah YAMAN, dari pohon YAMAN, tumbuhnya di YAMAN, yang menjual juga orang YAMAN. Lisy Haza ( Untuk apa kegunaannya ? ) lil aqim, duqqa haza, waduqqa haza, bilmuya ka sain, bukrah syurb rijal walhormah. Wad’ullah, insyaallah. ( Dipecah kulitnya, dikeprak isinya, direndam pada dua gelas air, pagi hari diminum oleh laki laki dan isterinya, berdo’a kepada Allah, Insyaallah berhasil )
Ternyata buah Yaman itu adalah untuk obat herbal penyubur bagi pasangan mandul. Sementara oleh jamaah haji Indonesia dianggap sbagai azimat, buah pembawa nyaman hidup orang yang menyimpannya, suatu kepercayaan yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan tujuan asal dari orang Yaman penjualnya. Kepercayaan terhadap suatu benda sebagai azimat seperti itu adalah termasuk syirk atau menyekutukan Allah dan merupakan dosa besar, yang seharusnya tidak dilakukan oleh orang yang berhaji.

13. Di Masjid nabawi, jam dua lewat dinihari, orang sudah mulai banyak yang ber ‘itikaf, ada dua dua orang tua sekitar satu setengah meter dikiri belakang saya, dari raut wajahnya nampak orang orang itu tergolong tanpan dimasa mudanya. Tapi sejak saya duduk disitu hingga hampir satu jam kemudian, kedua orang terus mengobrol, sampai saya merasa tidak nyaman karenanya, akhirnya saya tidak sabar, dengan berat hati saya tegur agar tidak ngobrol lagi.

Jauh jauh dari Indonesia ke Madinah, dengan ongkos 37 juta rupiah, bangun tengah malam, datang kemasjid hanya untuk ngobrol, padahal orang lain selalu berzikir, membaca Alqor an atau tafakkur, sebagian lagi ada yang berbaring tidur bila terlalu mengantuk.

HAJI,IBADAH,TRADISI DAN KEBANGGAAN

Dalam 1 di Januari 11, 2010 pada 8:07 am

HAJI

IBADAH, TRADISI DAN KEBANGGAAN.

Drs. H. Kurniadi

Ada diantara jamaah yang bertanya kepada salah seorang ja,maah lainnya     “ adat kami, seusai berhaji, ada yang memakaikan kopiah haji bagi laki laki atau bolang bagi perempuan ( tutup kepala tradisisional Arab ) bgaimana ya? Yang ditanya menjawab “ maaf, saya tidak tahu adat itu” karena yang ditanya  berlainan adat dengan jamaah yang bertanya.

Yang ditanya tadi katanya hanya pernah mendengar sedikit cerita mengenai acara “pasang bolang” itu, orang yang memesangkan bolang umumnya mendapat hadiah dari mereka bisa berupa uang ataupun barang.

Ada pula yang menyatakan bahwa “adat kami, setiap orang berhaji, ia mesti berkorban di Makkah, disamping bayar Dam. Karenanya mereka harus menyediakan uang untuk dua ekor kambing, satu untuk korban dan satunya lagi untuk bayar dam. Padahal, korban itu semestinya dibagikan untuk tetangga, karenanya lebih afdal di tanah air, bagitu kata Syekh Umar Sudeis yang berkunjung ke kemah kami saat di Mina.               .

Setiap orang begitu bersemangat untuk mencium Hajaral Aswad, meskipun harus bersusah payah, jatuh bangun, terdorong dan terhimpit ditengah ratusan orang, dengan resiko yang riskan bagi yang fisiknya lemah. Begitu kuatnya keinginan itu, sampai yang pakai kursi roda juga minta dibawa kesana, bahkan tidak sedikit yang harus membayar ojek, tidak masalah kalau laki laki dipapah oleh ojek laki laki juga, tapi kalau saja perempuan ( maaf , terpaksa dipeluk oleh laki laki ojek yang bukan muhrimnya, tentu saja itu haram )  itu semua karena setelah pulang nanti mereka ditanya oleh keluarganya “apakah kamu dapat mencium hajaral aswad? “ kalau tidak, tentunya akan ada perasaan tidak enak.

Ada diantara jamaah yang bertanya “ bagaimana sebenarnya pakaian orang haji itu ?”. Pertanyaan ini mungkin muncul karena melihat sebagian dari jamaah membeli pakaian tradisional bangsawan Arab berupa jubah atau gamis plus iqal ( ikat kepala pria ) dan bolang untuk wanita.

Petugas menjawab, sesungguhnya pakaian orang haji itu adalah yang menutup aurat, modelnya mau kayak bangsawan Arab; jubah atau gamis plus igal dikepala, boleh, atau mau pakai jas seperti orang bole juga boleh, asal pantas dilingkungannya.

BEGIITULAH JIKA RANGKAIAN IBADAH HAJI DILAKUKAN SEBAGAI SUATU TRADISI

Mencium Hajaral Aswad seakan  hal yang  wajib padahal itu cuma sunnat yang tidak setiap kali thowaf Rasulullah dan sahabat melakukannya. Mereka mesti melakukannya meskipun untuk yang sunnat itu mereka dapatkan dengan resiko nyawa sebagai taruhannya, terhimpit dan tersikut, bahkan dengan melakukan yang haram dengan cara jamaah perempuan membayar ojek yang akan mebantunya sampa ke Hajaral Aswad dengan dipeluk oleh laki laki yang bukan muhrimnya. Ia menjadi wajib bagi mereka yang menganggapnya sebagai adat dan  akan ada pertanggung jawaban adat untuk itu, begitu tiba dirumah, ia akan ditanyai oleh keluarga atau kawan kawannya, dan akan malu jika jawabannya “tidak” dan tentu saja ada kebanggaan tersendiri jika jawabnya “ya”.

Acsesoris  haji sangat penting untuk dipakai dan pengalaman  unik selama berhaji sangat penting didapatkan karena itulah yang bisa dibanggakan.

BEGIITULAH JIKA  AMALIYAH IBADAH HAJI DILAKUKAN SEBAGAI SUATU KEBANGGAAN

Ikhklas artinya niat dan motivasi; pertimbangan hati atas apapun yang kita lakukan hanya karena Allah, hanya semata mata melaksaaka perintah Allah, hanya semata mata mengikuti sunnah Rasulullah.

Ada tiga hal yang merusakkan ke -ikhlas-an itu, yaitu ‘ujub, riya dan sum’ah.

‘Ujub artinya ada rasa bangga dalam hati karena merasa ada kelebihan pada dirinya karena sudah melakukan suatu kebaikan atau menghindari dosa, ujub ini, orang lain tidak tahu hanya dirinya yang merasa dan Allah yang tahu.

Riya, artinya ada di hati ingin pamer saat melakukan suatu kebaikan atau menghindari dosa. ,perihal hatinya yang  ingin pamer ini orang lain tidak tahu hanya dirinya yang merasa dan Allah yang tahu.

Sum’ah, artinya ada di hati ingin didengar orang beritanya saat melakukan suatu kebaikan atau menghindari dosa. ,perihal hatinya yang  sum’ah ini orang lain juga tidak tahu hanya dirinya yang merasa dan Allah yang tahu.

Orang berpakaian bagus, lalu ada rasa bangga dalam dirinya dengan pakaian bagus itu, berarti ia ‘Ujub, tapi dengan berpakaian biasa biasa saja, namun dihatinya merasa lebih hebat  karena mau tampil sederhana juga ‘Ujub

Orang berpakaian bagus Saat pulang haji, karena ingin menyenangkan para penjemputnya, atau karena mensyukuri n’mat Allah, itu baik, tapi jika karena ingin dilihat orang sebagai orang yang sudah haji, itulah riya,

Pulang haji dengan berpakaian biasa biasa saja, karena Islam mengajarkan hidup sederhana, itu baik, tapi dengan berpakaian biasa biasa saja, namun dihatinya ingin dilihat dan dipuji orang sebagai orang sederhana, juga ‘Riya’

Mencium Hajaral Aswad karena Rasulullah dan sahabat melalukan itu, semata mata karena mengikuti sunnah, itu ibadah yang benar. Tapi jika karena untuk menjawab pertanyaan keluarga setelah pulang haji, itu Sum’ah. Setelah berhasil mencium Hajaral Aswad ia bercerita kepada kawannya, begiitu juga sum’ah, dihatinya ada rasa bangga apalagi jika kawannya itu belum, itupun juga ‘ujub.

Setelah pulang haji, pakaian pakaian haji selalu dikenakan, kemana mana pakai kopiah haji, kemana mana pakai bolang, selalu menutup aurat, saat waktu sholat tiba langsung ambil wudhu, bersiap untuk sholat, sholat berjammaah, itulah pertanda HAJI MABRUR karena hajinya ikhlas.

Setelah pulang haji, pakaian pakaian haji selalu dikenakan, kemana mana pakai kopiah haji, kemana mana pakai bolang, tapi pakaiannya tidak menutup aurat, tengkuknya kelihatan, atau bajunya lengan pendek atau bahkan rok pendek,  saat waktu sholat tiba tetap acuh tak acuh, tidak peduli sholat berjammaah, itukah pertanda HAJI MABUR? yang hajinya karena tradisi atau untuk kebanggaan semata ?, hanya Allah yang tahu pastinya, tapi diri sendiri tentu merasa bagaimana yang ada didalam hatinya.

Berhaji, dengan cara yang dituntunkan oleh syariat,

Saat mengerjakan haji, dimulai dengan berihram di miqat, niat umrah hanya karena melaksanakan perintah Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah,  pakaian khusus ihram, sampai di Makkah, mengerjakan umrah dengan cara thawaf di Ka bah, sai antara Shofa dan Marwa lalu memotong rambut. Umrah pun sudah selesai, status ihram sudah berakhir, boleh kembali pada pakaikan biasa. Kemudian pada tanggal 8 Zulhijjah, kembali berpakaian ihram dengan niat ihram haji, hanya karena melaksanakan perintah Allah dan mengikuti sunnah Rasulullah, lalu berangkat ke Mina atau langsung ke Arafah, tanggal 9 Zul Hijjah wuquf di Arafah, sehabis maqrib menunju Muzdalifah, bermalam disana hingga melewati tengah malam, kemudian menuju Mina, tanggal 10 Zulhijjah melontar Jumrah Aqabah, lalu memotong rambut, status Ihram sudah bebas tahap satu atau tahallul awal, sudah boleh pakaian iasa, tanggal 11 dan 12 melontar jumrah ula. Wustho dan aqabah, boleh mennggalkan Mina ke Makah kembali ( nafar awwal ) atau tetap di Mina hingga tanggal 13 ( nafar Tsani ) baru kembali ke Makkah, untuk thowaf dan Saie. Ibadah Haji sudah selesai, status Ihram sudah bebas tahap dua atau tahallul Tsani, segala larangan Ihram sudah boleh ( dilanjutkan dengan memoton kambing  jika tatacara berhajinya menuntut bayar Dam, berupa penyembelihan kambing di tanah Haram, misalnya Haji Tamatu atau Qiran )

Saat Thowaf, memulainya dari Hajaral Aswad ( batu hitam yang tertanam di salah dsatu sudut didinding Ka’nah, dengan meng-istilami-isyarat tapak tangan menciumnya, dan istilam setiap putaran melewatinya,

Mencium Hajaral Aswad, Rasulullah tidak selalu melakukannya. Umar bin Khottab berkata, Engkau hanyalah batu, tidak bisa menimbulkan manfaat ataupun menolak mudharat, kalau saja Rasulullah tidak menciummu, maka akupun tidak akan menciummu.

selesai tujuh putaran dilanjutkan dengan sholat sunnat thowaf di tempat yang sejajar maqam Ibrahim.

Selain itu, setiap jamaah haji selama di tanah suci selalu dan selalu;

  1. Rajin sholat berjamaah, terkadang dua jam sebelum waktunya sudah pergei kemasjid, naik bus berdesakan bahkan bayar taksi juga mau.
  2. Membiasakan diri untuk banyak beribadah
  3. Semua sholat sunnat dilakukan, tahajjud tiap malam, sunnat sebelum dan sesudah fardlu dan doha.
  4. Banyak berzikir, tasbieh selalu ditangan.
  5. Selalu berpakaian menutup aurat.
  6. Selalu memenuhi kewajiban serta menghormati hak orang lain.
  7. Selalu berlaku jujur
  8. Selalu menjauhi  kemunkaran.
  9. Selalu sabar terhadap orang lain.
  10. Selalu berbicara yang baik baik.
  11. Selalu sabar menderita.
    1. Suka membantu orang lain
    2. Tidak  angkuh.
    3. Tidak sayang berlebihan pada harta.

Semua itu dilakukan semata mata mengikuti ajaran Rasulullah dan sesuai apa yang dicontohkan Rasulullah, segala  apa yang dilakukan dihayati dan direnungi apa maksudnya dan hikmahnya. Dengan penghayatan dan renungan itulah akan ada bekas yang kuat pada jiwanya, hingga keyakinannya akan kebenaran Islam semakin kuat, semangat ke Islamannya semamkin tinggi, ibadahnya semakin tekun, pakaiannya selalu menutup aurat, perilakunya semakin saleh akhlaknya semakin mulia, dan hidupnya semakin penuh makna, karena seluruh rukun Islam telah disempurnakannya, dan seluruh ajaran Islam tidak ada yang diabaikannya. Masyarakat memandangnya sebagai orang yang HAJInya MABRUR.

Begitulah HAJI SEBAGAI IBADAH, ikhlas karena Allah. Segala hal yang dapat menjerumuskannya pada ‘ujub, riya dan sum’ah dijauhinya, segala atribut ataupun  acsesoris haji tidak begitu penting baginya, yang terpenting adalah bekas pengalaman haji iutu pada jiwa dan perilakunya.

Bagi yang belum berhaji, sebaiknya mempersiapkan segala sesuatunya dari sekarang;

  1. Mempersiapkan diri dari sekarang agar fisik sehat, bugar dan tahan untuk bepergian jauh dan kegiatan ibadah yang sebagian besar dilakukan secara fisik.
  2. Mempersiapkan ilmu dari sekarang, agar dalam melakukan segala manasik  haji  dan ibadah ibadah lainnya tidak terjadi kesalahan, berdasarkan pemahaman dan bukan sekedar ikut ikutan.
  3. Memempersiapkan jiwa dari sekarang, agar siap mental hingga tidak stres, tidak gampang marah, dan tidak suuzzon
  4. Mempersiapkan hati dari sekarang, agar berhati lapang, sabar, percaya diri, tawakkal, husnuzzon, ikhlas, tidak ujub, riya atau sum’ah.
  5. Meluruskan aqidah agar tidak melakukan hal hal syirik dalam berhaji.

Dengan persiapan persiapan itu, insyaallah kita akan dapat melakukan ibadah haji, dengan ikhlas, semata mata karena untuk melaksanakan perintah Allah, mengikuti sunnah Rasulullah, tidak tercampur aduk dengan adat atau tradisi dan kebanggan dan berbagai perilaku syirik yang merusakkan keikhlasan.

DO’A HAJI

Dalam 1 di Januari 7, 2010 pada 3:20 pm

Inilkah doa lelaki tua

yang pergi haji tanpa didampingi  sang istari

Ya Allah,

Dengan rahmatMu, Engkau anugrahkan

seorang isteri yang mulia,

20 tahun suka duka bersama kami jalani

Ya Allah. Bisikkanlah padanya, hingga dia tahu, bahwa

air mata yang menetes di depan Ka bah ini, adalah sebagian kecil tanda kasih yang tak terkata.

Ya Allah, berilah kami rezki untuk membahagiakannya

Hamba akan kembali lagi kesini,

ka bah yang agung ini

Bersama dia,

Anak anak,

Kakak kakak, ading ading, tetangga, kawan kawan

Dan semua orang  yang pernah berbuat baik kepada hamba.

Serta semua orang yang menyayangi hamba.

dengan rahmat Mu ya Rahim.

Amin.







Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.