arifin62

MENCARI QORI/QORI AH

ALPIQRI
( Aktivitas Lacak Potensi Qorani )

Munculnya wakil daerah sebagai Juara dalam ajang MTQ dianggap sebagai suatu prestasi yang mengangkat nama baik suatu daerah yang diwakilinya, sehinga setiap daerah berlomba untuk mengutus orang yang diaharap mampu meraih juara, hingga daerahnya menjadi juara umum.

Agar wakil wakilnya mampu menjadi juara, maka setiap daerah berupaya menemukan qori/qori ah untuk mewakili daerah itu dalam setiap ajang MTQ.

Salah satu cara yang instan ditempuh adalah dengan mengambil qori/qori ah yang sudah jadi yang berasal dari daerah lain, meski dengan mengeluarkan dana yang cukup besar untuk”membeli” wakil itu.

Ironisnya, pada saat si wakil berhasil menjadi juara, maka hadiah uang dan barang dari Panitia dan dari daerah yang memungutnya diangkut ( bahkan tidak mapir di daerah juara ) langsung kembali ke asalnya.

Begitu besarnya dana yang dikeluarkan untuk membeli “kehormatan yang semu” itu .Begitu besar biaya yang dikeluarkan daerah juara untuk dihabiskan dan dinikmati orang luar yang segera pergi tanpa kesan manfaat yang berarti.

Seni TILAWAH, Tahfizd, Kaligrafi, pidato pen-syarahan, dsb, adalah suatu kemampuan yang berasal dari bakat alamiyah yang dikembangkan.

Untuk mengembangkan kemampuan seni Tilawah dsb, diperlukan upaya lecak potensi/bakat terhadap putra daerah masing masing, agar usaha pengembangan menjadi terarah dan efektif, dan dana yang ada dihabiskan untuk dinikmati anak negeri yang lahir dan dibesarkan disini.

LACAK POTENSI

Ada sekian ratus TPA, sekian ratus santri yang hkotam, sekian ratus yang lancar, sekian ratus yang fasih, sekian ratus yang sudah pandai menuliS huruf arab.

A. AKTIVITAS LACAK POTENSI QOR ANI ( ALPIQri )

Seumlah potensi dari bakat yang masih belum muncul kepermukaan, perlu dilacak, maka perlu diambil langkah dan upaya.

1. Bentuk TIM LACAK POTENSI QOR ANI ( Alpiqri ) yang bertugas menginventarisir calon potensial/berbakat dan melaksanakan pem,binaan
Tim Alpiqri terdiri dari dua Sub Tim,

2. Sub Tim A berterdiri dari orang-orang muda yang mudah mobiltasnya.
Bertugas menghimpun contoh vokal/suara dan tulisan setiap santri calon binaan.

3. Sub Tim B terdiri dari
a. Ahli Tilawah.
b. Ahli pidato
c. Ahli tahfizd.
d. Ahli aeni kaligrafi

Sub Tim B bertugas;
1) menilai sampel yang sudah dihimpun oleh Tim A
2) untuk memilah mana santri yang punya bakat alamiyah dan potensial dikembangkan.
3) Melatih dan membimbing setiap santri yang potensial dikembangkan.

4. Setiap anggota Sub Tim A dibekali dengan alat rekam sederhana.
5. Sub Tim A bertugas mendatangi setiap TPA untuk ;
a. merekam contoh vokal santri yang sudah/ mulai pandai membaca tartil .
b. merekam contoh vokal santri yang berminat pada pidato.
c. Merekam contoh vokal santri yang berpotensi tahfizd.
d. Mengambil sampel tulisan santri yang pandai menulis huruf arab.
6. Hasil kerja Tim A diserahkan kepada Tim Induk.
7. Tim induk menugaskan Tm B. untuk untuk menilai dan memilah mana santri yang punya bakat alamiyah dan potensial dikembangkan

B. PENGEMBANGAN POTENSI

Tim dimark up, dengan ;
1. Menunjuk sejumlah pelatih disetiap lokasi dimana santri potensial berodomisili sesuai hasil Lacak Potensi,
2. Pelatih dipilih sesuai keahliannya, untuk santri binaan sesuai potensinya.
3. Agar pelatihan berjalan intensif, keluarga santri dilibatkan secara penuh.
4. Setiap santri yang dipilih masuk program pelatihan diberi insentif sepantasnya.
5. Jika keterlibatan keluarga berpotensi menganggu penghasila/pekerjaan mereka, perlu diberikan konpensasi oleh Tim.
6. Kebutuhan finansial Tim dipenuhi baik organisasi maupun personil.

C. DANA

Dana yang diperlukan untuk kegiatan ini bersumber dari dana yang biasanya disediakan untuk “mengambil”qori/qori ah dari luar.

Keuntungan yang diperoleh.

1. Wakil wakil daerah dalam ajang MTQ adalah anak bangsa putra daerah sendiri.
2. Hasil yang diperoleh memang tidak instan, paling cepat tahun kedua, mungkin tahun kelima baru mulai bisa ditampilkan.
3. Dana yang dikeluarkan dikonsumsi oleh putra daerah, bukan orang “sewaan”
4. Kalau proyek ini gagal, maka paling tidak dana yang dihabiskan telah dinikmati oleh para anggota Tim, pelatih dan santri binaan beserta keluarganya, tidak ada yang dibawa keluar daerah.

D. KONSEKUENSI.

1. Tidak ada lagi kegiatan “mengambil” qori/qori ah dari luar. Karena dana untuk itu digunakan untuk Tim AlPIQRI untuk membesarkan anak sendiri.
2. Sementara belum ada hasil, peserta MTQ yang diikutkan hanya seadanya, berPANTANG MENGAMBIL DARI LUAR , meski tidak dapat juara untk sementara.

PENGHARGAAN
Jika ada anak sendiri yang berhasil mengangkat nama baik daerah karena berhasil menjadi juara dalam ajang MTQ, ybs. Diberi penghargaan dalam bentuk kesempatan kerja, baik sebagai PNS maupun BUMN/BUMD/BUMS.
Ini suatu keinginan yang penuh keniscayaan, bukan kemustahilan. Kurniadi, kncinya adalah ” kita mau yang instan atau mau bdersabar”. Kurniadi,081322991274.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: