arifin62

TAHUN BARU

In 1 on November 4, 2008 at 12:58 pm

Tahun 2005 menjelang tahun 2006, sekitar 250.ribu orang bersukaria di Ancol Jakarta, 3 ton kembang api di bakar, milyaran rupiah dihabiskan secara mubazzir untuk menyambut awal tahun baru 2006, disaat itu pula kelaparan dan gizi buruk melanda anak bangsa di Papua, NTB bahkan jawa timur.

Siapakah orang yang begitu bersemangat merayakan tahun baru, ternyata sebagian besar adalah orang yang beragama Islam, kenyataan ini sangat berbeda dengan apa yang terjadi di Bejing, sebuah kota besar di negeri cina. Konon di malam tahun baru 2006 yang lalu, di Bejing tidak ada acara hura-hura seperti ditempat kita, bahkan restoran dan café banyak sudah tutup pada jam 9 malam, padahal Bejing adalah kota besar yang penduduknya sebagian besar bukan beragama Islam.

Perayaan tahun baru masehi, jika dilihat dengan kacamata yang berlapis nafsu, memang suatu malam yang indah penuh kenangan manis. Padahal bila dilihat dengan kacamata yang bening nurani dan moral, mungkin saja malam itu adalah malam yang penuh dosa, sarat dengan laknat Allah, karena hal itu hanyalah melanjutkan tradisi orang orang yang menjajah nenek moyang kita, non smulim yang suka sekali acara hura hura, sebagian besarnya sarat dengan aktivitas mubazir dan maksiat, , mabuk-nabukan dan beredarnya obat-bat terlarang, bahkan ada yang meninggal dunia kerana oper dosis, berbaurnya laki-laki prempuan yang bukan muhrim sampai pada terjadinya perzinaan.

Sebentar lagi kita akan memasuki tahun bari 2008 masehi. Tahun baru 208 ini hadir seiring musibah tanah longsor melanda pemukiman penduduk, pada saat banjir melanda perkampungan dimana mana, ratusan warga meninggal, yang lain tak berdaya terkurung banjir,ratusan ribu orang terpaksa mengungsi, ratusan ribu orang terisolir, tanaman sawah dan ladang hancur, disaat harga sembako beranjak naik, bensin dan minyak gas susah didapat, anak kecil mengumpulkan beras yang tercecer bercampur pasir dan debu di los-los pasar untuk dibersihkan dan dimasak, makanpun tidak menentu, ada yang makan singkong bahkan nasi sisa yang dikeringkan, atau roti kedaluarsa yang ditemukan di tempat pembuangan sampah, disaat lumpur PPpanas Lapindo di Jawa Timur terus membanjiri perumahan warga,

Di saat saat kondisi yang begitu memprihatinkan itulah tahun baru 2008 hadir, pantaskah kalau kita yang beragama Islam, ramai ramai merayakan tahun baru 2008 ini dengan hura-hura seperti tahun tahun yang lalu disaat saudara saudara kita sedang ditimpa musibah.

Bayangkanlah, seandainya, kita kita ini yang sedang tertimpa musibah, tapi orang lain ramai ramai bersuka ria, apa kiranya perasaan kita, pasti tidak enak, dan kacewa bahkan marah, karena itu, akan lebih bijak dan cerdas jika dalam menyambut tahun baru 2008 nanti kita umat Islam kembali pada sikap yang semestinya sebagai muslim, tidak usahalah berhura hura seperti orang orang membuat tradisi itu sejak mulanya, yakni orang orang non muslim. Ongkos untuk hiburan hiburan tahun baru akan lebih menghibur bagi orang kesusahan jika kita berikan dalam bentuk sadaqah nyata, apalagi uang rakyat untuk acara tahun baru yang biasanya disponsori oleh para pejabat.

Kita tegakkan identitas kita sebagai muslim, janganlah identitas itu kita kaburkan dengan melakukan hal-hal yang justeru membuat kita menyerupai orang orang kafir dalam menyambut tahun baru 2008.

Saya sudah menyampaikan amar ma,ruf nahi mukar, kalau anda mengikutinya, itulah jalan kebaikan, tapi jika tidak dipakai, maka, من سن سنة سئة فعليه وزرها ووزر من عمل بها Kemunkaran yang anda lakukan, anda akan tanggung dosanya dan anda juga mendapat tambahan dosa dari orang orang yang mengikuti kegiatan anda.

Baik kalau kita masih ada umur panjang hingga sempat bertaubat, tapi mana tahu kita mati sebelum sempat bertaubat, bahkan ada yang mati usai berjoget ria dimalam tahun baru. Nauzubillah.

Dengan hadirnya tahun baru 2008, mengingatkan saya bahwa saya sudah semakin tua, jatah hidup semakin berkurang seiring bertambahnya usia, tanpa terasa semakin dekat keliang kubur, padahal belum banyak kebaikan yang saya lakukan, terlalu banyak dosa yang belum saya sadari dan belum bertaubat,

Ya Allah, janganlah engkau sudahi hidup kami secara mendadak sebelum sempat bertaubat, janganlah Engkau cabut roh kami dengan kasar, dan berilah kami kesempatan diakhir hayat nanti dapat mengucapkan kalimah Lailaha illallah, uahmmadurasulullah. Ya Allah, Saya bertekad, berjanji kepada Mu ya Allah, dalam tahun tahun mendatang, sejak hari ini, saya bertaubat kepada Mu ya Allah, ampunilah dosa hamba ini ya Allah, Engkau maha pengampun dan maha penyayang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: