arifin62

KEBIJAKAN TEKNIS KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR TENTANG PEMBINAAN TIM PENILAI KELUARGA SAKINAH.

In Tak Berkategori on Januari 12, 2011 at 3:21 pm

KEBIJAKAN TEKNIS
KEMENTERIAN AGAMA PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
TENTANG PEMBINAAN TIM PENILAI KELUARGA SAKINAH.

SebagaimanaKeluarga atau rumah tangga adalah unit terkecil yang menjadi pilar utama keberlangsungan dan perkembangan masyarakat, bangsa dan negara. Tidak ada masyarakat, bangsa dan negara yang kokoh tanpa adanya keluarga yang baik dan berkualitas.

Kita menghadapi berbagai kenyataan dalam masyarakat ini, bahwa tidak sedikit rumah yangga yang mengalami berbagai kendala bahkan sampai kepada terjadinya perceraian.

Pada tahun 2004, perceraian di Kaltim antara delapan sampai sembilan pasang seharinya, itu lima tahun yang lalurwndnya bukan menurun malah selalu meningkat dari tahun ketahun. Tentunya kondisi ini memacu kita untuk mengambil langkah, apapun yang mungkin dan pihak manapun yang mempunyai peluang untuk turut mengatasi masalah ini. Upaya upaya dari semua pihak untuk mengurangi terjadinya perceraian tentunya sangat membantu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan semakin kokohnya setiap rumah tangga.

BP-4 selama ini telah melakukan perannya sebagai juru damai antara pasangan suami isteri atau keluarga yang mengalami perselisihan, agar perselisihan itu tidak berujung pada perceraian.

Mahkamah Agung ( MA ) telah membuat aturan bahwa setiap perkara perceraian di Pengadilan Agama tidak diputus sebelum melalui upaya perdamaian dengan proses mediasi.

Mediasi kepada para pihak dalam perkara perceraian, dilakukan oleh Lembaga Mediasi yang diakreditasi oleh MA, dengan syarat lembaga itu memiliki personil mediator yang sudah dilatih oleh lembaga pelatihan yang sudah diakreditasi oleh MA pula.

Kedepan, dalam perannya untuk mengurangu peristiwa perceraian, maka BP4 akan mengambil peran sebagai lembaga mediator, guna menjadi penengah atau juru damai bagi pasangan yang berupaya untuk bercerai di Pangadilan Agama.

Disamping itu, usaha untuk mengurangi peristiwa perceraian dengan peran sebagai lembaga mediator, BP-4 juga akan meggerakkan segenap potensi disemua sektor yang dapat dijangkau, untuk mewujudkan terlaksananya kursus calon pengantin ( suscatin ) sebagai bagian upaya untuk mematangkan persiapan setiap pasangan calon pengantin, hinga dapat mengurangi terjadinya perceraian.

BP-4 akan menggandeng LSM seperti Muhammadiyah, NU, PKK dll agar turut ambil bagian, secara sendiri sendiri atau bersama sama, dengan mengharapkan bantuan atau subsidi dari APBD sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya, agar mejadi keluarga keluarga sakinah.

Kursus adalah semacam pelatihan intensif untukmendapatkan kualifikasi tertentu.

Kursus Calon Penganten adalah semacam pelatihan intensif terhadap Calon Penganten guna memberikan bekal pengetahuan dan kesiapan mental kepada mereka untuk memasuki kehidupan berumah tangga.

Dengan dilaksanakannya kursus Calon pengenten akan diperoleh manfaat yang cukup besar, diantaranya ;

Calon suami memahami seluk beluk berumah tangga dan tanggung jawabnya sebagai suami.
Calon isteri memahami seluk beluk berumah tangga dan tanggung jawabnya sebagai isteri.
Calon suami memahami dan menyadari hak-haknya sebagai suami.
Calon isteri memahami dan menyadari hak-hak nya sebagai isteri.
Suami isteri memahami dan menyadari peran masing-masing secara gender.
Kesiapan suami isteri memasuki rumah tangga menjadi lebih matang.
Kesiapan suami isteri untuk menerima kehadiran anak dan mendidik anak menjadi lebih matang.
Kesiapan suami isteri untuk menerima ketidak samaan menjadi lebih matang.
Keutuhan rumah tangga lebih terjamin karena matangnya persiapan.
Di Malaisiya dan Singapora, setelah ketentuan Kursus di terapkan, jumlah pasangan bercerai semakin jauh menurun.
Dengan dilakukannya sosialisasi maka Kursus Calon penganten dapat dilaksanakan oleh LSM atau PKK di tiap Kabupaten/Kota se Kalimantan Timur.

Di Malaysia dan Singapura sudah menerapkan Suscatin ini, Negara mereka mewajibkan warganya untuk mengikuti Suscatin selama seminggu.

Disamarinda sudah ada LSM Al Fina yang memulai kegiatan Suscatin ini, meskipun dalam tahap ujicoba, tentu masih perlu disempurnakan.

Disamping itu, Badan Penasihatan, Pembinaan dan Pelestarian Perkawinan (BP-4). Sebagai organisasi binaan Kementerian Agama, Secara berjenjang, mulai tingkat pusat (Nasional), Provinsi, Kabupaten/Kota bahkan sampai kecamatan, senantiasa berupaya untuk memberikan pembinaan dengan berbagai upaya untuk menjaga dan memelihara kelestarian rumah tangga agar menjadi rumah tangga atau keluarga yang sakinah penuh mawaddah warahmah.

Salah satu kegiatan, guna terciptanya keluarga sakinah yang tetap lestari dan langgeng itu adalah dengan jalan mengadakan pemilihan keluarga sakinah teladan, sebagaimana yang telah berlangsung setiap tahun. Maksud dan tujuan Pelaksanaan Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan ini adalah untuk memberikan pembinaan, motivasi dan sekaligus penghargaan kepada keluarga Sakinah yang layak jadi Teladan, dengan melalui proses penilaian oleh sebuah Tim Penilai.

Untuk itu, agar seluruh Tim Penilai, dari semua daerah dan semua jenjang, melakukan penilaian dengan metode yang sama, bekerja dengan teknis yang sama, dengan persepsi yang sama, maka BP-4 provinsi Kalimantan Timur perlu melaksanakan pembinaan terhadap Tim Penilai Keluarga Sakinah Teladan Kabupaten/Kota se Kalimantan Timur.

Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan, sangat berbeda dengan pemilihan pemilihan lainnya, pemilihan duta wisata, pemilihan Puteri Indonesia, Miss Univers / Ratu Sejagat, dll. yang harus ada yang menang dan ada yang kalah.

Pemilihan Keluarga Sakinah Teladan bukan ajang lomba, melainkan upaya untuk menentukan “kepada siapa penghargaaan sebagai teladan itu diberikan” teladan sebagai keluarga muslim. Jadi ini bukan masalah peserta, kalah atau menang, tapi masalahnya adalah ‘kepada siapa penghargaan itu layak diberikan,siapa yang terpilih karena paling layak untuk diberi penghargaan sebagai Keluarga Sakinah Teladan,……… versi BP-4……..
TELADAN SEJATI, TIDAK AKAN PERNAH MERASA KALAH JIKA IA TIDAK MENDAPATKAN PENGHARGAAN DARI ORANG LAIN. Tidak ada PEMENANG KELUARGA SAKINAH TELADAN. Yang ada adalah YANG TERPILIH, bkan PEMENANG, JADI TIDAK ADA PESERTA YANG MERASA KALAH

Oleh karena itu, kami berharap, kiranya dengan kegiatan ini, mampu mempekecil kesenjangan antar Tim Penilai yang satu dengan lainnya, karena dalam melaksanakan penilaian sudah menggunakan metode, teknis dan persepsi yang sama. Sehingga upaya kita untuk memunculkan keluarga keluarga sakinah teladan semakin mudah, dan hasil penilaian semakin berkualitas.

Oleh karena itu pula maka para Pengurus BP-4 Kabupaten/Kota dan calon Tim Penilai Keluarga Sakinah Teladan, yang hadir disini, agar mengikuti kegiatan ini secara maksimal, dan mengambil manfaat dari pertemuan ini secara optimal.

Hadirin yang saya hormati
Saya harapkan dan mamang sudah semestinya, setelah pembinaan ini nanti, saudara saudara semua mulai mengambil langkah langkah yang perlu, pendekatan ke[pada Pemkab/Pemkot, BAPEDA untuk mendapat dukungan, terutama anggaran subsidi APBD, juga kepada LSM Keislaman di masing masing daerah, untuk upaya revitalisasi BP-4 dan mewujudkan Kursus Calon Pengantin yang kita maksudkan tadi, dan siap menerapkan ilmunya jika nanti ada kegiatan pemilhan Kdeluarga Sakinah Teladan.Kalau masih kurang jelas dalam pertemuan ini, nanti bisa, undang pihak Kanwil untuk menjelasan lebih tuntas lagi di daerah nanti.

Khusus menyangkut Suscatin, lakukan audiensi, pendekatan kepada sticholder di daerah, undang saja pihak Kanwil, Bidang Urusan Agama Islam untuk membantu menjelaskan apa maksudnya dan bagaimana pentingnya Suscatin itu dalam rangka bagian upaya mensejahterakan masyarakatnya, yang tentunya perlu menjadi kependulian para sticholder di setiap daerah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: