arifin62

MARTABAT TUJUH

In Tak Berkategori on Januari 25, 2011 at 2:01 pm

Kita pernah mendengar kata tasauf, atau kita mendengar  orang mengaji tasauf.

Sesuai hasil pengamatan, ada dua pengertian tasauf ang beredar di masyarakat.

Orang meng suatu ilmu, ilmu  ini berorientasi pada akal, bgaimana Tuhan, Allah difahami secara akal, zatnya, sifatnya, dan perbuatannya. Qor an dan hadis dipelajari sekedar yang diperlukan untuk mendukung jalan fikirannya. mereka ini mengaku tasauf” atau orang mengatakan mereka “mengaji ilmu kebathinan, Titik tolaknya adalah mengenal diri, dengan berdasarkan perkataan Saidina Ali yang mereka katakan sebagai hadits “

من عرف نفسه فقد  عرف ربه

Siapa yang mengenal dirinya maka ia akan mengenal Tuhannya”. Mem”fana”kan diri, mengangap dirinya lebur, tidak ada lagi, dan Widatul Wujud, hanya satu yang wujud, hanyalah wujud Tuhan.

Dalam beberapa hal, pemikiran mereka tentang ketuhanan ada kesamaan  dengan filsafat  atau pemikiran bangsa Yunani Kuno.

Bahan yang dipelajari adalah  Kitab kitab berbahasa melayu; atau hanya tulisan tangan arab melayu, hadis hadis yang dijadikan hujjah kesahihannnya diragukan bahkan ada yang tidak jelas riwayatnya. Qor an mereka tafsirkan dengan versi yang berbeda dari tafsir yang mu’tabarah. Diantara jurusan yang tumbuh dari pelajaran ini, ialah munculnya orang orang berkemampuan supranatural/ Khawariqul adat ; kebal, melemahkan orang, tenaga dalam, bisa menyembuhkan penyakit, dsb. Dengan belajar ilmu ini mereka berharap  ‘sampai’ kepada Allah.

.Dalam hal Pelaksanaan ajaran Islam ada empat tingkatan/maqam; syari at, thariqat, hakikat dan ma’rifat Ada Sholat  maqam syari’at, maqam thoriqat, hakikat dan ma’rifat. Begitu pula puasa, zakat, haji, Nikah secara syari at dan nikah secara hakikat/ bathin, Istilah ‘nikah bathin’ nampaknya lahir dari kalangan ini

Bagi mereka yang  mengaku sampai pada maqam ma’rifat, maka yang Penting baginya adalah hakikat,

I’tikad mereka lebih dekat pada Jabariyah.

terkadang ada yang melalaikan syariat karena dasar keislaman    ( ilmu dan amaliyahnya )  memang lemah.

Tidak ada seleksi/ test kepada  calon murid      ( sehingga lulusan pesantren,atau yang tidak bisa baca qor an, bisa ikut belajar ). Hingga kemampuan memahami pelajaran berbeda beda, ada yang tepat ada yang luput, yang dapat memahami secara tepat bertambah saleh, yang luput menjadi salah.

Sebagian mereka suka sekali berdiskusi tentang ilmunya itu,dimana saja, di warung kopi, di pos kamling atau di tempat lainnya, apalagi jika teman diskusinya Sejalur dengan ilmu yang mereka ‘pakai.’

Diantara Mereka ada yang mengaku sebagai orang tasauf yang“sudah sampai”

Keresahan masyarakat mulai  muncul bilamana kelomppok ini berbicara masalah hakikat kepada sembarang orang, Atau Ada yang Tidak mengabaikan syari at ( sholat, puasa  dll ) karena merasa sudah sampai kepada Tuhan, hinga cukup jika ibadah secara hakikat sudah dikerjakan,atau Tidak melaksanakan syari at ( sholat dll ) karena pada hakekatnya manusia tidak dapat berbuat jika Tuhan tidak menghendaki.   Atau Melanggar larangan syari at karena menganggap semuanya itu hakikat nya perbuatan Tuhan.Begitu antara lain yang timbul dari pengertian tasauf yang satu ini.

Ada pula TASAUF DALAM  ARTI AKHLAQUL KARIMAH

Ajaran tasauf ini membawa orang untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan ibadah serta ,dengan membangun keperibadian untuk berakhlaq mulia, sebagai hamba terhadap Allah, sebagai umat terhadap Rasulullah, sebagai murid terhadap guru, sebagai awam terhadap ilmu dan orang alim, sebagai anak terhadap orang tua, sebagai orang muda terhadap yang lebih tua, sebagai teman, sebagai pekerja, sebagai boss, penguasa, pejabat, bawahan, sebagai warga biasa, sebagai orang kaya, sebagai orang miskin.

Semua perintah agama dilaksanakan dan yang dilarang dijauhi,

Ajarannya yang utama adalah  ‘membersihkan diri dari sifat sifat tercela          ( takhalli anirraza il ), seperti ;

Ujub/mengagumi diri sendiri, merasa hebat, pintar, jagoan, dll

Riya, suka memamerkan kebaikan diri,

Sum ah/ suka publikasi kebaikan diri kepada orang,

Takabbur/ angkuh,sombong,

Hasad/ iri/ ingin sekali mendapatkan apa yang orang punya.

Haqd/dengki/ tidak senang bila orang lain dapat nikmat.

Thomak, rakus kepada dunia, biar melanggar syariat asal dapat, paling tidak mengorbankan harga diri/ meminta,

Hubbul jah, gila pangkat/ gila gelar/ ambisi jabatan

Semua sifat sifat buruk itu dibuang jauh jauh.

Setelah hal hal yang buruk  itu dibuang, lalu  menghiasi diri dengan sifat sifat terpuji  TAHALLI BIL FADO IL ),

1.  Ikhlas/hanya karena Allah

2.  Tawadhu/ rendah hati

3.  Wara/ sangat hati-hati, menghindari yang syubhat agar tidak jatuh pada yang haram

4.  Tawakkal/berserah diri hanya kepada Allah

5.  Sabar     dalam menerima musibah, dan sabar pula melaksanakan ibadah

dan menjauhi maksiat/ tidak gampang marah

6.  Syukur/menggunakan nikmat ntuk kebaikan

7.  Zuhud   /  memalingkan hati dari dunia, dunia tidak membuatnya lalai ibadah atau melanggar aturan Allah

8.  Qanaah/redha dan bahagia dengan apa  yang dapat diperoleh dari kerja

9.  Muhafadhatu alassunan/ segala yang  sunnah selalu dilakukan.

Mereka suka wirid dan zikir disamping ibadah yang wajib dan sunat, rendah hati dan sangat hati-hati agar tidak melanggar ajaran agama.

Dengan cara ini diharapkan hamba akan semakin dekat kepada Allah dan menjadi INSANUL KAMIL

Rasulullah bersabda dalam sebuah hadis qudsi;

لا يزال عبدي يتقرب إلى بالنوافل حتى أحبه فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به وبصره الذي يبصر به  ويده الذى يبطش ورجله الذى يمشى بها  واذا سألنى لاعطينه واناستعاذنى لاعيذنه.

Seorang hamba, akan semakin dekat kepada Allah jika ia selalu mengerjakan yang sunat sunat, hingga Allah mencintainya. Bila Allah mencintainya, maka Allah akan selalu membimbing pendengarannya, penglihatannya, tangan dan kakinya hingga selalu dalam kebaikan. Allah kabulkan segala permintaannya, dan Allah selalu melindunginya. Bukhary

Tokohnya  sangat dihormati,  disamping karena ilmunya juga karena amaliyah ibadah dan akhlaqnya yang mulia,

Pengikutnya umumnya nampak sebagai orang orang saleh, pemurah,

tidak sombong, jujur, dan pekerja keras.referensinya jelas; Tafsir. Hadis, Kifayatul Atqiya, Ihya ulumiddin, Hidayatus salikin, Azkarunnawawi dll

Hasil nyata bagi pengikutnya tumbuhnya semangat ibadah dan khlaq mulia. sofy yang terkenal adalah Imam Gazaly.

Bahwa ( ilmu tentang hakikat Tuhan, ilmu bathin bagian dari hal yang dipelajari dan dihayati para sofy, dalam rangkaian penghayatan mereka berkaitan hal ihwal Ketuhanan, itu tidak diingkari  Namun ilmu kebathinan saja bukan merupakan tasauf. Dalam Kifayatul Atqiya tegas disebutkan             “ Innattasawufa kullahu lahual adab” Tasauf itu seluruhnya adalah adab. Sopan santun, akhlaq.

Namun, orang kebathinan yang mengaku tasauf, menganggap bahwa tasauf dengan akhlaqul karimah itu adalah ilmu yang rendah, ilmu orang orang yang belum sampai kepada Alah.

Tadi sudah kita uraikan, ada dua macam pengertian tasauf yang beredar di masayarakat, Tasauf sebagai ilmu kebathinan dan tasauf sebagai Akhlaqul karimah. lalu tasauf manakah yang mesti kita ikuti dan mana pula yang mesti kita jauhi.

Apabila sang guru yang mengajarkan tasauf nampak sebagai orang saleh, warga sekitar mengakui kesalehan sang guru, dan orang yang belajar disitu nampak semakin rajin dan bersemangat untuk beribadah dan banyak bebuat amal saleh lainnya, semakin rendah hati, Serta semakin jauh dan takut melakukan kemaksiatan, Insyaallah, itulah tasauf yang perlu diikuti.

Sebaliknya, bila  gurunya saja tidak disukai masyarakat sekitarnya, apalagi kalau ada kabar buruk tentang perilakunya, sering memancing mancing agar muridnya suka bersedaqah kepada si guru, apalagi bila mereka yang ikut belajar disana terlihat melalaikan ibadah, seakan merasa telah memiliki ilmu yang tinggi, jadi pemberani, memilki tenaga dalam, dsb, apalagi jika semakin  gampang melakukan pelanggaran syari at, berarti ia telah mempelajari ilmu yang salah, suatu ilmu yang diberi nama  dengan nama’tasauf’ tapi menyesatkan.Begitulah hebatnya iblis, memoles yang salah mejadi sangat indah dan menggiurkan. Sehingga Kesesatan nampak sebagai petunjuk;

Tsumma laatiyannahum min baini aidiihim, wamin khalfihim waan aymanihim waan syamailihim, fala tajidu aktsarahum syaakiriin.

Iblis berkata, Aku akan goda anak adam itu dari segala arah, depan dan dari arah belakang, maupun dari arah kiri dengan hal hal kemunkaran, bahkan dari arah kanan dengan hal hal yang baik sekalipun. Nanti hanya sedikit dari mereka yang benar benar taat.

Dengan uraian tadi, rasanya kita sudah dapat melihat dengan jelas, dua jalan, jalan baik dan jalan sesat, tasauf yang bisa menunjukkan kita untuk semamkin dekat kepada Allah, dan tasauf yang hanya nama sebuah jalan tapi arahnya menuju kesesatan, kesesatan yang sudah dihiasi oleh iblis hingga nampak indah, terlihat sebagai kebaikan

Dengan uraian tadi, rasanya kita sudah dapat melihat dengan jelas, dua jalan, jalan baik dan jalan sesat, tasauf yang bisa menunjukkan kita untuk semamkin dekat kepada Allah, dan tasauf yang hanya nama sebuah jalan tapi arahnya menuju kesesatan, kesesatan yang sudah dihiasi oleh iblis hingga nampak indah, terlihat sebagai kebaikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: