arifin62

KEMATIAN

In Khutbah Jumat on Agustus 12, 2008 at 6:43 am

KEMATIAN

الحمد للهنحمده ونستعينه ونستغفره ونعود بالله من شرور انفسنا ومن سيئات اعمالنا من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له . وا شهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له . واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين. اما بعد , فيا عباد الله اوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز من اتقى وخاب من طغى

Hadirin rahimakumullah.

Sebagian ahli jiwa berpendapat bahwa, hal yang utama yang menjadi pendorong pada diri setiap manusia adalah nafsu seksual atau biologis, karena kebutuhan untuk memenuhi dorongan nafsu biologis itulah, orang melakukan apa saja. Ia harus bekerja keras, mengumpul harta agar dapat kawin secara baik-baik, ada pula yang melalakukan perzinaan, bahkan ada yang sampai lupa diri hingga melakukan pemerkosaan. Orang berolah raga agar tetap sehat, dan kegiatan apapun ia lakukan agar nafsunya senantiasa dapat terpuaskan, Satu hal yang sangat ia takuti ialah kematian, karena bila ia mati maka dorongan seksualnya tidak dapat ia nikmati lagi, kematian bagianya adalah suatu hal yang amat menakutkan.

Ahli jiwa yang lain berpendapat bahwa, dorongan yang paling utama pada diri manusia adalah nafsu untuk mempertahankan diri. Manusia bekerja keras mengumpul harta, berolah raga, berdandan, agar dapat kawin, cukup biaya hidup, agar tetap hidup sehat dan berketurunan, apapun bentuk ancaman akan disingkirkannya, apapun ia lakukan agar tetap bertahan hidup. Karena dorongan nafsu untuk mempertahankan diri itulah, maka terkadang orang terpaksa harus membunuh orang lain bahkan ada yang membunuh isterinya bahkan ada yang sanggup mebunuh anak kandungnya sendiri, yang terpenting adalah bagaimana ia tetap bisa bertahan hidup, kematian bagianya adalah suatu hal yang amat menakutkan.

Hadirin rahimakumullah.

Baik ahli jiwa yang berpandangan bahwa dorong yang utama pada manusia adalah dorong nafsu biologis, maupun ahli jiwa yang berpandangan bahwa dorongan yang utama pada manusia adalah dorongan untuk mempertahankan diri, kedua pandangan itu pada ujungnya sepakat bahwa pada setiap manusia, kematian adalah hal yang sangat menakutkan, hingga manusia bisa melakukan apa saja untuk menghindari kematian itu.

Namun teori sufisme, pandangan para sufi, ahli-ahli tasauf berpandangan bahwa, aspek pendorong yang utama pada diri manusia adalah kesadaran perasaannya sebagai hamba yang mesti mengabdi kepada Allah azza wajalla. Apa saja yang ia lakukan semua adalah dalam rangka ibadah kepada Allah, sementara kematian adalah sebuah pintu kebahagiaan.

Rasulullah Muhammad saw. diakhir hayatnya beliau pernah bersabda انا لاحق بربي Dengan kematianku, Aku akan menjumpai Tuhan ku.

Hadirin rahimakumullah.

Setiap manusia diberi jatah hidup, jatah yang sudah kita lalui bisa kita hitung dengan bilangan tahun atau biasa kita sebut dengan umur, namun berapa jatah hidup yang tersisa tak seorang pun yang tahu karena manusia memang tidak diberi peluang untuk mengetahuinya, Yang pasti setelah jatah hidupnya habis maka pastilah akan mati.

Kita sendiri tidak ada yang tahu kapan jatah hidup kita akan berakhir, mungkinkah kita akan hidup hingga tahun mendatang, atau bulan depan atau jum at depan, artinya kita tidak tahu kapan kita akan mati, besok atau lusa atau seusai shalat Jum at ini, atau mungkin hanya beberapa detik lagi.

اذا جاء اجلهم لايستأحرون ساعةولا يستقدمون

Bila ajalnya sudah sampai, maka tidak bisa tertunda barang sebentar dan tidak pula dimajukan sedikit juapun.

Hadirin rahimakumullah.

Karena kematian itu pasti akan tiba pada diri kita, maka segala upaya untuk neghindari kematian tidak akan merubah jatah hidup kita, akan tetapi datangnya kematian itu pada diri kita boleh jadi akan terjadi pada kondisi salah satu diantara dua, mungkin kondisi husnul khatimah ataukah suul khatimah.

Kenyataan yang biasa kita lihat patut jadi bahan renungan. Ada yang meninggal karena membela diri maupun keluarganya, ada yang kecelakaan dijalan disaat pergi mencari nafkah atau menuntut ilmu, ada pula yang diperjalanan menuju massjid, ada juga yang akan berangkat untuk ceramah agama, ada pula yang sedang mengambil air wudu, bahkan ada yang sedang sholat, juga ada yang sedang melakukan ibadah haji , ada yang sedangan membaca alqor an atau pun sesaat selesai mulutnya mengucapkan kalimat اله الاالله .لا

Insyallah, orang-orang yang kematiannya seperti itu, mereka dalam kekadaan husnul khatimah, ia mati dalam kondisi rangkaian kebaikan.

Ada pula yang meninggal sat kebut-kebutan di jalan, ada pula yang terbunuh disaat ia sendiri berusaha membunuh musuhnya, ada dibunuh karena berselingkuh dengan isteri orang, ada yang mati gantung diri, atau karena meminum minuman keras, narkotika atau potas, ada pula yang mati ditempat pelacuran, ada pula yang mati sebagai sopporter sepak bola, mungkin pula ada yang mati saat membanting kartu waktu berjudi, bahkan ada yang mati dalam sel tahanan saat dipenjara karena koorupsi. Penilaian secara laihiriyah dengan gampang menganggap mereka itu mati dalam kondisi suul khatimah.

Hadirin rahimakumullah.

Kapan kita akan mati, itu sudah tidak jadi masalah, masalahnya bagi kita adalah kita mau mati yang bagaimana, apakah dalam kondisi husnul khatimah atau suul khatimah.

وهديناه النجدين Allah teleh memberikan petunjuk tentang dua jalan itu.

Seorang guru memberikan petuah kepada muridnya,

apa bila simurid ingin hapal suatu pelajaran, maka si murid harus membacanya 40 kali berturut turut, dengan sepenuh hati, dan sebelumnya ia harus bertaubat kepada Allah. Apabila setelah membacanya 40 kali berturut-turut ternyata belum juga hafal, maka si murid harus instrospeksi, barangkali ia belum bersungguh-sungguh, belum sepenuh hati atau mungkin ia belum bertaubat dengan benar, karena itu ia harus mencoba lagi. insyyaallah ia akan hafal. Orang yang berhaji dianjurkan untuk sholat arbain, shalat berjamaah 40 waktu berturut-turut dimasjid nabawi, itu mengandung maksud bahwa orang berhaji itu akan hafal betul akan shalat berjamaah, hingga setiap waktu sholat tiba, maka akan muncul dalam pikirannya untuk shalat, bila mendengar azan maka ia merasa terpanggil untuk shalat berjamaah, sehingga sholat berjamaah itu menjadi kebiasaannya hidupnya yang terbawa sampaipun ia kembali berada di kampung halamannya. Ada pula anjuran agar orang mengucapkan kalimah لا اله الاالله paling kurang 7 laksa atau 70 ribu kali. Itu dimaksudkan agar ucapan kalimah thayyibah itu menjadi kebiasaannya, di tempat sepi ia mengucap لا اله الاالله,ditempat ramai ia mengucapkan لا اله الاالله Bila mendapat kesenangan ia mengucap , لا اله الاالله Bila kaget ia mengucap لااله الاالله.Menderita sakit ia mengucap ,لا اله الاالله ,Merasa ajal akan tiba ia mengucap . لا اله الاالله ,hingga kalimat . لا اله الاالله akan menjadi kalimat terakhir yang ia ucapkan sebelum jatah hidupnya habis. Rasulullah memberikan jaminan

من كان اخر كلامه لااله الاالله دخل الجنة

Siapa saja yang akhir ucapannya , لا اله الاالله Ia pasti masuk syurga.

Hadirin rahimakumullah

Perbuatan apapun, bila kita sering melakukannya, maka ia akan menjadi kebiasaan pada diri kita. Kebiasaan baik akan terbawa sampai akhir hayat dan menghantarkan kita pada husnul khatimah, amin. Sebaliknya, bila kita sering melakukan hal-hal yang tidak baik, maka hal itu akan menjadi kebiasaan yang terbawa sampai ajal tiba dan menghantarkan kita pada suul khatimah. Dalam surah Al Lail, Allah berfirman,

ان سعيكم لشتى, فأما من اعطى واتقى وصدق بالحسنى فسنيسره لليسرى, وأما من بخل وآستغنى وكذب بالحسنى فسنيسره للعسرى,

Jalan hidup yang kamu tempuh memang berbeda, Ada yang suka memberi, bertaqwa, dan ia meyakini akan adanyana balasan berupa syurga, maka Allah akan memudahkannya untuk hal yang mudah yaitu syurga, sedangkan orang yang bakhil, merasa tidak perlu pertolongan Allah lagi, sikapnya seakan tidak percaya akan adanya balasan diakhirat, maka Allah menyiapkan untuk nya jalan keksusahan yang menggirinynya keneraka.

Hadirin rahimakumullah..

Dalam mengisi sisa jatah hidup yang akan kita jalani di tahun 2008 ini dan seterusnya nanti, mari kita merubah sikap agar lebih baik dari masa-masa hidup kita sebelumnya. Dalam sisa jatah hidup yang masih ada, kita buat kebiasaan-kebiasaan baik, agar kebiasaan itu terbawa sampai akhir hayat kita, sehingga kalau ajal tiba, kita dapat meninggalkan dunia ini dengan tersenyum, senyum hamba Allah yang kembali kehadirat Nya sebagai muslim sejati. Dengan demikian, maka kematian seharusnya tidak lagi menjadi suatu hal yang menakutkan, bahkan perlu kita songsong dengan persiapan yang matang karena ia merupakan awal kebahgiaan sejati, yang menghantarkan kita untuk berjumpa dengan sang pencipta yang akan menempatkan kita kedalam syorga Nya.

اعوذ باالله من الشيطا ن الرجيم

آتقوا الله حق تقته ولا تموتن الا وانتم مسلمون

Bertaqwalah kepda Allah, dengan sepenuhnya dengan melakukan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, dan janganlah kalian mati kecuali benar-benar sebagai muslim sejati.

بارك الله لى ولكم فىالقرأن العظيم ونفعنى واياكم بمافيه من الايات والذكرالحكيم اقو ل قولى هذا وأستغفرالله لى ولكم أنه هوالغفورالرحيم

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: