arifin62

PERINTAH?

In Tak Berkategori on Juni 10, 2010 at 9:03 am

Fungai organisasi adalah menghimpun orang-orang untuk melakukan berbagai pekerjaan secara harmonis guna mencapai tujuan bersama. Untuk itu pekerjaan dibagi-bagi menurut fungsi atau kelompok kerja, tiap fungsi atau kelompok memerlukan pengendalian, maka ditetapkanlah para manager, ada top manager, middle manager ada law manager, dan ada pula pelaksana.

Dalam proses pekerjaan guna mencapai tujuan organisasi, maka terjadilah interaksi antara pelaksana dan menager sebagai bentuk fungsi managemen, bentuk interaksi itu diantaranya adalah “perintah “.

Perintah dapat dibedakan dalam beberapa kategore, antara lain  perintah permanent dan perintah temporer.

  1. Perintah Perrmanen

Perintah permanent adalah perintah yang melekat pada jabatan seseorang sesuai tugas pokok dan fungsi yang diembannya.

Dalam rangka melaksakan tugas pokok sesuai fungsinya, seseorang melakukan berbagai pekerjaan atau tindakan yang sudah diperintahkan yang mana perintah itu sudah inklusif dibebankan kepadanya sejak ia ditunjuk untuk memangku jabatan itu, dan ia harus senantiasa melakukan pekerjaan itu secara kontinyu tanpa harus ada pengulangan perintah. Misalnya; seorang penjaga malam disuatu kantor, sejak ia ditunjuk menjadi menjadi penjaga, maka begitu malam tiba ia mesti  bertugas sebagaimana mestinya seorang penjaga kantor di malam hari, tanpu menunggu perintah setiap hari menjelang malam, secara kontinyu, sesuai kontinyuitas tugas pokok dan fungsinya itu. Pelaksanana atas perintah permanent menjadi tugas permanent.

  1. Perintah Temporer

Perintah temporer adalah perintah yang tidak melekat pada jabatan seseorang, mungkin berkaitan tugas pokok dan fungsi yang ia emban mungkin pula tidak. Perintah itu datang kemudian dan dibebankan kepadanya, baik sebagai pelengkap dalam rangka pelaksanaan tugas pokok atau fungisnya, dan sifatnya hanya sementara. Pelaksanaan atas perintah temporer menjadi tugas temporer,  misalnya seorang penjaga malam di suatu kantor disuruh latihan olah raga bela diri,  maupun sebagai beban tambahan diluar tugas pokok dan fungsinya itu. misalnya seorang penjaga malam pada sebuah kantor disuruh berjaga malam dirumah atasannya sewaktu atasannya mudik  lebaran.

Perintah dapat pula dibedakan sebagai perintah primer dan perintah skonder.

  1. Perintah primer adalah perintah yang sudah inklusif pada jabatan seseorang, untuk suatu pekerjaan atau tindakan dalam rangka pelaksanaan tugas pokok atau fungsinya, dan memang untuk tugas atau tindakan semacam itulah seseorang ditunjuk  mengemban tugas itu, yang tanpa melakukan pekerjaan atau tindakan tsb. maka yang bersangkutan dianggap belum melaksanakan tugas pokok atau fungsinya. Pelaksanaan atas perintah primer menjadi tugas primer, misalnya ; Penjaga malam di suatu kantor dengan sendirinya harus berada di lingkungan kantor sejak hari mulai malam.

Perintah primer sudah inklusif pada tugas pokok atau fungsi suatu jabatan, tapi bisa pula  datang kemudian karena suatu  konsekuensi  sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, misalnya ; Penjaga malam di suatu kantor disuruh latihan bela diri atau disuruh berada di lokasi kantor pada hari libur.

  1. Perintah skonder adalah  perintah untuk suatu pekerjaan atau tindakan tetentu yang datang kemudian, ada yang berkaitan secara prinsipil dengan tugas pokok atau fungsinya, atau sama sekali tidak ada kaitan  prinsip dengan tugas pokok atau fungsinya, tapi lebih dikarenakan pertimbangan tertentu dari atasan yang memberi perintah. Pelaksanaan atas perintah skonder menjadi tugas skonder, misalnya seorang penjaga malam disuatu kantor disuruh ikut pawai karnaval.

Perintah atau tugas skonder sering kali muncul karena pertimbangan managemen; antara lain;

a)     Untuk menjamin terlaksananya tugas – tugas  primer, misalnya setiap pelaksana harusnya mulai bekerja pada jam 07.30. maka setiap pegawai diperintah untuk apel setiap jam 07.30. Apel pagi adalah tugas skonder untuk memastikan setiap pelaksana ada di kantor pada jam 07.30.

b)    Untuk mendukung lancarnya pelaksanaan tugas primer dengan baik, misalnya setiap pelaksana diperintah untuk menjaga kebugaran fisiknya dengan berolah raga. Olah raga adalah tugas skonder agar semua pelasksana tetap bugar dalam melaksanakan tugas.

c)     Untuk memberikan pengalaman tambahan kepada si pelaksana, misalnya seorang pelaksanan pembukuan diperintah belajar menyetir mobil. Belajar menyetir adalah tugas skonder dari seorang petugas pembukuan agar ia mendapat kecakapan baru.

d)    Karena tidak ada orang lain lagi sebagai pilihan, misalnya seorang pelaksana pembukuan diasuruh mengetik naskah pidato top manager. Mengetik naskah pidato top manager bagi seorang pelaksana pembukuan merupakan tugas skonder karena tidak ada orang lain lagi yang dapat mengetik dengan bagus.

Perintah dapat pula dibedakan sebagai perintah dinas dan perintah pribadi.

  1. Perintah dinas adalah perintah dari atasan dalam kepasitasnya sebagai atasan dari orang yang diperintah dalam rangka menjalankan tugas pokok atau fungsi organisasi yang dipimpinnya. Ada yang permanent ada pula yang temporer.

Dilihat dari sisi pihak yang diperintah, maka perintah itu bisa termasuk kategore perintah primer tapi bisa pula termasuk perintah skonder.

  1. Perintah pribadi adalah suatu perintah dari orang yang memerintah yang bukan dalam kapasitasnya sebagai pemimpin organisasi dimana si terperintah mengemban tugas, misalnya seorang penjaga malam di suatu kantor disuruh jaga malam di gudang milik keluarga.

MENYIKAPI PERINTAH

Seorang pelaksana mendapat berbagai perintah, ada perintah permanent yang harus ia laksanakan sebagai bentuk konesekuensi atas tugas yang dibebankan kepadanya. Pelaksana bisa pula menerima perintah yang secara temporer dibebankan kepadanya sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pokok atau fungsinya. Perintah yang diterimanya bisa berupa perintah primer tapi bisa pula printah skonder, bahkan perintah diluar kedinasan. Begitu pula law manager bisa menrima perintah dari midel manager,  middle manager bisa mendapat perintah dari top manager.

Dilihat dari kemungkinan perintah yang bervariasi kategorenya, maka ada kemungkinan dalam menyikapi perintah itu  bervariasi pula.

  1. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap organisasi maka tugas-tugas yang termasuk dalam tugas primer harus didahulukan dari tugas tugas  skonder.  Perintah-perintah skonder dapat dihapus secara bertahap sebagai bentuk efisiensi bilamana tugas-tugas primer dapat terlaksana secara efektif tanpa harus didukung dengan pekerjaan-pekerjaan skonder.
  2. Tugas-tugas skonder harus didahulukan dari tugas-tugas yang termasuk dalam perintah pribadi.
  3. Tugas-tugas yang termasuk dalam perintah pribadi dapat dilaksanakan setelah tugas-tugas primer dan skonder dilaksanakan.

Tugar –tugas primer adalah hal yang utama dan terpenting, sangat menentukan tercapai tidaknya tujuan organisasi, sementara tugas-tugas skonder umumnya hanya sebagai pendukung bagi terlaksananya tugas primer guna mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu sesuai dengan prinsip efisiensi, tugas-tugas skonder dengan sendirinya tidak diperlukan bila tugas-tugas primer dapat terlaksana secara efektif dan tujuan organisasi dapat tercapai tanpa harus melakukan tugas-tugas skonder.

JUM’AT 23 APRIL 2004

Fungai organisasi adalah menghimpun orang-orang untuk melakukan berbagai pekerjaan secara harmonis guna mencapai tujuan bersama. Untuk itu pekerjaan dibagi-bagi menurut fungsi atau kelompok kerja, tiap fungsi atau kelompok memerlukan pengendalian, maka ditetapkanlah para manager, ada top manager, middle manager ada law manager, dan ada pula pelaksana.

Dalam proses pekerjaan guna mencapai tujuan organisasi, maka terjadilah interaksi antara pelaksana dan menager sebagai bentuk fungsi managemen, bentuk interaksi itu diantaranya adalah “perintah “.

Perintah dapat dibedakan dalam beberapa kategore, antara lain  perintah permanent dan perintah temporer.

  1. Perintah Perrmanen

Perintah permanent adalah perintah yang melekat pada jabatan seseorang sesuai tugas pokok dan fungsi yang diembannya.

Dalam rangka melaksakan tugas pokok sesuai fungsinya, seseorang melakukan berbagai pekerjaan atau tindakan yang sudah diperintahkan yang mana perintah itu sudah inklusif dibebankan kepadanya sejak ia ditunjuk untuk memangku jabatan itu, dan ia harus senantiasa melakukan pekerjaan itu secara kontinyu tanpa harus ada pengulangan perintah. Misalnya; seorang penjaga malam disuatu kantor, sejak ia ditunjuk menjadi menjadi penjaga, maka begitu malam tiba ia mesti  bertugas sebagaimana mestinya seorang penjaga kantor di malam hari, tanpu menunggu perintah setiap hari menjelang malam, secara kontinyu, sesuai kontinyuitas tugas pokok dan fungsinya itu. Pelaksanana atas perintah permanent menjadi tugas permanent.

  1. Perintah Temporer

Perintah temporer adalah perintah yang tidak melekat pada jabatan seseorang, mungkin berkaitan tugas pokok dan fungsi yang ia emban mungkin pula tidak. Perintah itu datang kemudian dan dibebankan kepadanya, baik sebagai pelengkap dalam rangka pelaksanaan tugas pokok atau fungisnya, dan sifatnya hanya sementara. Pelaksanaan atas perintah temporer menjadi tugas temporer,  misalnya seorang penjaga malam di suatu kantor disuruh latihan olah raga bela diri,  maupun sebagai beban tambahan diluar tugas pokok dan fungsinya itu. misalnya seorang penjaga malam pada sebuah kantor disuruh berjaga malam dirumah atasannya sewaktu atasannya mudik  lebaran.

Perintah dapat pula dibedakan sebagai perintah primer dan perintah skonder.

  1. Perintah primer adalah perintah yang sudah inklusif pada jabatan seseorang, untuk suatu pekerjaan atau tindakan dalam rangka pelaksanaan tugas pokok atau fungsinya, dan memang untuk tugas atau tindakan semacam itulah seseorang ditunjuk  mengemban tugas itu, yang tanpa melakukan pekerjaan atau tindakan tsb. maka yang bersangkutan dianggap belum melaksanakan tugas pokok atau fungsinya. Pelaksanaan atas perintah primer menjadi tugas primer, misalnya ; Penjaga malam di suatu kantor dengan sendirinya harus berada di lingkungan kantor sejak hari mulai malam.

Perintah primer sudah inklusif pada tugas pokok atau fungsi suatu jabatan, tapi bisa pula  datang kemudian karena suatu  konsekuensi  sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya, misalnya ; Penjaga malam di suatu kantor disuruh latihan bela diri atau disuruh berada di lokasi kantor pada hari libur.

  1. Perintah skonder adalah  perintah untuk suatu pekerjaan atau tindakan tetentu yang datang kemudian, ada yang berkaitan secara prinsipil dengan tugas pokok atau fungsinya, atau sama sekali tidak ada kaitan  prinsip dengan tugas pokok atau fungsinya, tapi lebih dikarenakan pertimbangan tertentu dari atasan yang memberi perintah. Pelaksanaan atas perintah skonder menjadi tugas skonder, misalnya seorang penjaga malam disuatu kantor disuruh ikut pawai karnaval.

Perintah atau tugas skonder sering kali muncul karena pertimbangan managemen; antara lain;

a)     Untuk menjamin terlaksananya tugas – tugas  primer, misalnya setiap pelaksana harusnya mulai bekerja pada jam 07.30. maka setiap pegawai diperintah untuk apel setiap jam 07.30. Apel pagi adalah tugas skonder untuk memastikan setiap pelaksana ada di kantor pada jam 07.30.

b)    Untuk mendukung lancarnya pelaksanaan tugas primer dengan baik, misalnya setiap pelaksana diperintah untuk menjaga kebugaran fisiknya dengan berolah raga. Olah raga adalah tugas skonder agar semua pelasksana tetap bugar dalam melaksanakan tugas.

c)     Untuk memberikan pengalaman tambahan kepada si pelaksana, misalnya seorang pelaksanan pembukuan diperintah belajar menyetir mobil. Belajar menyetir adalah tugas skonder dari seorang petugas pembukuan agar ia mendapat kecakapan baru.

d)    Karena tidak ada orang lain lagi sebagai pilihan, misalnya seorang pelaksana pembukuan diasuruh mengetik naskah pidato top manager. Mengetik naskah pidato top manager bagi seorang pelaksana pembukuan merupakan tugas skonder karena tidak ada orang lain lagi yang dapat mengetik dengan bagus.

Perintah dapat pula dibedakan sebagai perintah dinas dan perintah pribadi.

  1. Perintah dinas adalah perintah dari atasan dalam kepasitasnya sebagai atasan dari orang yang diperintah dalam rangka menjalankan tugas pokok atau fungsi organisasi yang dipimpinnya. Ada yang permanent ada pula yang temporer.

Dilihat dari sisi pihak yang diperintah, maka perintah itu bisa termasuk kategore perintah primer tapi bisa pula termasuk perintah skonder.

  1. Perintah pribadi adalah suatu perintah dari orang yang memerintah yang bukan dalam kapasitasnya sebagai pemimpin organisasi dimana si terperintah mengemban tugas, misalnya seorang penjaga malam di suatu kantor disuruh jaga malam di gudang milik keluarga.

MENYIKAPI PERINTAH

Seorang pelaksana mendapat berbagai perintah, ada perintah permanent yang harus ia laksanakan sebagai bentuk konesekuensi atas tugas yang dibebankan kepadanya. Pelaksana bisa pula menerima perintah yang secara temporer dibebankan kepadanya sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pokok atau fungsinya. Perintah yang diterimanya bisa berupa perintah primer tapi bisa pula printah skonder, bahkan perintah diluar kedinasan. Begitu pula law manager bisa menrima perintah dari midel manager,  middle manager bisa mendapat perintah dari top manager.

Dilihat dari kemungkinan perintah yang bervariasi kategorenya, maka ada kemungkinan dalam menyikapi perintah itu  bervariasi pula.

  1. Sebagai bentuk tanggung jawab terhadap organisasi maka tugas-tugas yang termasuk dalam tugas primer harus didahulukan dari tugas tugas  skonder.  Perintah-perintah skonder dapat dihapus secara bertahap sebagai bentuk efisiensi bilamana tugas-tugas primer dapat terlaksana secara efektif tanpa harus didukung dengan pekerjaan-pekerjaan skonder.
  2. Tugas-tugas skonder harus didahulukan dari tugas-tugas yang termasuk dalam perintah pribadi.
  3. Tugas-tugas yang termasuk dalam perintah pribadi dapat dilaksanakan setelah tugas-tugas primer dan skonder dilaksanakan.

Tugar –tugas primer adalah hal yang utama dan terpenting, sangat menentukan tercapai tidaknya tujuan organisasi, sementara tugas-tugas skonder umumnya hanya sebagai pendukung bagi terlaksananya tugas primer guna mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu sesuai dengan prinsip efisiensi, tugas-tugas skonder dengan sendirinya tidak diperlukan bila tugas-tugas primer dapat terlaksana secara efektif dan tujuan organisasi dapat tercapai tanpa harus melakukan tugas-tugas skonder.

JUM’AT 23 APRIL 2004

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: