arifin62

KEMUNKARAN DI MASJID

In Tak Berkategori on Desember 5, 2010 at 9:39 am

Samarinda, 26 Zulhijjah 1432/ 5 Desember 2010.

ssalamu alaikum wr, wb.

Saat hadir disuatu acara walimatul ’urs mestinya hati ini dipenuhi rasa senang, karena turut berbahagia atas pernikahan yang diresmikan hari itu, namun saya malah bersedih, kesedihan yang ditimbulkan oleh suasana pengkhianatan terhadap da’wah Islam.

Setiap jum’at dipenghujung khotbahnya, khotib mengingatkan ”
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴾ النحل: ٩٠,
( sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk berlaku adil dan berbuat baik, dan melarang kamu dari perbuatan fakhsya dan MUNKAR…….

Namun dua hari kemudian, hari Ahad, dimasjid yang sama ( meski ruangan berbeda ) dibawah dari ruangan dimana Jum at kamaren khotbah itu disuarakan, kemunkaran itu terjadi. Kemunkaran itu adalah;

1. Adanya musik elekton, dan nyanyian yang sangat tidak relevans dengan area suci ummat Islam. Padahal Beduk di Masjid, yang digunakan untuk memberi tanda waktu sholat, sesekali menjadi mainan anak anak, oleh kalangan pembaharu, beduk itu danggap bid’ah, bahkan dianggap haram.
2. Adanya perempuan yang menyanyi, ddengan pakai rok mini, bahkan kadang berjoget.
3. Adanya wanita wanita yang masuk area masjid dengan pakaian yang tidak menutup aurat ( pakaian ketat, tembus pandang bahkan pamer paha mulus dan belahan dada )
4. Adanya pasanga pria-wanita yang belum menikah/bukan mahram, bergandengan tangan, masuk area masjid.
5. Saat waktu sholat tiba, pesta terus berlanjut.

Itu semua terjadi karena area masjid digunakan sebagai sarana pesta perkawinan, yang tentu akan mengundang siapa saja, tidak memandang mereka laki-laki atau perempuan, muhrim atau bukan, apakah seiman atau tidak, pakaiannya menuutup aurat atau tidak, di aula yang berada persis di bawah ruangan tempat solat itu.

Padahal mestinya area masjid adalah area yang sakral, penuh nuansa zikrullah, jauh dari kemunkaran apapun bentuk dan alasannya, dan dari masjid itulah nahi munkar dimulai.

Fasilitas masjid yang digunakan untuk hal hal seperti diatas, saya rasakan bahwa kemuliaan Masjid telah ternodai, kesakralan area masjid telah tercemar, wajah Islam dilumpuri oleh ummatnya sendiri, dan telah terjadi PENGKHIATAN atas dakwah Islam yang dilakukan dengan khotbah setiap Jum at di Masjid itu.Dan semua itulah yang membuat saya merasa sedih disaatmana mestinya semua orang turut bergembira atas perkwinan yang diresmikan hari itu, diarea yang mulia itu.

Wahai Ketua MUI,
Wahai Ketua NU, dan
Wahai Ketua Muhammadiyah Samarinda,
berilah kami nasehat mengenai masalah ini, agar kami tidak salah dalam bersikap.

Terimakasih atas perhatiannya, dan
mohon maaf atas keberanian ini, suatu keberanian untuk mengungkapkan kegundahan selaku muslim yang merasa terhina (oleh sesuatu yang orang lain memandangnya sebagai kebaikan ). Inikah keberanian yang saya yakin, seandainya sahabat Rasulullah masih hidup, beliau akan mendukung saya, dan marah kepada yang mengabaikan sunnah, hingga terjadinya kemunkaran, penyimpangan dari tauladan yang mereka wariskan.
٫والذين اتخذوا مسجدا ضرارا وكفرا وتفريقاً بين المومنين وارصاداً لمن حارب اللّٰه و رسوله من قبل ويخلفون ان اردنا الّا الحسنيٰ واللّٰه يشھد انھم لكٰذبونل

Wassalam

Drs. H. Kurniadi
Jl. P. Suryanata, Gg.10, No.29.
081322991274/08164572605

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: