arifin62

PENDAYAGUNAAN ZAKAT

In 1 on November 13, 2008 at 11:16 am

RAKOR BAZ SE KALTIM 2005.

 

UUD, 45 Menganatkan bahwa “memajukan kesejahtaraan umum” merupakan tugas negara.

Untuk itu telah terbentuk UU, No. 38 Tahun 1999 tentang Zakat. Yang mengamanahkan untuk ;

Meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat,

Meningkatkan fungsi dan peranan peranata keagamaan dalam meweujudkan kesejahateraan masyarakat.

Meningkatkan hasilguna dan daya guna zakat.

 

Untuk sekedar diketahui bahwa

Di Kantor Wilayah Departemen Agama, ada dua seksi yang mengemban tugas berkaitan dengan zakat ini,

* Ada Seksi Bina Lembaga Zakat dan Wakaf

* Ada Seksi Pemberdayaan Zakat dan Wakaf.

* Ada Seksi Ibadah Sosial dan Pemberdayaay Kaun Doafa

* Ada pula Seksi Pengembangan Keluarga Sakinah dan Pemberdayaan     Keluarga Terbelakang

 

 

Bagaimana pemberdayaan lembaga zakat, bagaimana pengumpulan zakat dan bagaimana manegemen zakat, serta bagaimana penyaluran zakat, hal-hal semacam itu sudah sering kita bicarakan dalam pertemuan-pertemuan yang sudah-sudah,

 

Bagaimanakah rupanya pemberdayaan zakat dalam realita ?

Untuk yang satu ini, realita itulah yang bisa menjawabnya

 

 

Keberdayaan BAZ sangat tergantung dengan dana yang masuk; zakat wajib, sadaqah sunat, dari, agniya, PNS,karyawan BUMN/BUMD.

Masuknya dana ke BAZ sangat tergantung dengan kepercayaan para pihak yang menjadi sumber dana itu tadi.

 

Untuk meraih kepercayaan itu, maka BAZ perlu dikelola dengan suatu managemen dan akuntabelitas yang baik.

Disamping baiknya managemen dan akuntabilitas, yang sangat penting untuk meraih kepercayaan itu adalah bukti kunkrit yang dihasilkan oleh BAZ.

 

 

Sesuai tujuannya BAZ dibentuk adalah untuk mengupayakan perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Lalu, seberapa banyak orang fakir/miskin yang sudah dapat sejahtera, paling tidak kehidupannya sudah lebih baik, sebagai hasil kerja BAZ ?

Kita sudah bisa bercerita tentang prestasi BAZ, seberapa banyak dana yang berhasil dikumpulkan, berapa banyak yang disalurkan, kepada siapa saja penyaluran itu,

Tapi, berapa orang fakir/miskin yang sudah dapat sejahtera, paling tidak kehidupannya sudah lebih baik, kita belum bisa bercerita banyak, padahal

angka-angka ini sangat besar artinya untuk mendongkrak kepercayaan para muzakki terhadap BAZ.

 

 

 

Oleh karena itu, kedepan, perlu kita cari pola penyaluran yang dapat dengan gampang dijadikan bukti nyata atas  efektifitas Zakat dalam menanggulangi kemiskinan. Sehingga para Muzakki dapat melihat dengan gampang, angka-angka orang fakir/miskin yang sudah terangkat ekonominya dengan jasa BAZ.

 

Kantor Wilayah Departemen Agama Propinsi Kalimantan Timur dengan Seksi Pengembangan Keluarga Sakinah, sudah beberapa tahun pengembangakan kegiatan berupa subsidi untuk dana bergulir bagi moldal usaha kelompok Keluarga Pra Sakinah.

Pra Sakinah ini kalau di lingkungan BKKBN agak mirip dengan Keluara pra Sejahtera, subsidi yang diberikan hanya Rp. 5.000.000 ( Lima juta rupiah perkelompok, sudah puluhan kelompok. Dan Alhamdulillah, dana yang berasal dari subsidi pemerintah itu, tidak hilang, ada laporan perkembangan dana, malah ada kelompopk yang menggunakan dana untuk, bukan lagi untuk pinjaman modal tapi sudah untuk pinjaman bagi keperluan konsumtif.

Melalui Seksi Pengembangan Keluarga Sakinah itu, kami juga mengangkat Penyluh Keluarga Sakinah  Honorer sebanyak 100.000 tahun 2005 ini untuk mernjadi motivator di 100 Desa Binaan. Ke 100 orang ini telah pula kami bekali untuk menjadi motivator pemberdayaan kaum do’afa, dengan mendayagunakan potensi zakat setempat.

 

Skenarionya adalah

Pra Sakinah ( ekonomi ) berhimpun dalam perkumpulan,  mirip seperti Koperasi

Jenis usaha yang akan digeluti jelas, dan visibel

Potensi pasar jelas

Ada tenaga motiovator dan konsultan

Motivator dan konsultan direkrut dari warga setempat yang mau mengabdi.

Modal bagi koperasi Doafa disuplai dari Zakat, infaq, pinjaman lunak dll, atau

    a. Dana Stimulans pemerintah

b. Community Deplopmen perusahaan.

    c. Bapak Angkat Usaha untuk produksi     dan   pemasaran.

Untuk itu, maka diperlukan data para mustahik zakat dan potensinya, data penduduk yang berpotensi zakat dan predeksi potensi zakatnya.

 

Kami yakin, dengan pola penyaluran semacam ini, kita akan dapat mengevaluasi berapa orang miskin yang sudah kita bina, berapa yang dana yang digunakan langusng menyentuk orang fakir/miskin itu, berapa orang yang berhasil dan berapa yang gagal.

 

Dari sinilah potret BAZ dalam pemberdayaan fakir/miskin akan dapat tedrlihat nyata.

 

Dimasa-masa yang akan datang Geraka Zakat dengan BAZ dapat disinergikan dengan Gerakan Keluarga Sakinah agar hasil kerja kita bersama makin dapat dirasakan manfAatnya oleh masyarakat dan dampaknya insyaallah akan semakin menambah kepercayaan para agniya kepada BAZ.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: