arifin62

TAHUN BARU 2009

In 1 on Januari 4, 2009 at 6:00 am

        AWAL TAHUN  2006

        RADIO DARUSSSALAM

        AHAD, 24  JANUARI 2006

         

        Ada info, bahwa ada upaya untuk De Islamisasi di Indonesia, 2005 sampai 2010 sudah mulai kelihatan, buahnya akan panen pada tahun 2010-2020,.

        Bukan berarti orang Islam berbondong-bondong menjadi murtad, pindah ke agama lain, tapi paling tidak sejak tahun 2010 nanti, wajah Indonesia ini sudah  berubah dari yang berwajah Islamy, Islam itu tidak lagi menjadi warna dominan.

        Budaya berpakaian, budaya pergaulan, budaya resepsi pengantenan, budaya hiburan,  budaya sudah berubah sebagaimana budaya orang-orang non muslim.

        Itulah target orang untuk menghancurkan Islam dari muka bumi Indonesia ini,

        Terserah kita semua, apakah kita mau dihancurkan atau mau bertahan ?

        Malam tahun baru, sekitar 250.000 orang bersukaria, berlupa diri di Ancol, 3.000 kg ton Kembang api dibakar, Milyaran rupiah dihabiskan secara mubazzir untuk perayaan tahun baru, disaat issu kelaparan dan kurang gizi melanda anak bangsa di Papua, NTB bahkan Jawa Timur.

        Penjualan kondom diperkirakan meningkat dimalam tahun baru tadi.

        Perayaan tahun baru, jika dilihat dengan kacamatan Riben yang berlapis nafsu, adalah suatu malam yang indah penuh kenangan manis.

        Tapia jika dilihat dengan kacamata yang bening, dengan filter hatinurani dan moral, malam tadi adalah malam yang penuh dosa, sarat dengan laknat Allah, kenapa ?

        Tidak ada satupun agenda umat Islam yang berkaitan dengan tahun baru,

        Tidak ada satu pun momen yang Islami yang harus dirayakan dengan tahun baru,

        Yang ada hanyalah kelanjutan tradisi orang Eropa yang non muslim, dengan aktivitas yang penuh kemunkaran, aktivitas yang mubazzir, berbaurnya laki-laki –perempuan yang bukan muhrim, bahkan sampai pada perzinaan, mabuk-mabukan, judi dan beredarnya obat-obat terlarang

        Itu terjadi dua puluh sembilan hari yang lalu. 

                    Siapakah orang orang yang begitu bersemangat merayakan tahun baru seperti itu, sebagian besar orang yang merayakan tahun  baru di Indonesia adalah orang Islam. Kenyataan ini, sangatlah berbeda dengan apa yang terjadi di Bejing, sebuah kota besar di negeri Cina, konon kabarnya, malam tahun baru di Bejing, tidak ada acara hura-hura seperti ditempat kita, bahkan cafe atau restoran sudah tutup pada pukul 9 malam, padahal Bejing adalah kota besar yang sebagian besar penduduknya adalah beragama non muslim.

        Kenapa orang Indonesia yang sebagian besar beragama Islam, begitu bersemangatnya merayakan setiap tahun baru Masehi ?, padahal tidak ada satupun agenda umat Islam yang berkaitan dengan tahun baru, tidak ada satu pun momen yang Islami yang harus dirayakan dengan tahun baru.

        Rasulullah bersabda, 

        لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ قُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ فَمَنْ    

        Kamu  hanya mengikuti kebiasaan-kebiasaan orang-orang sebelum kamu, sedikit demi sedikit, sampai-sampai, sekiranya orang-orang dahulu itu masuk kelobang biawak, akhirnya kamupun akan mengikutinya, Sahabat bertanya, apakah itu Yahudi dan Nasrani ? Rasulul menjawab, siapa lagi kalau bukan Yahudi dan Nasrani.

Karena kita telah terlanjur mengikuti kebiasaan orang-orang dahulu, yang mulanya dilakukan oleh orang-orang penjajah  non muslim, yang membawa kebiasaan perayaan setiap tahun baru masehi, maka tanpa disadari kita telah terjerumus kedalam perangkap kebiasaan non muslim itu. Kita telah larut, terbawa arus yang membawa kita semakin jauh, menjauhi ajaran Islam

            Allah  berfirman. 

            وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

 قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِير (120

            Orang-orang Yahudi dan Nasrani, tidak pernah merasa tenang, senantiasa berupaya, membuat perangkap, dengan cara apapun, agar umat Islam mengikuti cara hidup mereka.

        Esok, Senin, saat matahari terbenam tangal 30 Januari nanti kita akan tiba pada awal tahun baru 1427 Hijriah, Tahun baru yang memang tahun barunya umat Islam. Tahun untuk mengenang perjuangan Rasulullah menyebarkan ajaran Islam, hingga Islam sampai di Indonesia bahkan sampai kepada kita di  Air Putih ini.

        Kalau kita begitu bersemangat menyambut tahun baru Masehi 2006, lalu seberapa besarkah semangat kita dalam menyambut tahun baru Islam 1427 nanti.

Menyambut Tahun baru Islam,  sebagaimana biasanya, umat Islam melakukan beberapa hal;

        1. Do’a bersama, do’a akhir tahun yang dilakukan menjelang magrib, pada hari terakhir bulan Zulhijjah.

        2. Membaca Alqor an, khususnya surah Yasin setelah sholat magrib berjamaah.

        3.  Dilanjutkan dengan do’a awal tahun.

        4. Muhasabah, tafakkur, atau instruspeksi diri, berapa banyak dosa yang sudah dikerjakan sampai tahun lalu, sudahkah bertaubat, akankah dosa yang sama dilakukan lagi di tahun depan ? Bertekad didalam hati agar di tahun depan lebih banyak melakukan hal-hal kebaikan dan meninggalkan segala apa yang dilarang Allah.

        Apakah itu ada tuntunan atau contoh dari Rasulullah ?. Yang pasti apa yang dilakukan itu merupakan perbatan baik, dan bisa menjadi kebiasaan yang baik. Man sanna

        Tahun baru Masehi sudah berlalu, kalau waktu itu kita telah keliru, mari kita bertaubat kepada Allah, mari kita sambut Tahun baru 1427 Hijriah, 31 Januari nanti, dengan penuh semangat, dan bertekad untuk semakin banyak melakukan amal saleh dengan jatah hidup  yang masih tersisa, agar kita menjadi keluarga yang sakinah. Agar Islam tetap menjadi warna dominan di Indonesia ini.

        Dengan hadirnya angka 2006, mengingatkan saya bahwa saya sudah semaikin tua, jatah hidup saya semakin  berkurang seiring bertambhanya usia, tanpa terasa semakin dekat keliang kubur. Belum banyak amal kebaikan yang saya lakukan, masih banyak dosa yang belum saya sadari, belum bertaubat kepada Allah.

        Ya Allah, janganlah Engkau akhiri hidup kami secara mendadak, sebelum sempat bertaubat. Janganlah Engkau cabut roh kami secara kasar, Biarlah kami kesempatan, di akhir hayat nanti ucapan kami yang terakhir,  kalimah La Ilaha Illahu Muhammadurrasullullah.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: