arifin62

MEMPERINGATI MAULID

In Khutbah Jumat on Agustus 25, 2008 at 8:59 am

MEMPERINGATI MAULID

الحمد لله الذى هدنا لدين القويم ، وأنعم علينا أن كنا من المؤمنين، وشرع لنا بخمسة اركان الدين والشكر له أن كنا من المتعبدين الشاكرين ,اشهد أن لااله الالله وحده لا شريك له وأشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله، شهادة الموحدين

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه المهديين، وسلم تسليما كثيرا عدد المخلوقين

اما بعد، أيها الحاضرون، اتقوالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون

Hadirin rahimakumullah

Mari kita sama-sama berwasiat pada diri kita untuk terus berupaya meningkatkan bakti kepada Allah Khaliqul alam, agar kita terus melangkah menjadi hambanya yang tergolong Muttaqien.

Dalam kesempatan ini pula, cobalah kita merenungkan kembali perjalanan hidup kita, kita evaluasi apa yang kita dapatkan sebulan yang lalu, selama bulan pelaksanaan peringatan maulid Nabi Besar Muhammad saw.

Allah telah mengajarkan dengan firmannya

فذكر فان الذكرى تنفع المؤمنين

Berikanlah peringatan, karena peringatan  itu akan bermanfaat bagi orang yang beriman.

Kiranya, atas dasar firman Allah itulah, yang menjadi salah satu dasar dan motivasi terbentuknya suatu tradisi positif di kalangan ummat Islam, yaitu peringatan Maulid Nabi Muhammad saw. tiap bulan Rabiul Awwal setiap tahun.

Baik oleh pencetus ide pelaksanaan peringatan Maulid, diantaranya adalah sultan sallahuddin al ayyubi maupun para penyusun biografi Muhammad dengan naskah Maulid Diba’e, misalnya, Barjanzi, Syarafal Anam, maulid Habsy dsb. begitu pula para penceramah, khatib, semuanya bertujuan bahwa pelaksanaan peringatan Maulid itu adalah untuk membangkitkan atau menyalakan kembali gairah ummat Islam untuk mempelajari, menghayati serta mengamalkan ajaran-ajaran beliau, yakni agama Islam yang di bawa oleh Rasul yang bernama Muhammad saw. yang pernah lahir pada 12 Rabiul Awwal tahun Gajah di Makkah. Logikanya, bahwa dengan ingat kepada kelahiran beliau, akan terbayanglah betapa suka-duka hidupnya, betapa liku-liku perjuangannya dalam menyebarkan ajaran Islam dengan segala halangan-halangannya, dan dari pengorbanan beliau itulah, akhirnya sampai kepada kita apa yang kita kenal dengan agama Islam yang kita pegang saat ini, sebagai agama yang membawa penerangan hidup untuk keselamatan duniawi dan ukhrawi, dengan demikian tentunya kita akan semakin tergugah untuk terus berpegang teguh pada ajaran itu dan terus bergairah untuk menghayati serta mengamalkannya tanpa sekali kali mengabaikannya.

Hadirin rahimakumullah

Kalau begitu tujuan adanya peringatan Maulid, maka kita pun bertanya-tanya, apakah tujuan peringatan maulid itu sudah tercapai ? Untuk menjawab pertanyaan ini, cobalah kita lihat pada diri kita masing-masing, karena selama bulan Maulid ini, paling tidak kita pasti mendengar adanya orang melaksanakan peringatan semacam itu, atau mungkin kita hadir dalam acara itu, bahkan mungkin pula kita terlibat secara langsung dalam pelaksanaannya, baik selaku panitia maupun penyandang dananya.

Cobalah kita lihat kembali, apakah setelah mengikuti peringatan Maulid itu, kita semakin bergairah untuk mempelajari, menghayati serta mengamalkan ajaran-ajaran Islam yang pernah beliau siarkan ?

Abdul Wahid bin Ismail bercerita, bahwa di Mesir dahulu, ada keluarga Muslim yang setiap tahun, bila datang Rabiul Awwal, keluarga itu pun melaksanakan suatu perjamuan sebagai perwujudan rasa gembira atas kelahiran Nabi Muhammad yang sejarahnya tercatat pada bulan itu, perjamuan ini mungkin mirip atau sejenis dengan apa kita kenal dengan acara maulid yang biasa kita laksanakan, dengan memerlukan biaya yang lumayan jumlahnya. Disamping keluarga itu tadi, ada tetangganya yang beragama Yahudi, sepasang suami-isteri, Isteri Yahudi ini berkata kepada suaminya “Mengapa, tetangga kita yang muslim itu, setiap bulan Rabiul Awwal ini, tiap tahun selalu mengadakan perjamuan ? Suami Yahudi itu menjawab “itu adalah karena mereka beranggapan bahwa dalam bulan inilah nabinya yaitu Muhammad dilahirkan”. Lalu pada malam itu, suami-isteri yang Yahudi itu pun tidur. Dalam tidurnya, isteri Yahudi itu bermimpi ia melihat ada orang berbondong-bondong masuk rumah tetangganya yang siang tadi melaksanakan perjamuan diantaranya ada laki-laki yang begitu tampan, sangat dimuliakan. Wanita itu pun lalu mendekat pada salah seorang diantara anggota rombongan itu, ia pun bertanya “siapa laki-laki yang tampan ini”. Orang itu menjelaskan bahwa itulah Rasulullah, Muhammad saw. beliau masuk kerumah ini untuk menemui para penghuninya yang telah menunjukkan rasa suka-cita mereka atas kelahiran beliau di bulan ini. Wanita Yahudi itu pun berkata lagi, “maukah orang itu berbicara denganku apabila aku mengajaknya bicara ?”, laki-laki tadi menjawab “sudah tentu beliau mau”. Wanita Yahudi itu pun lantas mendekati Nabi Muhammad dan menyapanya, lantas Nabi pun menjawab sapaan itu dengan begitu ramahnya. Wanita itu pun berkata pula, sekarang tahulah aku dengan seyakin-yakinnya bahwa tuan memang benar seorang Nabi yang mulia yang berpribadi agung, celakalah orang yang mengingkari ajaranmu, mari kita berpegang tangan, karena aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan Engkau adalah Muhammad Rasulullah”.

Dalam hatinya, wanita itu berniat bahwa nanti besok pagi, ia akan bersedakah dengan harta yang ia miliki dan melaksanakan jamuan untuk memperingati Maulid Nabi, sekaligus sebagai perwujudan rasa syukur atas keIslamannya dan mimpinya malam itu. Akan tetapi, diluar dugaan, begitu bangun pagi, ia melihat suaminya sudah sibuk untuk menyiapkan suatu perjamuan, ia begitu rajin dan serius, yang semakin membuat isterinya itu heran. Dengan hati-hati wanita itu menanya suaminya, katanya “Ada apa gerangan kulihat engkau begitu sibuk dan bersemangat pagi ini ? si suami menjawab, “karena orang yang kau lihat malam tadi. Wanita itu bertambah heran, siapa gerangan yang telah membuka rahasia mimpinya kepada suaminya. Si suami menjelaskan bahwa ia telah ber Islam dalam mimpinya yang terjadi pada malam itu setelah isterinya bermimpi, dan Muhammad lah yang memberitahukannya.

Kisah ini termuat dalam Kitab Maulud Syarrafal Anam

Apakah kita ada punya tetangga Yahudi, saya pikir tidak ada, tapi keYahudian lah yang mungkin ada.

Sejumlah sifat keYahudian, ingin menang sendiri, merasa pintar sendiri, merasa lebih super daripada orang lain, keras kepala dsb. Sifat-sifat itulah yang mungkin ada di sekitar kita atau bahkan pada diri kita.

Hadirin rahimakumullah

Kalau peringatan Maulid pernah mempengaruhi suami isteri yang beragama Yahudi hingga mereka memeluk agama Islam, maka seharusnya peringatan Maulid yang tiap tahun kita ikuti, tentunya sudah pasti akan mampu mengikis sifat-sifat keYahudian itu pada diri kita. Marilah kita buang jauh-jauh sifat ingin menang sendiri karena Muhammad nabi kita adalah orang sangat toleran dan bijaksana, kita hilangkan sifat atau perasaan paling pintar, karena nabi Muhammad pun masih meminta pendapat sahabat-sahabatnya, janganlah merasa paling hebat karena Muhammad adalah orang yang rendah hati dan tawadhu’. Sifat-sifat Muhammad yang terpuji itulah yang antara lain digambarkan dalam naskah-naskah Maulid atau biografi Muhammad yang banyak diungkapkan kembali dalam setiap peringatan maulid nabi.

Hadirin rahimakumullah

Kita teladani kehidupan nabi, berarti pula kita telah bergairah, bersemangat untuk menghayati serta mengamalkan ajaran beliau, sebagai bekas atau pengaruh dari pada adanya kegiatan peringatan Maulid. Dan dengan demikian kita akan terus menanjak meniti derajat-derajat Taqwa. Dan janganlah sampai terjadi adanya peringatan maulid setiap tahun menjadi sebagai hal yang rutin dan menjemukan, karena terus menerus setiap tahun kita ikuti, karena dianggap rutin dan menjemukan itulah maka kita tidak mampu lagi menangkap hikmah yang terkandung dari acara semacam itu, sebagaimana hal itu diisyaratkan oleh Allah dalam firmannya

Apakah belum datang waktunya bagi orang-orang yang mengaku beriman, agar hati mereka menjadi khusu’ mengingat Allah dan terhadap kebenaran yang turun kepada mereka. Apakah lantaran berlalunya waktu, hingga hati mereka menjadi beku dan kebanyakan dari mereka menjadi fasiq.

بارك الله لى ولكم فىالقرأن العظيم ونفعنى واياكم بمافيه من الايات والذكرالحكيم اقو ل قولى هذا وأستغفرالله  لى ولكم أنه هوالغفورالرحيم

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: