arifin62

KHOTBAH IDUL FITR

In 1 on Agustus 25, 2009 at 2:50 pm

17. KHOTBAH IDUL FITRI TAHUN 1423 H/‏2002 M
الحمد لله الذى جعل هذ اليوم عيدا مباركا للأسلام, والمسلمين, واختص الفرح فيه للصا ئمين الفا زين, اشهد أن مولانا محمدا عبده ورسوله, سيدالأنبياءالمرسلين اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه اجمعين,
ايهاالناس , أوصيكم ونفسى بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون.لااله الالله وحده لاشريك له, المجازى بالنعم على المحسنين, واشهد ان سيدنا محمد و
الله اكبر كبيرا والحمد لله كثيرا ,وسبحان الله بكرة واصيلا , لأاله الله وحده صدق وعده ونصر عبده واعز جنده وهزم الحزاب وحده, لأاله الله ولله اكبر الله اكبر ولله الحمد

Jamaah Ied Rahimakumullah

Saat ini kita berada dalam lorong waktu 1 syawal 1423 Hijriyah. Ramadhan sudah berlalu, menjadi masa kenangan dalam rentang waktu kehidupan yang kita jalani, dengan segala suka dukanya, baik buruk dan untung ruginya yang kita peroleh selama sebulan ini .

Patutlah kalau kita panjatkan puji dan haturkan rasa syukur yang tiada terhingga kehadirat allah swt , Tuhan yang maha mulia , maha agung dan pemurah , atas kemurahannya lah terlimpah rahmah dan barakah , sehingga kita telah dapat mengisi Ramadahan ini dengan segala ibadah , baik ibadah mahdalah , maupun ibadah sosial , seperti sholat , puasa , tadarus al – qur ‘ an , zakat dan shadaqah dan disempurnakan pula dengan zakat fitrah . Kiranya mudah – mudahan semuanya itu diterima disisi Allah , sebagai amal yang dilandasi dengan niat yang tulus ikhlas , bebas dari cacat riya dan sum ‘ ah .
Ini adalah saat – saat yang penuh kebahagiaan , suatu rasa bahagia yang di rasakan oleh segenap ummat islam , baik mereka yang telah berpuasa tunai sebulan penuh maupun mereka yang tidak berpuasa sekalipun . Yang puasanya tunai dan yang tidak tunai pusanya , sama – sama merasa gembira , akan tetapi sebab yang menimbulkan kegembiraan kegembiraan itulahyang berbeda diantara mereka , perbedaan itu sangat menyolok tentunya .

Bagi mereka yang tidak tunai puasanya tanpa alasan yang tepat , maka dipenghujung Ramadhan ini , mereka turut bergembira karena mereka merasa telah terbebas dari pengawasan masyarakat umum yang membelengu dirinya selama ini , selama bulan puasa ini ia merasa tidak bebas untuk makan minum atau merokok di siang hari karena seakan – akan selalu di awasi dan diejek orang lain,
Maka dengan berakhir nya ramadhan merekapun merasa terbebas dari belengu perasaan seperti . tapi itu sebenarnya hanya lah kegembiraan semu belaka , karena jauh di lubuk hati yang paling dalam , hati kecilnya merintih , menyesali dirinya , bahwa ia telah kalah dalam hidupnya selaku muslim , ia telah kalah melawan nafsunya sendiri .

Jauh berbeda dengan mereka yang seperti itu , maka bagi orang yang telah berpuasa dengan tunai , ia merasakan kebahaagiaan yang tiada tara , kegembiraan yang terbit dari lubuk hati yang bersih . Kegembiraan itu timbul dikarenakan ia telah dapat menyelesaikan tugas berat , berpuasa sebulan penuh . betapa rasa lega dan lapang dihati , karena kewajiban yang begitu berat dalam hal mengendalikan nafsu , seperti halnya berpuasa di bulan Ramadhan beserta amaliah – amaliah lainnya telah ia rampungkan , yang berarti ia telah mampu menyelesaikan perjuangan berat , jihadul akbar, perang melawan musuh dalam selimut , jihadunnafsi untuk menundukkan hawa nafsu agar nafsu itu dapat dikendalikan , itulah perbedaan dari segi sebab ataupun alasan timbulnyna rasa bahagia antara yang berpuasa dengan tunai dengan yang tunai tidak pusa Ramadhan . Sehingga nilai dan kadar kebahagiaannya pun juga berbeda tentunya.

Karena kegembiraan atas kemenangan orang yang telah berpuasa tunai itulah , maka sejak malam tadi , kita semua, segenap ummat Islam mengumandangkan takbir , tahlil dan tahmid , sebagai salah satu bentuk pernyataan rasa syukur kehadirat Allah swt .

Dalam surat Al Baqarah , di penghujung ayat 185 Allah berfirman .
ولتكملواالعدة ولتكبرو االله على ماهدىكم ولعلكم تشكرون
Artinya : Hendaklah kamu mencukupkan bilangan puasamu , dan hendaklah kamu bertakbir , meng agungkan ِAllah karena Ia telah memberikan petunjuk kepadamu . dan agar kamu bersyukur

Kalau saja para tentara , kembali dari medan tempur dengan membawa kemenangan , pantaslah kalau mereka merasa bahagia , dan luapan kebahagiaanya itu mereka lahirkan dalam bentuk sorak sorai . maka sudah barang tentu sorak sorai itu hanyalah milik prajurit yang turut berjuang .

Andai kata , gema takbir , tahlil dan tahmid yang kita ucapkan dihari raya idul fitri ini diibaratkan sebagai sorak sorainya prajurit yang menang , maka takbir dan tahlil itu hanyalah pantas di kumandangkan oleh orang orang yang berpuasa di bulan Ramadhan , karena mereka itu lah yang sebenarnya telah berjuang guna meraih kemenangan . mereka bertakbir dan bertahmid sebagai pernyataan rasa syukur atas petunjuk Allah sehingga mereka dapat meraih kemenagan dalam perjuangan melawan nafsu , dan kemenangan itu mereka rayakan dihari idul fitri ini .

Akan tetapi nyatanya , mereka yang tidak puasa pun juga ikut bertakbir , akan tetapi takbir itu mereka ucapkan dengan jiwa yang lesu , sambil menunduk , bersimpuh laksana prajurit yang telah dikalahkan . Takbir dan tahmid itu mereka ucapkan bukanlah sebagai pernyataan rasa bahagia, melainkan hanyalah sebagai pernyataan rasa sesal atas dirinya yang telah bersikap pengecut , hingga ia malas berpuasa , malas untuk sekedar menahan makan minum di siang hari Ramadhan . Mari kita do’a kan , semoga saudara saudara kita yang seperti itu , akan benar benar menyesal , mau bertaubat kepada Allah sejak hari ini , semoga ia tidak lagi akan bersikap pengecut , berani mengaku sebagai orang Islam , jangan hanya dalam KTP dan disaat mau menikah saja , tapi harus pula berani menerima tugas tugas kewajiban ke Islamannya itu , sehingga di bulan Ramadhan tahun depan ia benar benar rajin berpuasa .amin.

Jamaah I’ed yang berbahagia .
Betapa besar dan luasnya hikmah Ramadhan , hal itu telah banyak diuraikan oleh para penceramah , muballig dan khatib setiap Ramadhan , tinggal bagaimana kesan hikmah Ramadhan itu yang membekas pada diri kita .

Maka pada hari yang bahagia ini , kita patut merenung , bertanya pada pada diri sendiri tentang hal itu , apakah puasa Ramadhan sebulan yang baru saja berlalu, telah mampu mendidik kita untuk menjadi orang yang dapat mengendalikan nafsu? marilah kita masing masing mencoba untuk menjawabnya .
Hadirin rahima kumullah .
Sekiranya hikmah Ramadhan telah berkesan pada jiwa kita , kemudian dijalin dan dirangkai dengan hikmah nuzulul qur’an , akanlah menjadi obor penerang jiwa yang bersumber dari nur Ilahi , yang akan menerangi jalan hidup , sehingga seluruh anggota jasmani mampu melihat arah yang jelas mana yang baik dan mana yang buruk .

Almarhum KH . Ja’far Sabran , mengatakan ; kesan suatu hikmah adalah merupakan sumber suara hati yang bersih dari segala pengaruh , suara itu selalu di tujukan kepada semua anggota tubuh dan panca indera diri sendiri agar berbuat menurut apa yang di gariskan Tuhan . Suara hati yang bersumber dari hikmah itu , dinamakan kalimah Thayyibah,sejalan dengan firman Allah yang mengatakan ;
الم تر كيف ضرب الله مثلا كلمة طيبة كشجرة طيبة اصلها ثابت وفرعها فىالسماء

Apakah kamu telah mengetahui bahwa Tuhan membuat perumpamaan , bahwa kalimah thayyibah itu bagaikan pohon yang baik , akarnya terhujam kuat dan cabang cabangnya semarak diatas langit .
تؤتى اكلها كل حين بأذن ربهاو ويضرب الله لأمثال لناس لعلهم يتذكرون
Pohonnya mendatangkan hasil yang baik dimakan setiap waktu , dengan izin Tuhan . Begitulah Allah membuat

perumpamaan bagi manusia supaya mereka bisa sadar .

Sebaliknya , suara hati yang bersumber dari nafsu disebut kalimah khabitsah . Allah juga membuat perumpamaan tentang suara hati yang bersumber dari nafsu itu ,
ومثل كلمة خبيثة كثجرة حبيثة أجتست من فوق الرض ما لها من قرار

Kalimah Khabitsah , bagaikan pohon yang tidak baik , ( umpama pohon berduri , buahnya beracun ) , mudah rebah karena akarnya tidak punya kekuatan .

Dari dua buah perumpamaan tadi , terkandung pengertian bahwa dalam mengisi hati , maka hati selalu diperebutkan oleh dua kekuatan yang bertentangan yaitu hikmah dan nafsu , jika hikmah lebih dahulu mengisi hati , maka hatilah yang akan mengendalikan nafsu, sebaliknya jika nafsu yang lebih dahulu mengisi hati, maka semua anggota tubuh akan tunduk di bawah perintah nafsu .

Jamaah Ied rahimakumullah
Dalam ajaran Islam , tidaklah dimaksudkan untuk memadamkan nafsu secara total. tetapi supaya nafsu itu dapat dikendali ,dibimbimbing untuk ditingkatkan , nafsu yang selalu Amma ratun bissu , mengarahkan pada keburukan , supaya menjadi nafsu muthmainnah, nafsu yang mendorong kepada kebajikan , dengan kata lain kita kembali ke FITRAH . itulah kiranya yang hendak dicapai dengan perjuangan Ramadhan

Jamaah I’ ed rahimakumullah
Setelah kita berjuang melawan nafsu sampai detik detik terakhir dipenghujung Ramadhan , maka dihari esok dan seterusnya , kita tinggal menikmati hasil perjuangan berat itu , hasil itu ialah pancaran jiwa muttaqin yang terlihat pada perilaku kehidupan sehari hari , tentunya harus lebih baik dari yang sudah sudah . Itulah buah perjuangan yang semestinya kita nikmati sehabis Ramadhan yang mulia ini.

Hati kita telah dipenuhi hikamah, kalimah thayyibah , maka itu adalah suatu gambaran bahwa kita termasuk orang yang sukses meraih kemenangan dalam perjuangan di arena Ramadhan yang penuh barakah tadi . dan insya Allah kita termasuk dalam golongan orang orang yang bartaqwa . Yang akan beruntung dunia kini dan akhirat kelak, sebagaimana yang dijanjikan Allah;.
قل يا عباد اللذين أمنوا اتقوا ربكم , للذين احسنوا في هذه الدنيا حسنة, وارض الله وا سعة , انما يوفى الصـبزون اجرهم بغير حساب. الزمر, 10
Wahai hamba-hambaku yang beriman, bertaqwalah kepada Allah Tuhan mu. Orang-orang yang berbuat kebaikan di dunia ini ia akan memperoleh kebaikan pula, Bumi Allah itu sangat luas. Orang-orang yang sabar itu akan diberi pahala yang tiada terhingga.

الله اكبر

الحمد لله حمدا الشاكرين, والشكر له على نعمه العظيم, اشهد انل لااله الله وان محمد عبده لا نبيى بعده, صلاة وسلاما دا ئما عليه وعلى من تبع هداه. فاتقوالله حق تقواه

Kiranya pantaslah jika kita merasa sangat optimistis dan yakin bahwa dosa-dosa kita dihadapan Allah Rabuul Gaffar telah terampuni manakala kita telah mengisi Ramadhan tadi dengan tunai dan sempurna, oleh karena itu pantaslah kita berharap untuk mencapai suatu tingkatan kebersihan jiwa menjadi fitrah kembali, bagaikan bayi yang baru lahir, tanpa dosa, namun harapan itu belumlah akan terwujud bila kita masih ada sangkutan dengan orang lain, manusia sesama kita, apalagi jika perselisihan itu sampai mengakibatkan putusnya silaturrahmi, karena dosa-dosa kita yang berkaitan dengan orang lain, tentunya tidak otomatis mendapat remisi apalagi grasi dari Allah swt, kecuali kita telah mendapat ridha dan kemaafan dari orang-orang tsb. Serta terjalinya kermbali silaturrahmi diantara mereka. Malahan rasulullah pernah menyampaikan ancamannya, bahwa;
لايدخل الجنة قاطع
Orang yang memutuskan silaturrahmi itu tidak akan masuk syurga.

Oleh karena itu , agar kita dapat kembali kepada fitrah, maka di hari raya ini kita mestilah berlapang dada, membuka pintu maaf terhadap saudara-saudara kita yang mungkin pernah berbuat kesalahan kepada kita, dengan demikian, kita pun dapat berharap, segala kesalahan kita kepada orang lain juga akan dimaafkan, silaturrahmi dijalin kembali, itulah gunanya kita saling mengunjungi setiap hari raya . Apabila kita telah saling mengunjungi, menyambung kembali silaturahmi yang tadinya terputus atau sempat renggang, maka InsyaAllah kita akan dapat kembali kepada fitrah.

Jamaah ied rahimakumullah,
Setelah kita menyelesaikan program pemusatan latihan atau training center selama Ramadhan ini, seharusnya ada dua hal yang kita miliki, yaitu kemampuan mengendalikan nafsu dan terbinanya silaturrahmi.

Bila semua nafsu sudah terkendali, maka tidak akan ada lagi pencurian, penipuan, wanita keluar rumah mempertontonkan auratnya, perselingkuhan, pemerkosaan, ayah menghamili anak gadisnya, orang mati ditempat pelacuran, pingsan dikamar hotel bersama orang yang bukan muhrimnya, sakau karena oper dosis narkoba, tidak ada lagi koroptor, isi penjara tidak lagi akan bertambah, masyarakat hidup dengan damai.

Bila silaturrahmi sudah terbina dengan baik, semua dendam , dengki dan iri tidak lagi menjadi ancaman pergaulan, tidak akan ada lagi permusuhan, tidak ada lagi perkelahian, tidak perlu ada perceraian, tidak ada pembunuhan, tidak ada yang merasa tertindas, tidak ada lagi bom yang diledakkan, tidak perlu ada operasi keamanan yang membawa korban, isi penjara berangsur-angsur akan berkurang, masyarakat muslim atau kafir dapat hidup dengan damai berdampingan. Alangkah menyenangkan hidup didunia yang seperti itu, dan itulah yang dijanjika Allah dengan firmannya,

ولو أن اهل القرى أمنوا واتقوا لفتحنا عليهم بركات من السماء والارض
ila saja penduduk suatu negeri, benar-benar beriman dan bertaqwa, menjalankan segala perintah dan menjauhi laranag Allah, maka Allah pasti akan melimpahkan barakan kepada mereka, baik yang ditumpahkan dari langi mapun yang diungkapkan dari perut bumi.
تتقبل الله منا ومنكم, من العا ئدين والفا ئزين

Semoga Allah menerima segala amal ibadah kita selama bulan Ramadhan ini, dan kita termasuk golongan orang-orang yang kembali dari medan perjuangan dengan penuh kemenangan.

اللهم اجعلنا من العا ئدين الفا ئزين ,اللهم تقبل منا وأدخلنا فى عبادك الصالحين, ومكنا فى الدنيا أمنين السا لمين وادخلنا جنتك جنة النعيم,
اللهم اغفر لنا وللمسلمين والمسلمات والمؤمنين والمؤمنات الاحياء منهم ولاموات وتابع بيننا وبينهم بالخيرات, ربنا أفرغ علينا صبرا وثبت اقدامنا وانصرنا على القوم الكا فرين برحمتك ياأرحم الراحمين ربنا آتنا فى الدنيا حسنة وفى الاخرة حسنة وقنا عذاب النار, والحمد لله رب العا لمين

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: