arifin62

MASJID atau KARAOKE?????

In Tak Berkategori on Desember 20, 2010 at 1:58 pm
Samarinda, 14 Muharram 1431/ 20 Desember 2010

Assalamu alaikum, wr, wb.

Yth. Ketua MUI Provinsi Kalimantan Timur.

Dengan segala kerendahan hati saya menyampaikan keluh kesah kepada Bapak.

Menjelang pukul 12 saya mampir di masjid ini, Masjid FASTABIIQUL KHAIRAT saat dimasjid lain sudah memperdegarkan bacaan Al Qor an, tapi di Masjid ini tidak.

Saya masuk area masjid, yang kudengar hanyalah HINGAR BINGAR MUSIK dari lantai dasar tepat dibawah lantai sholat, sebuah acara resepsi perkawinan.

Saya sholat tahayyatul Masjid. Sambil menunggu waktu dlohor, saya bunyikan radio  HP. Radio Darussalam mengingatkan waktu sholat dlohor sudah tiba. Kucari pengeras suara, tidak ada yang bisa digunakan, saya azan dekat  jendela. Ada yang datang, rupanya pekerja di bangunan sebelah masjid.

musik terus bising dari lantai bawah, saya turun untuk menegur panitia TOLONG HENTIKAN MUSIKNYA, KAMI MAU SHOLAT. baru agak sedikit reda.

Kami sholat barjamaah, ada lima orang, nampaknya, semuanya orang singgah, bukan penduduk sekitar, .

Usai sholat, saya merenung……..TEMPAT INI………. MASJID? ATAUKAH TEMPAT KARAOKE??????

Padahal, saya sudah pernah berkirim surat kepada Pengurus Masjid, seperti ini;

Samarinda,  26 Zulhijjah 1431/ 5 Desember 2010.

ssalamu alaikum wr, wb.

Saat hadir disuatu acara walimatul ’urs mestinya hati ini dipenuhi rasa senang, karena turut berbahagia atas pernikahan yang diresmikan hari itu, namun saya malah bersedih, kesedihan yang ditimbulkan oleh suasana pengkhianatan terhadap da’wah Islam.

Setiap jum’at dipenghujung khotbahnya, khotib mengingatkan ”

إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ ﴾ النحل: ٩٠,

( sesungguhnya Allah menyuruh kalian untuk berlaku adil dan berbuat baik, dan melarang kamu dari perbuatan fakhsya dan MUNKAR…….)

Namun dua hari kemudian, hari Ahad, dimasjid yang sama ( meski ruangan berbeda ) dibawah dari ruangan dimana Jum at kamaren khotbah itu disuarakan, kemunkaran itu terjadi.  Kemunkaran itu adalah;

1.   Adanya musik elekton, dan nyanyian yang sangat tidak relevans dengan area suci ummat Islam. Padahal Beduk di Masjid, yang digunakan untuk memberi tanda waktu sholat, sesekali menjadi mainan anak anak, oleh kalangan pembaharu, beduk itu danggap bid’ah, bahkan dianggap haram.

2.  Adanya perempuan yang menyanyi, ddengan pakai rok mini, bahkan kadang berjoget.

3.  Adanya wanita wanita yang masuk area masjid dengan pakaian yang tidak menutup aurat       ( pakaian ketat, tembus pandang bahkan pamer  paha mulus dan belahan dada )

4.   Adanya pasanga pria-wanita yang belum menikah/bukan mahram, bergandengan tangan, masuk area masjid.

5.    Saat waktu sholat tiba, pesta terus berlanjut.

Itu semua terjadi karena area masjid digunakan sebagai sarana pesta perkawinan, yang tentu akan mengundang siapa saja, tidak memandang mereka laki-laki atau perempuan, muhrim atau bukan, apakah seiman atau tidak, pakaiannya menuutup aurat atau tidak, di aula yang berada persis di bawah ruangan tempat solat itu.

Padahal mestinya area masjid adalah area yang sakral, penuh nuansa zikrullah, jauh dari kemunkaran apapun bentuk dan alasannya, dan dari masjid itulah nahi munkar dimulai.

Fasilitas masjid  yang digunakan untuk hal hal seperti diatas, saya rasakan bahwa kemuliaan Masjid telah ternodai, kesakralan area masjid telah tercemar, wajah  Islam dilumpuri oleh ummatnya sendiri,  dan telah terjadi PENGKHIATAN atas dakwah Islam yang dilakukan dengan khotbah setiap Jum at di Masjid itu.Dan semua  itulah yang membuat saya merasa sedih disaatmana mestinya semua orang turut bergembira atas perkwinan yang diresmikan hari itu, diarea yang mulia itu.

Wahai Ketua MUI,

Wahai Ketua NU, dan

Wahai Ketua Muhammadiyah Samarinda,

berilah kami nasehat mengenai masalah ini, agar  kami  tidak salah dalam bersikap.

Terimakasih atas perhatiannya, dan mohon maaf atas keberanian ini, suatu keberanian untuk mengungkapkan kegundahan selaku muslim yang merasa terhina (oleh sesuatu yang orang lain memandangnya sebagai kebaikan ). Inikah keberanian yang  saya yakin, seandainya sahabat Rasulullah masih hidup, beliau akan mendukung  saya, dan marah kepada yang mengabaikan sunnah, hingga terjadinya kemunkaran, penyimpangan dari tauladan yang mereka wariskan.

٫والذين اتخذوا مسجدا ضرارا وكفرا وتفريقاً بين المومنين وارصاداً لمن حارب اللّٰه و رسوله من قبل ويخلفون ان اردنا الا الحسنيٰ واللّٰه يشهد انهم لكٰذبونل

Wassalam

Drs. H. Kurniadi

Jl. P. Suryanata, Gg.10, No.29 HP.081322991274/08164572605

 

Begitu surat yang saya layangkan, namun Sabtu dan Ahad kemarin, kegiatan Masjid masih sama, bahkan saat saya mampir untuk sholat dlohor, pada Ahad, 19 Desember, itulah yang saya alami; saya mampir untuk sholat  berjamaah, tapi yang saya temui hanyalah suasana karaoke.

Saya menilai TELAH TERJADI PENYALAHGUNAAN FUNGSI MASJID, dan HATI SAYA SELAKU MUSLIM MERASA TERSAYAT. Betapa tidak, tempat hiburan malam saja tidak boleh berdekatan dengan rumah ibadah, ( Kalau dekat Masjid, pasti ada yang demo )  tapi ini, acara hiburan diarea masjid, bahkan saat waktu sholat, musik terus hingar bingar .

Yth. Ketua MUI Provinsi, tolong beri nasehat kepada Pengurus Masjid itu, agar Masjid dikelola untuk kegiatan kegiatan yang mendekatkan diri kdepada Allah, setiap waktu sholat, ada sholat berjamaah dan pada saat yang sama segala aktivitas lainnya diarea masjid dihentikan, apa lagi yang mengandung unsur munkarat, yang kontraproduktif dengan amar ma’ruf.

Wassalam

Drs. H. Kurniadi

Jl. P. Suryanata, Gg.10, No.29.HP.081322991274/08164572605

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: