arifin62

KB DITINJAU DARI SISI AGAMA ISLAM

In 1 on Februari 24, 2010 at 10:39 am

VASEKTOMI

DITINJAU DARI SISI HUKUM ISLAM

HUKUM ISLAM  ada lima macam, yaitu;

  • Wajib
  • Sunnat
  • Haram
  • Makruh
  • Mubah
    Bila suatu hal dihukukan sebagai wajib, maka hal itu  mestilah  dilakukan dan berpahala, tapi jika tidak dilakukan maka berdosa.

Sunnat maksudnya adalah  Baik dilakukan dan itu  berpahala , namun jika ditinggalkan tidaklah  berdosa.

Haram artinya Tidak boleh dilakukan dan jika dilakukan akan berdosa, tapi ditinggalkan berpahala.
Makruh, bila  dikerjakan tidak berdosa       tapi ditinggalkan berpahala.
Mubah adalah sesuatu yang  Boleh  dilakukan  juag boleh ditinggalkan, halal.

Banyak hal sudah ditetapkan hukumnya dalam Alqor an dan hadits, tapi banyak pula hal hal baru yang  belum jelas hukumnya

Terhadap hal hal baru yang belum  jelas, hukumnya ditetapkan dengan metode  usul fiqh, diantaranya adalah QIYAS atau ANALOG , dan salah satu rumus untuk menetapkan hukum atas  suatu objek adalah;الحكم يدور مع العلة Hukum atas suatu objek  dapat ditetapkan sesuai ILLAH nya, yakni suatu sebab, objek lainnya dapat ditetapkan hukumnya kalau faktor “sebab” yang sama dengan objek yang sudah tetap hukumnya.

Secara manusiawi, sesuai kemampuan ilmu pengetahunan dan kemajuan ilmu kedokteran, manusia dapat melakukan ikhitiar menuisawi guna merencanakan berapa jumlah anaknya, bahkan kapan kehadiran anaknya, meski demikian,  apa yang namanya ikhtiar tentu saja belum tentu seluruhnya berhasil, tercapai tidaknya rencana kita terpulang kepada Allah.

Ikhtiar yang dapat dilakukan untuk merencanakan waktu kehadiran dan jumlah anak, ialah dengan melakukan upaya pencegahan kehamilan dengan cara menggunakan kontrasepsi, atau yang biasa disebut dengan ber KB atau ikut Keluarga Berencana. Lalu, bagaimana hukumnya ditinjau dari sisi pandangan agama Islam.

Dalam sejarah panjang KB, ulama secara univetrsal sudah betrkesimpulan dan sudah dituangkan dalam fatwa, baik fatwa individual maupun jamaie atau komunal, lokal maupun internasional, Indonesia maupun Timur Tengah.

Dari fatwa fatwa dapat disimpulkan sbb;

  1. Ditijau dari sisi agama Islam, maka KB menyangkut dua kemungkinan akibat;
  2. Jika berakibat pada  membatasi kelahiran تحديد النسل hukumnya Haram.
  3. Jika hanya mengatur kelahiran تنظيم النسل, yang mana pengaturan kehadiran anak diperlukan dalam rangka upaya untuk;

–        Kematangan persiapan,

–        Pemulihan kesehatan setelah persalinan

– Pemenuhan kebutuhan anak akan kasih sayang dan pemeliharaan kesehatan, secara optimal bagi setiap anak.

BerKB. Menyangkut dua aspek, yaitu aspek motivasi dan aspek teknis.

Dari aspek Motivasi;  Jika  ber KB  niatnya karena takut ke faqir an, hukumnya haram.

Aspek teknis ; bagaimana ber cara KB itu.

Yang utma dari ber KB adalah upaya mencegah pembuahan oleh sperma terhadap  ovum dalam rahim wanita, dengan cara mencegah bertemunya  sperma dengan ovum dalam rahim wanita,  atau mematikan ovum, atau  mematikan sperma sebelum bertemu ovum.

Hukum Islam dalam hal ini ter dengan teknis yang digunakan  dan bagaimana  dampaknya serta bagaimana memperlakukannya.

Alat yang digunakan, cara alat itu dugunakan agar berfungsi, dan bagaimana akibat dari penggunaan alat itu, adalah sbb;

  1. AZ L ( Cuitus Instruptus )  atas persetujuan isteri, hukumnya  MUBAH
  2. PIL ( ditelan oleh perempuan ) tidak memudaratkan; MUBAH.
  3. Suntik hormon, tidak memudaratkan;  MUBAH.
  4. Susuk KB,  tidak memudaratkan;  MUBAH
  5. Kondom Pria; MUBAH.
  6. Kondom Wanita; MUBAH
  7. Tissu, tidak memudaratkan ; MUBAH
  8. Alat yang dipasangkan dalam rahim perempuan ( atau biasa dikenal dengan Spiral )  jika  tidak memudaratkan dan dipasangkan oleh suaminya, hukumnya  MUBAH, Dipasangkan orang lain jika dalam keadaan darurat hukumnya MUBAH. Tapi jika dipasangkan oleh orang lain hukumnya haram.
  9. Pemandulan perpanen diharamkan, tapi kalau bersifat sementara karena boisa dipulihkan kembali maka itu mubah
  10. Tubektomi, atau mengikat saluran keluarnya ovum menuju rahim, karena bersifat pemandulan sementara dan bisa dipulihkan hingga bisa hamil lagi, hukumnya Mubah.
  11. Vasektomi, yaitu memutus saluran keluarnya sperma saat terjadinya eyakulasi.

Majlis Ulama Indonesia ( MUI )   pernah membolehkan  vaektomi karena secara teoritis kedokteran bisa dipulihkan, namun kemudian berpendapat ;
Vasektomi sebagai alat kontrasepsi KB ……. Upaya rekanalisasi (penyambungan kembali) tidak menjamin pulihnya tingkat kesuburan kembali yang bersangkutan. Oleh sebab itu, ijtima ulama komisi fatwa se-Indonesia memutuskan praktek vasektomi hukumnya haram.
( Republika, Selasa, 27 Januari 2009, hal. 12 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: