arifin62

IDUL ADHA

In 1 on Oktober 25, 2008 at 9:23 am

ADHA 1425

الله اكببر     لا اله الا الله الله اكبر الله اكبر ولله الحمد.  الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة واصيلا .  لا اله الا الله الله اكبرالله اكبر ولله الحمد.
الحمد للهنحمده ونستعينه ونستغفره ونعود بالله من شرور انفسنا ومن سيئات اعمالنا من يهده الله فلا مضل له   ومن يضلل فلا هادي له . وا شهد ان لا اله الا الله وحده لا  شريك له . واشهد ان سيدنا محمدا عبده ورسوله. اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين. اما بعد , فيا عباد الله  اوصيكم        ونفسي بتقوى الله فقد فاز من اتقى وخاب من طغى. قال الله تعالي :ولو أن اهل القرى أمنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركات من السماء والارض ولكن كدبوا فاخدناهم بما كانوا يكسبون
الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Jamaah Ied ِAdha Rahimakumullah

Alhamdulillah dengan ijin dan kehendak Allah Swt. kita kaum muslimin diseluruh dunia kembali mendapat kesempatan yang begitu berharga, karena dipagi yang mubarak ini, kita dapat merayakan Id Adha tahun ini dengan penuh khusu’  dan khidmat.

Id Adha 1425 H ini kita rayakan dengan suasana penuh duka yang memprihatinkan karena disamping kita merasa gembira dengan kedatangannya, disaat ini pula jutaan Saudara-saudara kita baik di tanah air maupun di berbagai belahan dunia merayakannya dalam suasana duka dan kesedihan, terutama bagi mereka yang berada di Aceh dan sebagian Sumatera Utara akibat musibah gempa bumi dan gelombang tsunami beberapa waktu yang lalu. Musibah tersebut menelan korban jiwa yang tidak sedikit jumlahnya, banyak orang yang kehilangan harta benda, tempat usaha dan  sanak keluarga yang mereka cintai serta lebih kurang 50 ribu anak menjadi yatim piatu.

Sepanjang sejarah, musibah ini merupakan terbesar yang pernah dialami bangsa Indonesia, dan terjadi di Propinsi yang mayoritas penduduknya beragama Islam. Ya Allah sungguh berat cobaan yang Engkau turunkan, dan kami tidak memiliki sedikitpun daya dan kekuatan untuk menahannya. Ya Allah sungguh benar apa yang Engkau firmankan dalam kitab-Mu, bahwa apabila Engkau menurunkan musibah tak satu pun yang kuasa menolaknya, dan semua makhluk ikut merasakannya tanpa terkecuali.

,Dan Takutlah kamu kepada ujian Allah yang ditimpakan bukan saja kepada mereka-mereka yang berbuat dzolim “

( Q.S. al- anfal  25 )

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Jama’ah Id Adha rahimakumullah

Saat ini, pada umumnya kaum Muslimin di Indonesia dan seluruh dunia, dan khususnya ummat manusia di seluruh bumi Allah ini kembali mendapat teguran dan peringatan Allah, baik berupa musibah yang terjadi silih berganti maupun berupa kehinaan, penindasan, perpecahan dan berbagai macam keterpurukan yang menimpa dan juga penguasaan orang-orang kafir terhadap kaum muslimin.  Khususnya di negara kita, negari yang terkenal dengan negeri yang aman dan damai, negeri yang dikaruniai berbagai nikmat sumber daya alam yang melimpah ruah, ternyata sepanjang tahun 1425 H / 2004 M  mengalami cobaan, musibah demi musibah silih berganti, mulai dari kekeringan, asap tebal akibat kebakaran hutan, tanah longsor,  banjir yang meluluh lantakkan sawah-sawah, badai yang disertai angin topan, kecelakaan lalu lintas darat, laut dan udara. Terakhir Gempa bumi di Alor NTT, Nabire Papua, yang terbesar dialami Saudara-saudara kita di Aceh dan Sumut yaitu Gempa bumi dan gelombang Tsunami yang mengakibatkan kerugian materi yang tdk dapat ternilai dan terbayar.

Jama’ah Id Adha rahimakumullah

Sebenarnya dari rentetan panjang peristiwa tersebut adalah merupakan pengulangan kembali peristiwa yang sudah pernah terjadi pada masa para Nabi-nabi, yang juga tidak kalah dahsyatnya dibandingkan dengan kejadiaan pada zaman ini. Sebagaimana yang telah diabadikan oleh Allah Swt. dalam al-Qur’an untuk kemudian kita jadikan hikmah dan pelajaran yang berharga, seperti pada masa Nabi Nuh, Hud, dan Sholih ‘alaihimussalam, yaitu musibah banjir besar ( yg istilah sekarang disebut Tsunami ), badai disertai angin topan, masa paceklik akibat kekeringan yang berkepanjangan selama 7 tahun.  Dan pada masa Nabi Luth AS terjadinya  gempa bumi yang berskala besar yang mengakibatkan terbaliknya gunung-gunung, terbaliknya permukaan atas bumi ke bagian bawah, angin topan yang disertai hujan batu dari langit. Semuanya merenggut nyawa dan harta benda yang tidak sedikit jumlahnya.  Dan masih  banyak rentetan panjang kisah-kisah pada masa para Nabi dan Rasul yang tidak mungkin kita sebutkan satu persatu dalam kesempatan ini.  Cukuplah hal tersebut sebagai pelajaran yang berharga bagi ummat-ummat sesudahnya.

Demikianlah, Allah Yang Maha dahsyat azdab-Nya, menimpakan adzab dan murka-Nya pada masa nabi nabi dimasa lampau, dikarenakan kedurhakaan mereka terhadap Allah dan Rasul-rasul Nya. Dan setiap ummat yang menentang dan durhaka terhadap risalah yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul, maka Allah Swt. kontan menurunkan adzab tanpa ditunda-tunda.

Maka beruntunglah ummat yang hidup di masa kenabian Muhammad saw. dan setelahnya sampai kepada kita sekarang, yang mana dengan sifat Rahman dan Rahim Allah Swt. dan berkat kesabaran yang tinggi yang dimiliki Nabi Muhammad saw,  Allah swt tidak langsung menurunkan azab-Nya kepada ummat ini walaupun sudah mendemonstrasikan kemaksiatan secara terang-terangan.

Oleh karenanya, sejenak kita mencoba bermuhasabah, sekedar bercermin dari dua dimensi yang melekat pada diri kita antara kenikmatan yang kita rasakan dengan kewajiban yang kita laksanakan. Kalau kita telusuri lebih jauh lagi berbagai macam maksiat yang kita pertontonkan, namun Dia tetap saja menyayangi kita.  Tubuh ini kita lumuri dengan dosa dan kemaksiatan, namun Dia selalu saja memaafkan dan menerima apunan dan taubat kita. lisan ini kita hiasi dengan perkataan kotor dan dusta, namun Dia tetap saja memberikan nikmat berbicara.  Mata ini melotot terhadap hal-hal yang diharamkan, namun Dia tetap saja memberikan nikmat melihat.  Allah Swt.  tidak memberi peringatan dengan membuat kita tuli sekalipun terlalu sering kita mendengar hal-hal yang dilarang.  Kita ingkari berbagai nikmat-Nya baik yang kita sadari maupun tidak terduga, namun tidak membuat Allah untuk berbuat gampang menimpakan adzab-Nya. Akan tetapi Ia peringatkan kita terlebih dahulu dengan ayat-ayat-Nya

لئن شكرتم لأذيدنكم ولئن كفرتم ان عذابى لشديد

” Jika kalian bersyukur terhadap nikmat-nikmat-Ku pasti akan kutambah, tetapi manakala kamu mengingkarinya balasannya adalah adzab-Ku yang sangat keras. ( Q.S Ibarahim 7 )

Di ayat lain Allah peringatkan;

ولو أن اهل القرى أمنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركات من السماء والارض  ولكن كدبوا فاخدناهم بما كانوا يكسبون

” Dan jika sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertaqwa, maka pasti akan kami karuniakan keberkahan dari langit dan bumi. Akan tetapi mereka mendustakan  semuanya, maka kami balas dengan siksaan akibat dari perbuatan mereka  ( Q.S al-A’rof 96 )

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Jama’ah Id Adha rahimakumullah

Pada hakekatnya dari berbagai kejadian musibah yang menimpa bangsa ini dan ummat manusia pada umumnya adalah dikarenakan ulah perbuatan tangan mereka sendiri.  Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Allah  dalam firma-Nya ;

مااصابك من حسنة فمن الله وما اصابك من سيئة فمن نفسك

” Kebajikan apa saja yang kamu dapatkan, semua itu datangnya dari Allah Swt, sedangkan segala musibah yang menimpa kamu sekalian akibat dari dirimu sendiri. (An-Nisa’ 79 )

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Jama’ah Id Adha rahimakumullah

Musibah sudah terlalu banyak ditimpakan kepada saudara-saudara kita dimana-mana, Lalu, apa kah yang dapat kita lakukan untuk menahan datangnya kembali murka Allah kepada kita yang masih selamat ini? serta bagaimana kita menyikapi ujian dan cobaan tersebut ? .

Menurut penjelasan di-dalam al-Qur’an dan as-Sunnah, bahwa solusi yang satu-satunya adalah pendekatan kepada Allah dengan cara melaksanakan ajaran Agama secara kaaffah, secara total.

Sebagai langkah awal, kita mulai, hendaklah kita semua sebagai individu-individu,  mulai dari lapisan bawah sampai atas, mulai dari rakyat jelata yang paling rendah sampai kepada pemimpin tertinggi negeri ini, mulai dari paling rendah status ekonominya sampai kepada konglomeratnya,  melakukan instropeksi diri dan mengakui berbagai bentuk kesalahan dan kekhilafan yang telah kita perbuat selama, untuk kemudian segera bertaubat dengan TAUBAT NASUHA.

Setelah itu, dengan keimanan yang mantap  dan dengan niat yang tulus ikhlas kita laksanakan semua perintah Allah swt. dan kita hindari segala larangannya tanpa terkecuali.  Dan sebelum terlambat, selama pintu taubat dan ampunan-Nya masih terbuka lebar-lebar, maka marilah kita bersama-sama, bahu membahu untuk menggalang dan menggalakkan ” Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar “.  Karena akibat ketidak pedulian atau sikap apriori kita terhadap perintah ” Amar ma’ruf dan Nahi Munkar ” menyebabkan timbulnya murka Allah berikut mengakibatkan terjadinya malapetaka dan bencana yang akan kita rasakan bersama-sama secara menyeluruh tanpa memandang identitas dan status sosial yang melekat pada diri kita. Hal ini pernah digambarkan oleh rasulullah saw.  dalam sabdanya ; tentang keadaan orang-orang yang berada diatas kapal yang tidak mengindahkan peraturan keselamatan. Diantara mereka berbuat semaunya dan tidak ada yang mau mencegahnya, sehingga  mereka tenggelam keseluruhan tanpa terkecuali. Sehingga beliau berkata;

Jika sendainya mereka yang berada diatas kapal tersebut ada yang mencegah perbuatan keji sebagian lainnya, maka mereka pasti selamat. Tetapi karena tidak ada yang peduli terhadap perpuatan keji tersebut, maka mereka celaka, dan celakalah semua orang yang berada di atas kapal tersebut. ” ( H.R Bukhari dan Muslim )

Dalam al-Qur’an , telah diabadikan Allah swt. tentang kemurkaan-Nya kepada Bani Israil akibat dari masa bodoh mereka terhadap perintah ” Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar ” لعن الذين كفرو من بني اسرآئيل على لسان داود وعيسىبن مريم,ذالك بما عصو وكانويعتدون” Orang-orang Kafir dari Bani Israil telah dilaknat oleh Allah melalui lisan Daud dan Isa bin maryam, yang demikian itu, akibat kedurhakaan mereka dan akibat ketidak pedulian mereka terhadap kemunkaran yang mereka perbuat diantara satu sama lainnya. ( Q.S al-Maidah 78 ).

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Jama’ah Id Adha rahimakumullah

Kedua, Pendekatan Duniawi, yaitu membangun kembali rasa kepedulian kita terhadap Saudara kita yang memiliki nasib yang kurang beruntung, sebagai bentuk konkrit kecintaan kita. Rasulullah pernah menggambarkannya dalam sebuah haditsnya;

لايؤمن احدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه

” Tidak beriman salah seorang diantara kamu sehingga ia mencintai Saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri.

Selanjutnya dengan penuh rasa tanggung jawab bersama-sama menjaga pelestarian lingkungan untuk kemashlahan makhluk Allah dimuka bumi ini.

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Jama’ah Id Adha rahimakumullah

Disinilah salah satu makna hikmah dari implementasi nilai-nilai ‘Id Adha atau yang dikenal dengan ‘Id Qurban.  Ibadah Qurban sebagai wujud proses interkasi dan integrasi antara si kaya dan si miskin .  Nilai-nilai ibadah qurban melatih kita untuk turut membagi rasa nikmat kebahagian kepada sesama ( muslim ), karena kaum yang lemah mempunyai andil dalam mewujudkan kejayaan ummat ini; sabda nabi saw :

“Sesungguhnya pertolongan Allah terhadap ummat ini dikarenakan do’a, sholat dan keikhlasan para kaum dhu’afa.

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Jama’ah Id Adha rahimakumullah

Pada beberapa tahun terkahir ini, nilai-nilai ukhuwah dan solidatitas muslimin mendapat tantangan dan ujian. Diberbagai belahan dunia telah terjadi pembantaian massal terhadap ummat Islam seperti Bosnia, Palestin, Irak, Afganistan, Khasmir, Philipin, Thailan dan lain-lainnya. Kita sering  menyaksian melalui media cetak dan elektronik kebuasan serdadu Israel yang menembakkan dan meluncurkan serangan darat dan udara di kawasan yang padat penduduknya di kota palestina.  Kita juga menyaksikan berita-berita tentang banyaknya korban yang meninggal dikalangan kaum muslimin di Irak, akibat ketidak adilan tentara sekutu yang berdalih sebagai pembela hak-hak azasi manusia.

Oleh karena itu,  rasa solidaritas dan ukhuwah itulah yang bakal menyelamatkan ummat dan agama Allah ini dari searangan musuh-musuh Allah.  Ummat Islam adalah ummat yang berkualitas dan mandiri tidak perlu terlalu berlebihan menggantungkan harapan dan belas kasihan dari mereka          ( orang -orang kafir ),  dan sekali-kali tidak boleh cepat percaya pada mulut manis bangsa ataupun orang-orang munafiq yang katanya mau membantu, padahal mereka bersekongkol ingin memdamkan cahaya Allah ( Islam ). Sebagaimana firman-Nya ;

يقولون بأفواههم ما ليس في قلوبهم

” mereka menyatakan berbagai perkataan manisnya namum bertentangan dengan apa yang berada di hati mereka. ( Q.S ‘Ali Imran ayat 167 )

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Jama’ah Id Adha rahimakumullah

Sebagai muslim yang bersaudara, yang perىah digambarkan rasulullah saw laksana satu tubuh dan bagaikan rangkaian sebuah bangunan yang kokoh, pasti tidak akan rela terhadap perlakuan yang menyakitkan itu, karena penderitaan mereka adalah penderitaan kaum muslimin keseluruhannya.  Karenanya kita tergugah untuk meringankan derita yang mereka alami, walaupun masih ada saja diantara kaum muslimin yang karena menipisnya keimanan dan kurangnya pemahaman yang benar tentang Islam, tidak respon dan bersikap skeptis, malah ikut-ikutan mengatakan dukungannya tentang adanya Islam Fondametalis, Ekstrim, Islam teroris .  Akibatnya diantara sesama muslim ada yang saling curiga mencurigai, alergi terhadap Saudaranya se iman yang telah berniat baik untuk menjalankan ajaran agamanya secara sungguh-sungguh. Kaum muslimin telah terobsesi dan terkontaminasi nilai-nilai budaya sekuler dan liberal yang disponsori oleh musuh-musuh Allah.

الله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Jama’ah Id Adha rahimakumullah

Inilah yang harus kita lakukan, untuk mendapatkan jalan keluar dari berbagai kemelut yang dialami kaum muslimin dari mulai kemunduran, kelemahan dan kehinaan.  Jika kita meremehkan dan melalaikan langkah-langkah itu, niscaya selama-lamanya kita tidak akan pernah meraih kemulian-Nya.

Dalam mengisi Idul Adha tahun 1425 ini, mari kita hayati kembali ajaran yang terkandung dalam syariat korban, dan bersama-sama mengambilpelajaran dari berbagai musibah, berbagai ujian dan cobaan, yang sudah bertumpuk, menindih bangsa ini, mari kita bertaubat kepada Allah atas segala keleiruan kita selama ini, saya bertaubat atas dosa saya, anda bertaubat atas dosa anda, para pejabat bertaubat atas keasalahnnya, semuanya bertaubat kepada Allah dengan taubatan nasuha, seiring memperkuat semangat persaudaraan atau ukhuwwah Islamiyah, kita petinggi semangat berani berkorban demi ukhuwwah itu sendiri,  agar kiranya dengan rida Allah, kita dapat bersama sama membangun kembali kehormatan dan kemakmuran bangsa Indonesia yang kaya raya ini. Amin ya rabbal alamin.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والدكر الحكيم وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم . اقول قولي هدا واستغفرالله لي ولكم ولسائرالمسلمين والمسلمات فاستغفروه انه هو الغفورالرحيم.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: