arifin62

KUDA YANG PANDAI BERSYUKUR

In 1 on Oktober 22, 2008 at 11:25 pm

KUDA YANG PANDAI BERSYUKUR

الحمدلله الذي جعل العلم طهارة للنفوس. ونورا للبصائر. وطريقا الىالحق. وهاديا الىالجنة. اشهد ان لآاله الاالله وحده لاشريك له. واشهد ان محمدا عبده ورسوله امرنا بالاجمال فىالطلب. واخبر بان لكل امرئ ماكسب. اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه صلاة وسلاما دائمين متلازمين الى يوم القيامة. (امابعد) ياايهاالناس اتقواالله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون.

Dalam Surah Al Adiyat Allah berfirman

اعوذ بالله من الشيطانالرجيم.

وَالْعَادِيَاتِ ضَبْحًا , فَالْمُورِيَاتِ قَدْحًا ,  فَالْمُغِيرَاتِ صُبْحًا , فَأَثَرْنَ بِهِ نَقْعًا , فَوَسَطْنَ بِهِ جَمْعًا , إِنَّ الْإِنْسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ , وَإِنَّهُ عَلَى ذَلِكَ لَشَهِيدٌ , وَإِنَّهُ لِحُبِّ الْخَيْرِ لَشَدِيدٌ , أَفَلَا يَعْلَمُ إِذَا بُعْثِرَ مَا فِي الْقُبُورِ وحصل مافى الصدور, ان ربهم بهم يومءذ لخبير.

Demi kuda perang yang berlari kencang dan terengah-engah, kuku-kukunya menghentak bebatuan seakan berapi api, ia membawa penunggangnya menerijang musuh, melakukan serangan mendadak di pagi buta, debu pun berterbangan, menyerbu kemedan tempur. Sesungguhnya manusia sangatlah ingkar, tidak tahu berterima kasih kepada Tuhannya, padahal manusia itu sendiri menyadari dirinya sebagai orang yang ingkar, manusiapun sangatlah bakhil karena terlalu cinta pada harta, apakah manusia itu tidak tahu bahwa disuatu saat nanti ia akan dibangkitkan dari kuburnya, segala isi dadanya dinampakkan. Sesungguhnya Allah maha mengetahui tentang hal mereka yang demikian itu.

Hadirin rahimakumullah

Dahulu, dizaman kuda, alat angkutan yang utama adalah binatang kuda sebagai kendaraan, terutama untuk menempuh medan yang sulit, jarak yang jauh dan memerlukan gerak cepat, tidak terkecuali untuk kendaraan prajurit dalam berperang, perang tanding antara dua tentara yang bermusuhan. Kuda, adalah binatang yang patuh pada tuannya, ia setia, tidak membantah perintah tuannya, untuk dijadikan kendaraan tunggangan kemana pergi, ia berlari cepat, menempuh jarak yang jauh, sulit dan panjang, setiap kali kakinya melangkah, menghentak bebatuan, kukunya menimbulkan panas bila membentur benda keras, seakan memercikan api, nafasnya terengah engah, ditengah tengah kepulan debu yang beterbangan, ia tetap patuh pada kemauan tuannya untuk memasuki daerah berbahaya, menerjang ketengah tengah musuh bila tuannya sedang berperang.

Kesetiaan, kepatuhan serta keberanian kuda yang sedemikian itu tidak lain adalah sebagai bukti nyata, perwujudan bahwa kuda itu ingin menunjukkan terima kasih pada tuannya yang telah sudi memeliharanya, merawatnya dan setiap hari memberinya makan, cuma sekedar beberapa ikat rumput saja.

Jamaah sekalian

Allah menciptakan manusia, adalah agar manusia mengabdi kepada Nya. Allah telah memberikan kepada kita manusia ini berbagai ni’mat, kita telah diberi berbagai fasilitas yang memang kita butuhkan, dan kita juga diberi Nya apa saja yang kita perlukan untuk kesenangan hidup kita. Tapi Allah telah menetapkan bahwa tugas kita yang utama di dunia ini adalah untuk mengabdi kepada Nya. Dan tentu nya pengabdian kita itu adalah sebagai bukti yang nyata bahwa kita adalah hamba Nya yang pandai berterima kasih kepada Allah yang telah memberikan kita berbagai keperluan dan kesenangan hidup ini, yang sudah tidak dapat dihitung lagi berapa banyak jumlahnya ni’mat itu yang telah kita terima dan kita rasakan. Dengan bentuk pengabdian kita kepada Allah telah diatur dalam syari’at Islam.

Hadirin rahimakumullah

Salah satu bentuk atau cara pengabdian kita kepada Allah, yang pokok ialah dalam bentuk mengerjakan shalat wajib yang lima waktu sehari semalam.

وروا بعض الفقهاء: الصلاة عماد الدين فمن أقامها فقد أقام الدين ومن هدمها فقد هدم الدين

ٍKalangan ulama fiqh berkata. Shalat adalah tiang agama, siapa yang menunaikan shalat berarti dia menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkan shalat berarti dia meruntuhkan agama.

Betapa pentingnya shalat itu untuk ditunaikan, maka rasulullah pernah bersabda

الْعَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ الصَّلَاةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ

Suatu perjanjian antara kita sebagai Muslim adalah Sholat, siapa yang meninggalkannya maka dia sudah kafir

Begitulah, betapa pentingnya shalat untuk kita tunaikan sebagai pengabdian kita kepada Allah, sekaligus pula sebagai bukti nyata bahwa kita adalah orang Islam yang pandai mengabdi dan berterima kasih kepada yang Maha Kuasa Pencipta alam semesta ini.

Jamaah Jum’at sekalian

Shalat belum lah cukup kalau kita pribadi saja yang sudah melaksanakannya, lebih dari itu, kita pun wajib pula mengarahkan semua anggota keluarga kita agar semuanya melaksanakan shalat, anak anak kita, wajib kita didik untuk menjadi muslim yang patuh menunaikan shalat.Rasulullah beramanah

مروا الصبي بالصلاة إذا بلغ سبع سنين، فإذا بلغ عشر سنين فاضربواه عليه

Suruhlah anak anakmu mengerjakan shalat sejak mereka berumur tujuh tahun dan jika sampai usia 10 tahun mereka belum juga mau mengerjakannya maka pukul lah anak itu.

Hadirin yang berbahagia

Bila semua anak anak kita, anak anak muslim, telah melaksanakan shalat dengan baik, dan benar, ikhlas dan tekun, maka kita tidak perlu lagi bersusah payah menanggulangi kenakalan remaja, karena remaja remaja yang sudah tekun shalat, sudah barang tentu tidak akan mudah terlibat dalam kenakalan, yang menyeretnya pada kesesatan, sesuai jaminan Allah dalam Al Qur’an.

وَأَقِمِ الصَّلَاةَ إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

Sesungguhnya shalat itu bila dikerjakan dengan baik, maka pengaruhnya akan mampu mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.

Jamaah sekalian

Bila sewaktu-waktu kita merasa malas untuk mengerjakan shalat, baiklah kita merenung barang sejenak, bertafakkur, membandingkan antara diri kita dengan binatang sejenis kuda, betapa istimewanya kuda dalam pandangan Allah sampai-sampai Allah menggunakan kuda sebagai penguat sumpah Nya dengan kalimat Wal Adiyat dlabha, demi Kuda perang yang berlari kencang. Kuda yang hanya diberi makan dengan rerumputan, ternyata begitu setia dan taat pada kemauan pemiliknya sebagai bukti terima kasihnya. Kita telah menerima lebih banyak pemberian Tuhan, mengapa kita tidak taat kepada perintah Allah.

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

Pabila juakah akan datang waktunya bagi orang-orang yang mengaku beriman, agar hati mereka menjadi khusuk, tunduk, ingat kepada Allah, juga kepada kebenaran yang telah sampai kepada mereka. Janganlah mereka menjadi seperti orang-orang dahulu yang menerima Al Kitab, karena berlalunya waktu, maka hati mereka menjadi beku, hingga kebanyakan diantara mereka menjadi fasiq.

بارك الله لى ولكم فىالقرأن العظيم ونفعنى واياكم بمافيه من الايات والذكرالحكيم اقو ل قولى هذا وأستغفرالله  لى ولكم أنه هوالغفورالرحيم.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: