arifin62

SHOLAT BERJAMAAH

In 1 on Oktober 10, 2008 at 5:22 pm

SHOLAT BERJAMAAH

الحمد لله الذى هدنا لدين القويم ، وأنعم علينا أن كنا من المؤمنين، وشرع لنا بخمسة اركان الدين.  والشكر له أن كنا من المتعبدين الشاكرين. اشهد أن لااله الالله وحده لا شريك له وأشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله، شهادة الموحدين. اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه المهديين، وسلم تسليما كثيرا عدد المخلوقين

اما بعد، أيها الحاضرون، اتقوالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون

Bersyukur kepada Allah ialah dengan cara mempergunakan ni’mat Allah yang kita terima untuk hal-hal yang di ridoi Nya. Sebaliknya bila ni’mat Allah kita gunakan untuk hal-hal yang tidak di ridoi Allah, maka kita termasuk hamba Nya yang kufur.

Dari sikap kita, baik syukur ataukah kufur, akan ada konsekuensi yang kita hadapi. Jika kita bersyukur, maka ni’mat Allah itu akan semakin ditambah, sebaliknya bila kufur, maka apa yang tadinya ni’mat bisa saja berubah menjadi sumber bencana, azab atau kesengsaraan bagi kita.

Banyak sudah ni’mat Allah yang kita terima, ada yang berupa harta yang melimpah, orang yang bersyukur akan menggunakannya untuk berbagai keperluan, seperti rumah tempat tinggal, bersedakah, berzakat dan pergi berhaji. Dengan cara itu maka keni’matan harta yang melimpah semakin terasa berlipat ganda.

Kalau kita mendapat anugerah Allah berupa rumah kediaman, maka untuk mensyukurinya, semestinya kita rajin beribadah di rumah itu. Dari rumah itu kita pergi kemasjid atau langgar untuk sholat  berjamaah,  shalat wajib, karena Rasulullah bersabda;

صلاة الجماعة افضل من صلاة الفذ بسبع وعشرين د رجة

Sholat berjamaah lebih tinggi nilainya sampai 27 kali lipat daripada sembahyang sendikrian

Menurut mazhab Syafiie dan  Maliki shoalat berjamaah Hukumnya sunnah muakkad, sedangkan menurut mazhab Hambali dan Hanafi hukum wajib untuk semua shalat fardhu.Oleh karena begitu pentingnya shalat berjamaah itu, maka beberapa sahabat di zaman rasulullah, pernah berupaya untuk pindah rumah kelokasi yang lebih dekat dengan masjid agar mereka menjadi  lebih mudah untuk sholat berjamaah di masjid.

Selain di Masjid, di rumahnya sendiri dilaksanakan shalat shalat sunat, berzikir dan mebaca Alqor’an, karena Rasulullah mengajarkan

اجعلوا من صلاتكم فى بيوتكم ولا تجعلاوها قبورا

Laksanakanlah sebagian salat sunat di rumahmu dan jangan kamu biarkan rumahmu itu bagaikan kuburan.

نوروا منازلكم بالصلاة وقراءة القرآن

Hiasilah rumah mu dengan shalat dan membaca Alqor an.

Dengan itu semua, maka anugerah Allah yang kita terima berupa rumah, Insyaallah akan terasa bertambah keni’matannya, suasana rumah tangga akan menjadi tenang dan damai, seluruh penghuninya merasa sangat bahagia, didampingi isteri yang setia dan anak-anak yang saleh,   بيتى جنتى   rumah tangga mereka serasa sebuah sorga. Kebahagiaannya itu terpancar sampai pula dirasakan oleh tetangganya, hubungannya dengan jiran pun menjadi harmonis.

Apabila kita menadapat rezki berupa rumah yang letaknya dekat dengan masjid, maka untuk mensyukurinya, kita semestinya selalu sholat berjamaah di masjid itu, Rasulullah berkata; bahwa

لا صلاة لجار المسجد الا فى المسجد

Orang yang tinggal di dekat masjid, semestinya ia tidak melaksnakan sholat kecuali di masjid.

Orang yang tinggal di dekat masjid, kalau mereka  tidak sholat berjamaah di masjid tanpa uzur, itu boleh jadi berarti mereka  tidak mensyukuri ni’mat Allah yang berupa rumah di dekat masjid, oleh karena itu, ni’mat itu mungkin  saja bisa berubah menjadi sumber kesusahan bagi mereka.

Kemungkinan itu bisa terjadi bilamana penghuninya tidak suka sholat berjamaah, karenanya maka suara kaset orang mengaji menjelang fajar yang dikumandangkan dari masjid, terasa jadi pengganggu tidurnya yang nyenyak, suara azan pun terasa menyakitkan telinganya, ia merasa tidak puas menikmati tidurnya, hingga ia merasa kurang tidur, lalu sering urung-uringan, Boleh jadi  emosinya mudah tersulut, gampang marah, bukan mustahil pula bisa sampai terbawa pada tetangga, perselisihan dengan jiran pun mudah terjadi, Ia merasa tidak betah tinggal di rumah itu, tidak mustahil pula ia akan pindah ketempat lain. Itulah akibatnya jika ni’mat Allah yang berupa rumah di dekat masjid tidak disyukurinya, maka ni’mat Allah itu telah berubah menjadi sumber kesusahan baginya.

Rasulullah bersabda;

والذى نفسى بيده لقد هممت أن آمربخطب فيخطب، ثم آمر رجلا فيؤم الناس ثم أخالفه الى رجل فأحرق عليهم بيوتهم

Aku pernah berkeinginan, untuk menyusuruh berapa orang guna mengumpulkan kayu bakar,kamudian aku suruh orang lain lagi untuk azan dan yang lainnya menjadi Imam, lalu aku sendiri pergi  melihat siapa siapa saja yang tidak hadir sholat bejmaah tanpa uzur, lantas aku bakar rumah mereka itu. ( Bukhari dan Muslim – Riyadlusshalihin, II, 114 )

Untungnya Rasulullah tidak pernah melaksanakan keinginan beliau itu, Rasulullah tidak membakar rumah mereka yang tidak ikut shalat berjamaah, akan tetapi ajaran yang terkandung dalam riwayat ini sangatlah patut kita renungkan bersama. Barangkali Rasulullah hendak mengajarkan kepada kita semua, bahwa apabila jika tempat tinggal kita berdekatan dengan masjid, bila kita tidak rajin untuk sholat berjamaah di masjid itu, maka kita bukanlah orang yang disenangi oleh Rasulullah. Dan akibat kita tidak disenangi oleh Rasulullah, bisa saja kita jadi tidak tenang, dan ketidak tenangan itu akan membawa akibat buruk yang bermacam-macam, kita tidak dapat merasakan keuntungan tinggal didekat masjid, yang kita rasakan adalah rasa terganggu oleh hiruk pikuknya kegiatan masjid.

Seharusnya kita semua senantiasa menyadari, bahwasanya Sholat berjamaah adalah salah satu resep yang sangat ampuh untuk kiat bersama-sama meraih hidup tenang bahagia k karena kita disenangi oleh Rasulullah..

Oleh karena itu marilah kita menjadi hamba-hamba Allah yang bersyukur atas segala ni’matNya, dengan cara menggunakan ni’mat itu untuk hal-hal yang diridhoi Allah, seperti sholat berjamaah dsb, Semoga kita senantiasa mendapatkan anugerah Allah, jasmani yang sehat, tidak ada uzur, mendapat taufiq dan inayah Allah agar selalu dapat ikut sholat berjamaah, hingga rumah kediaman kita mendapat barakah dari Allah dan restu dari Rasululllah, dan kita terhindar dari sikap kufur ni’mat, serta terhindar dari ancaman azab Allah karena tidak bersyukur kepada Nya.

Allah  berfirman

لئن شكرتم لأزيدنكم ولئن كفرتم ان عذابى لشديد

Jika saja kamu bersyukur atas segala ni’matku, maka ni’mat itu akan lipat gandakana, tapi kamu kufur, tidak berlaku syukur, pastilah azabku akan sangat luar biasa pedihnya

اتقواالله حق تقاته ولا تموتن الا وأنتم مسلمون

صدق الله العظيم وبلغ رسوله الكريم ونحن على ذالك من الشا هدين

اقول قولي هذا وأستغفرالله العظيم انه هو الغفورالرحيم

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: