arifin62

syukur sakit

In 1 on November 3, 2008 at 8:54 am

HAY!, INILAH KISAHKU

BERSYUKUR SAKIT

Suatu hari di Kantor, tanpa ada pertanda apa-apa sebelumnya, tiba-tiba penglihatan Rahmat terasa sedikit gelap, kepala terasa pusing, dan sebelah badan, kaki tangan bagian kiri terasa kesemutan, muka bagian kiri terasa tebal, otot pada tulang iga sebeleh kiri sering bergerak gerak ( klojotan ),


Dengan berpegangan di pagar tangga, Rahmat berusaha turun dari lantai dua kelantai satu menuju ruang kerja, Rahmat lalu berbaring, karena penglihatan kabur, ia hampir menindih seorang kawan yang rupanya juga sedang kurang sehat berbaring di sebuah ruangan. Dengan sisa penglihatan yang masih ada, masih dapat melihat nomor telepon Selular, ia coba menghubungi kawan, seorang dokter, Dokter itu mengatakan bahwa Rahmat menderita vertigo, mungkin akibat gangguan lambung, lalu Rahmat meminum obat anti masuk angin, tiga hari kemudian ia berobat ke Puskemas, dokter menganjurkannya untuk periksa mata dan menebus sejumlah obat. Ia panggil dokter kerumah, si dokter Cuma menganjurkan agar obat yang dari Puskesmas diteruskan, lalu memberi resep untuk obat yang sama, kalau habis tambah lagi.

Rahmat terus merasa penasaran karena setelah beberapa hari tidak ada perubahan yang berarti, apalagi rasa kesemutan sebelah badan terus terasa. Sepertinya Rahmat pernah mendengar bahwa kesemutan sebelah itu adalah hal yang serius, mungkin jantung atau struk, karena penasaran, ia terus mencari informasi. Ia hubungi dengan SMS seorang Paramedis di Rumah Sakit Umum dikota itu namanya Suriansyah, Suriansyah ini mengingatkan agar Rahmat segera memeriksakan diri ke dokter spesialis jantung. Malam itu juga Rahmat pergi ke dokter yang disarankan, dokter memastikan jantungnya sehat, tapi ia mesti segera ke spesialis syaraf. Pagi harinya Rahmat ke klinik Syaraf di RSU, dengan difasilitasi oleh dokter jantung. Dokter spesialis syaraf menyatakan Rahmat terkena seranagan struk dan mesti dirawat intensif. Kesimpulan mengenai penyakit yang ia derita baru diketahui setelah dua belas hari berlalu, padahal menurut dokter, untuk pemulihan dari serangan struk mestinya segera dirawat intensif sebelum lewat tujuh jam ( gold time ).

Rahmat terpaksa menginap dirumah sakit, beberapa pertemuan dinas yang mestinya ia menjadi Nara sumber, terpaksa ia mundur, yang berarti hilangnya sejumlah penghasilan. Di Rumah Sakit, emestinya Rahmat mendapat fasilitas rawat inap kelas satu, tapi ternyata semuanya penuh, ia terpaksa masuk ruang sal dengan pasien tujuh orang, dan ternyata, baik pasien maupun keluarga yang menunggu, banyak yang tidak bisa menjaga ketenangan suasana, hinggaRahmat sering merasa terganggu apalagi saat mau tidur malam.

Diatas pembaringan, Rahmat berbaring terlentang, kadang susah tidur, ia harus istirahat, Rahmat pun mengambil cuti sanpai dua bulan lamanya. Lantas pikirannya mengembara kemana mana.

Timbul perasaan kecewa, kecewa kepada dokter yang diagnosisnya tidak jelas hingga ia terlambat dirawat,. Rahmat pun menghitung hitung siapa saja yang sudah datang menjenguknya, krenapa orangorang yang biasa ia bantu justeru ada yang tidak peduli. Juga sedikit kecewa tidak mendapat fasilitas perawatan kelas satu.

Hatinya juga bertanya tanya, kenapa ia ditimpakan penyakit yang begini mengerikan, diagnosis dokter yang sangat terlambat. Ada pula gangguan tambahan yang cukup meresahkan, seorang teman yang katanya mengerti alam gaib ( yang bagi Rahmat itu adalah pedukunan ) mengatakan bahwa penyakitnya ada jin yang menumpangi, lalu ia jadi berfikir siapa yang mengirim santet atau teluh kepadanya.

Untung Allah selalu membimbing Rahmat dengan taufiq dan hidayah Nya, hingga setiap pikiran negatif muncul ia selalu ingat bahwa semua pikiran negatif itu merupakan bisikan syaithan yang mengompori agar lestarinya permusuhan dan membaranya dendam, lalu ia juga menyadari bahwa semuanya adalah dalam skenario Allah, mungkin karena Allah hendak mengingatkannya, atau Allah menghukumnya, ataukah Allah hendak mengujinya. Dengan penuh baik sangka, Rahmat anggap sakitnya adalah ujian, atau karena Allah hendak melindungi nya dengan musibah itu, atau bahkan itu semua wujud dari terqabulkannya do’a nya diwaktu waktu yang lalu.

Renungannya selama sakit, sampai dua buah kesimpulan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

1. Serangan struk yang begitu mendadak terjadi saat ia berada di kantor. Terlalu ngeri jika membayangkan seandainya serangan itu terjadi saat ia sedang mengendara sepeda motor seperti biasanya sehari hari ia pergi dan pulang kerja. Jika itu terjadi dijalanan, barangkali badannya akan hancur, mungkin saja ditabrak mobil atau menabrak orang dsb.

Syukurlah serangan struk timbul saat ia berada di kantor.

2. Suatu hari Rahmat dipanggil atasannya, yang mengingatkankan bahwa dirinya harus bersiap untuk dipromosikan kesuatu jabatan yang lebih tinggi, namun bagi Rahmat itu artinya semacam “ PENYENGSARAAN “ karena tempat tugas yang baru nanti justeru pastilah daerah yang jauh, biaya hidup tinggi, biaya transportasi dan perumahan mahal, terpisah jauh dari anak dan isteri.

Lagi pula, kalau dipromosi, berarti Rahmat akan menjadi orang yang paling bertanggung jawab atas penggunaan uang negara/ uang rakyat, yang biasanya tidak akan bersih dari penyimpangan. Kalau biasanya menerima bagian dari hasil penyimpangan, itu masih bisa dinetralisir, tapi kalau harus menjadi orang yang bertanggung jawab atas tindakan penyimpangan, dengan dalih atau tujuan apapun, itu tentunya akan menjadi tambahan urusan yang sangat memberatkan di akhirat nanti. Untuk menyatakan setuju atau tidak, Rahmat melakukan sholat istikhorah, bersama isterinya, dengan do’a “ kalau itu membawa kebaikan, mudahkanlah ya Allah, kalau tidak membawa kebaikan, sulitkanlah ya Allah “.

DO’A YANG TERQABUL

Dengan ditimpakan musibah sakit itu, rupanya Allah telah mengabulkan do’anya, dilsulitkan Nya ia untuk kemungkinan dipromosi, tidak mungkinlah orang yang kesehatannya tidak prima dikirim ketempat yang jauh dan sulit.

Rahmat sadar bahwa musibah sakit yang ditimpakan kepadanya adalah wujud sayang Allah kepada hambanya yang bernama Rahmat, Allah membentengi dirinya agar tidak terlempar ketempat tugas yang jauh, jauh terpisah dari anak dan isteri.

BERKAT SADAQAH

Semua keberuntungan yang dirasakan Rahmat, disamping musibah sakit yang ditimpakan kepadanya – terlepas ddari promosi yang menyengsarakan, itu semua barangkali adalah suatu barakah dari kebiasaan hidup yang baru dibangunnya, yaitu ikut Berqorban setiap idul adha dan bersedaqah setiap hari meski sedikit serta belajar tidak pelit.

Seandainya tidak bersedaqah, tidak berqorban, mungkin ia terkena struk saat mengendara motor di jalan raya hingga ditabrak atau menabrak orang, mungkin pula dipromosi ketempat yang jauh dan sulit, dan menjadi penanggung jawab atas segala penyimpangan yang mungkin terjadi disebuah instansi yang dimanahkan kepadanya. Alhamdulillah, berkat mulai bersedaqah, biar kecil kecilan dan selalu ikut berqorban.

Musibah ada, tapi ternyata berbeda dari yang mungkin semestinya terjadi, mungkin seharusnya musibah berat tapi ternyata hanya ringan, mungkin Betul katanya “ sadaqah itu menolak bala” Alhamdulillah.

uk

( dengan menulis kisah ini dimaksudkan sebagai iwayat hidup yang tidak terlupakan dan sekaligus untuk dapat menjadi motivasi bagi siapa yang mau berlapang dada untuk merenungkannya, mudahan Allah menyelamatkan dari sikap hati yang sum ah atau riya ). Kurniadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: