arifin62

APAKAH ADA PACARAN ISLAMY?

In 1 on November 4, 2008 at 11:04 am

APAKAH ADA PACARAN YANG ISLAMY?


Sering ada pertanyaan, bagaimanakah pecarana yang Islamy ?

Saya selalu menjawab, bahwa saya belum menemukan dalam referensi Islam menyangkut terminologi Pacaran, hingga saya tidak menemukan termi nologi pacaran yang Islamy.

Pacaran adalah istilah anak muda Indonesia yang konotasinya bertentangan dengan Islam.

Kecuali, tentang bagaimana cara menentukan pilihan untuk memilih calon pasangan hidup, dalam referensi Islam terdapat istilah khitbah, yang dalam bahasa Indonesia diartikan Peminangan


Dalam KHI Pasal 1 hurup a, Peminagan ialah kegiatan upaya kearah terjadinya hubungan perjodohan antara seorang pria dengan seorang wanita

Bagaimana dengan pacaran ?

Hubungan antara laki laki dan perempuan yang dijalin dalam rangla pemenuhan hasrat seksualnya dapat dikategorekan sebagai

a. hubungan batin atau dengan kata lain disebut hubungan asmara, dan

b. hubungan fisik; bertemu, berpandang- pandangan, bercengkerama, bersentukan, pergi bersama, mojok, berduaan, bercumbu, berzina, hamil, kawin kecelakaan; itulah yang disebut pacaran.

Itulah realitas yang ada tentang pacaran

Kalau begitu realitas yang ada, mana mungkin ada pacaran yang Islamy

Upaya untuk menentukan pilihan untuk dijadikan pasangan hidup, yang disebut Khitbah , dalam rangka itu, seorang laki-laki diperbolehkan mengenal calon isterinya dengan melihat muka dan kedua telapak tangannya. Bila ia tertarik, ia boleh meneruskan lamarannya, sebaliknya si perempuan, bila berkenan ia boleh menerima lamaran itu.

Islam melarang dua insan berlainan jenis yang bukan muhrim, tanpa ikatan pernikahan, untuk berduaan, seperti halnya pacaran. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.

لأ يخلون رجل با مر الآ ومعها ذوا محرم

Menjalin hubungan asmara, dalam batas menjalin hubungan bathin, untuk menjajaki kemungkinan bersedia atau tidak untuk dilamar, dengan cara-cara yang sesuai dengan batas batas norma Islam, itu boleh jadi dapat dianggap dari bagian khitbah.

CARA MENJALIN HUBUNGAN
YANG ISLAMY

Cara menjalin asmara yang tidak melanggar norma Islam, misalnya;Mengirim utusan yang dipercaya, tentunya wanita juga.Hubungan surat menyurat, sms, Berbicara lewat telepon, Chatting.

Bertamu kepada si gadis dengan dihadiri muhrimnya, tentu saja penampilan si gadis juga harus sesuai norma, menutup aurat.

Kalau ternyata tertarik, ada kekurangannya dapat dipahami,, diteruskan ke jenjang khitbah.

Kalau tidak tertarik karena ada kekurangannya, maka tidak boleh menyebarkan kekurangan itu kepada orang lain, agar tidak menyakiti perasaannya.

Kenapa yang dibolehkan dilihat hanya muka dan telapak tangan, Muka mewakili kecantikannya, Telapak tangan mewakili kesuburan badannya.

KALAU YANG DILIHAT LEBIH DARI ITU ?

Kalau si laki-laki melihat lihat lebih dari sekedar itu, tentu karena si laki-laki tidak menghiraukan batas-batas yang boleh,Juga karena si perempuan tidak membatasi dirinya untuk dilihat lihat. Dalam hal ini ada analisa kesehatan jiwa. Ada orang yang punya kelainan jiwa yang disebut eksibisionosme, yaitu orang yang mendapat kesenangan jiwa dengan cara memamerkan auratnya.

Bila si laki-laki melihat yang macam-macam, sudah dapat melihat yang satu, ia ingin lagi melihat yang lain, seterusnya ia ingin merasai yang satu, bila dapat yang satu ia ingin lagi merasai yang lainnya.

Si perempuan, mau memperlihatkan yang tidak pantas, ia akan jadi sasaran laki laki untuk dibujuk melakukan yang tidak boleh, bila sudah terpojok oleh rayuan, satu hal terlanjur dilalkukan, maka ia akan gampang terjerumus pada perbuatan yang lebih dari itu. Rasulullah bersabda,

لأ يخلون رجل بامرأة الا ومعها ذوامحرم

Laki laki dengan perempuan tidak boleh mojog tanpa kehadiran muhrimnya.

Tidak ada pacaran yang Islamy, karena istilah pacaran selalu berkonotasi dengan pelanggaran norma Islam.

Yang ada dalam Islam ialah Khitbah, yaitu proses menuju pernikahan, yang untuk itu, laki-laki boleh berkenalan dengan wanita yang hendak dipinang, dengan tetap memelihara aurat dan dihadiri muhrim.

Kenapa begitu terbatas dan kaku ? Begitulah cara Islam memelihara keagungan wanita. Wanita yang agung pasti sepakat dengan batasan ini.

Kumpilasi Hukum Islam, Pasal 12 menyatakan;

Dilarang Khitbah terhadap perempuan yang sedang di khitbah orang lain,

Juga dilarang me khitbah perempuan yang sedang dalam iddah talak raj ‘ie

Dari mana kita mulai ?

Mulai dari diri kita, dan keluarga kita

Mulailah dari kebiasaan memelihara aurat, selanjtnya kebiasaan yang baik dalam pergaulan antar lawan jenis.

Jangan berikan peluang kepada syaithan untuk menjadi pembisik kita agar melampaui norma agama

ولأتقربواالزنا

Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan.

Yang terbaik diantara mereka

ialah yang mau bertaubat.

Astagfirullah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: